Part 27

143 9 2
                                        

"Kalau gue nggak bisa dapetin Veerisha, maka nggak ada satu orangpun yang bisa dapetin Veerisha. Termasuk lo, Kevin.." -Fadel
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Author pov

"Gue mau semuanya beres ... ini uang mukanya. Sisanya bakalan gue kasih kalau pekerjaan kalian semua udah beres," ucap seorang pria sambil memberikan amplop coklat yang berisikan sejumlah uang tunai pada ke tiga pria di hadapannya itu.

"Tenang aja gue jamin semuanya bakalan beres, elo tinggal duduk manis dan terima beresnya aja oky..." ucap seorang pria yang tengah asikmengutak-atik kamera DSRLnya itu.

Terlihat seringai keji dari sudut bibir pria itu. Elo lihat aja Veerisha, sebentar lagi semua orang yang sayang sama lo satu persatu bakalan ninggalin elo!... batin pria itu tersenyum licik sambil bersedekap dada.

***

Veerisha pov

Ku lihat jam tanganku menunjukan pukul 3 sore, karena tadi ada kelas tambahan hari ini aku pulang agak sorean.

Aku tadi  sempat bilang ke kak Kevin kalau hari ini aku akan pulang sore, tadi sih kak Kevin bilangnya hari ini dia juga tidak ada jadwal lembur jadi bisa jemput aku.

Tapi apa dia udah pulang ya? Lebih baik aku telfon. Ketika baru akan aku hubungi tiba-tiba hp ku lowbat, aku lupa dari semalam hp ku belum aku charging.

"Loh, belum pulang Ve..."

"Ehh Azka... Belum," ucapku pada sahabat baikku itu.
"Elo gak di jemput kak Kevin?" tanyanya.

"Gak tahu, lagian ini masih jam 3. Kak Kevin juga pasti belum pulang." "Kenapa gak lo telfon dia aja?"

"Lowbat," ucapku sambil menunjukan hp ku.

"Powerbank gue juga tadi ketinggalan di rumah, lo mau balik sama gue gak?" tanya Azka memberi tumpangan pulang.

"Emangnya kamu gak pulang bareng Vira?"

"Dia masih ada kelas tambahan, lagian dia hari ini bawa mobil. Gimana mau balik sama gue?" terangnya.

"Boleh deh," ucapku menerima ajakannya.

Author pov

"Azka..." Azka menoleh pada panggilan itu, menatap seorang pria yang tengah berlari ke arahnya.

"Elo manggil gue?" tanya Azka pada pria itu, pria yang memang tak di kenalnya.

"Iya... elo yang namanya Azka kan? Elo di panggil pak Anton. Elo di suruh ke ruangannya sekarang," terang pria itu.

"Ngapain pak Anton nyariin gue?"

"Gue gak tahu, udah ya bye..." ucap pria itu lalu pergi.

Azka memandang heran pada pria itu. "Kamu kenal Ka?" tanya Veerisha yang sedari tadi masih berdiri di sampingnya.

"Nggak..." ucap Azka.

"Mending kamu temuin dulu deh siapa tau bener." saran Veerisha.

"Ya udah kalo gitu lo tunggu di sini bentar ya.." ucap Azka seraya pergi meninggalkan Veerisha di bangku taman kampusnya.

"Okee.." seru Veerisha menatap kepergian sahabatnya itu.

Beberapa menit sudah Veerisha menunggu Azka, tapi dia belum juga melihat tanda-tanda dari sosok pria itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa menit sudah Veerisha menunggu Azka, tapi dia belum juga melihat tanda-tanda dari sosok pria itu. Apa memang ada masalah penting ya? batin Veerisha.

"Hey kamu yang namanya Veerisha ya?" ucap seorang pria memghampiri Veerisha yang tengah menunggu Azka.

"Iya ada apa ya?" tanya Veerisha pada dua pemuda yang tadi menghampiri nya dengan tergesa-gesa.

"Az-azka__" ucap salah satu pria itu terengah-engah kerena keduanya tadi sempat berlari saat menghampiri Veerisha.

"Azka kenapa?" tanya Veerisha mulai panik.

"Mendingan lo ikut kita deh," ucap pria itu sambil menarik lengan Veerisha, Veerisha hanya mengikuti langkah kedua pemuda itu. Pikirannya melayang pada apa yang sedang terjadi dengan Azka pacar sahabatnya itu.

"Di mana Azka, kenapa kita ke perpustakaan?" tanya Veerisha heran.

Tubuh Veerisha seketika menegang menatap kedua pemuda itu tersenyum licik ke arahnya. Mereka! apa mereka? di lihatnya salah satu pemuda itu keluar dan menutup pintu perpustakaan itu dari luar, membuatnya terjebak didalam bersama salah seorang pemuda tadi dengan seringai m*sumnya.

"Ka--kamu mau apa?!" bentak Veerisha mundur beberapa langkah ketika melihat pemuda itu mulai mendekatinya.

Terdengar tawa pria itu membuat tubuh Veerisha merinding di buatnya.

"Jangan mendekat! Atau aku akan berteriak!" gertak Veerisha dengan
tubuh gemetarnya.

"Teriaklah cantik ... Nggak gak akan ada seorang pun yang bisa mendengar mu sayang" ucap pria itu sambil melepas jaket kulit dan kaos putihnya itu.

"Jangan mendekat! Tolonggg!!!" jerit Veerisha mulai terisak.

"Percuma sayang lihatlah sekelilingmu!" ucap pria itu dengan langkah cepatnya, ia menggenggam lengan Veerisha dan mendorongnya ke tembok.

"Aaahhh..." jerit Veerisha ketika punggungnya menghantam tembok. Veerisha tahu semua jeritannya itu pasti akan sia-sia, perpustakaan ini
terletak di gedung B dan jam segini gedung ini pasti telah kosong karena jam pulang mahasiswa di gedung ini telah lewat 3 jam yang lalu.

Veerisha hanya bisa merutuki kebodohannya tadi, kenapa ia bisa percaya pada ucapan kedua pemuda bejat ini. Kini dia hanya bisa menangis.

"Jangan!!!" jerit Veerisha ketika pria itu menarik paksa blus yang di kenakannya hingga hampir semua kancing blusnya itu terlepas. Mengekpose tubuh atasnya yang hanya mengenakan bra hitam itu saja.

Terlihat mata pria itu mulai menggelap ketika melihat tubuh bagian atas Veerisha yang terpampang jelas di hadapannya, kulit putih mulus yang terpampang jelas itu membuat siapa saja pria yang menatapnya akan tersulut gairah yang begitu besar.

Veerisha tak dapat berbuat apa-apa kekuatannya tak cukup untuk melawan pria tersebut. Veerisha hanya bisa menangis.

Azka.... Kak Kevin.. tolong akuu.... batin gadis itu, menangis pasrah.

***

Vomment!! 👇

Hay Readers!! Jangan lupa mampir ke cerita aku yg kedua yak!!😉
K

ali ini ceritanya lebih santai, happy, alurnya tentang geng anak sekolahan, remaja-remaja yang lagi kasmaran gitoh!!😂 Gokil deh..

Dan yang pasti bakal dibikin baper deh.. 😘😝
Cek!👇
https://www.wattpad.com/story/117731166?utm_medium=link&utm_content=share_writing&utm_source=android
'Omnia Vincit Amor'

See you 😉
See you 😉

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang