Part 3

340 17 0
                                        

   Semenjak kepulanganku dari New York seminggu yang lalu, aku merasa ada yang berbeda didiriku.

Entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu merasa happy, serasa aku nggak punya beban sama sekali di benakku.

Apalagi smenjak kehadiran kak Kevin yang selalu nemani hari-hariku, walaupun tidak setiap hari.

Tapi walaupun begitu, dia selalu kasih tau tentang pekerjaannya di rumah sakit. Setidaknya dengan kehadiran kak Kevin bisa membuatku tak merasa kesepian, karena kak Rayn yang sudah mulai bekerja di perusahaan Ayah, serta Bunda yang tengah sibuk dengan bisnis butiknya.

Di umurku yang sudah beranjak 18 tahun ini aku belum pernah sekalipun menjalin hubungan dengan dengan seorang pria.

Sejak di bangku sekolah, sudah banyak lelaki yang menyatakan cintanya ke aku. Tapi semua ku tolak.

Bukannya aku tak normal, tapi aku hanya merasa belum siap untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Aku pun tak pernah mencoba.

Entahlah, hanya tak mau saja. Mungkin belum saatnya.

Tapi kak Kevin sejak pertama aku melihat sosok pria yang bernama Kevin Wijaya itu aku sangat mengagumi pria itu.

Aku mengira itu hanya rasa kekagumanku saja namun entah mengapa perasaan kagumku itu lambat laun semakin meningkat seiring dengan sikap perhatian yang ia berikan kepadaku.

Apalagi setiap kali mendengar suara dan senyuman nya, jantungku selalu berdegup kencang.

"Aku memang tak pernah jatuh cinta tapi apakah ini yang disebut dengan jatuh cinta?" batinku penuh tanya. Bahkan hanya dengan mengingatnya saja aku bisa merasakan jantung ini seperti melompat-lompat.

Aku masih ingat ketika Azka mengutarakan perasaannya dulu.
Jantungku tidak berdegup kencang seperti saat bersama kak Kevin.

Azka memang baik namun aku tak bisa memungkiri bahwa Azka hanya ku anggap sebatas sahabat saja karena aku memang tak punya perasaan lebih terhadap pria itu.

Aku bersyukur karena Azka bisa mengerti akan itu, bahkan sampai sekarang hubungan persahabatan kami baik-baik saja.

Rasanya aku ingin teriak sekuat mungkin, mengungkapkan perasaan yang ada di hatiku.

"Aku sangat mencintainya.. Aku Sangat merindukan pria yang bernama KEVIN WIJAYA...!" batinku teriak.

***

   Hari ini adalah hari yang bahagia serta membuat adrenalin jantungku tak dapat ku kontrol.

Hari ini aku di temani kak Rayn dan kak Kevin akan mendaftar di salah satu universitas di Jakarta. Jantungku benar-benar ingin copot rasanya saat memasuki ruang ujian.

Setelah beberapa menit akhir nya selesai juga aku melakukan serangkaian test tersebut berkat dorongan dan semangat dari kak Rayn dan kak Kevin.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya hasil kelulusan dari test tadi sudah bisa kami lihat.

Aku merasa tak percaya diri saat mencari namaku diantara nama-nama yang tertera di kertas yang tertempel di mading campus itu.

Aku terus menggeret telunjukku dari atas ke bawah menyusuri nama-nama itu, hingga nyaris ke daftar nama paling bawah tapi aku masih belum melihat namaku tertera di sana.

Hingga tiba-tiba jantungku terasa berhenti berdetak saat aku melihat nama bertuliskan..


Veerisha Tworellia Roygi
                                      Fakultas Kesenian


Yes! Itu dia. Namaku tertera di urutan nomor tiga paling bawah.

"Wah.. Selamat ya! Sekarang adek kakak yang manja ini udah jadi mahasiswi!" ucap kak Rayn sambil mencubit pucuk hidungku.

"Aduh sakit tau! Tapi makasih loh kak berkat semangat dari kakak akhirnya Ve bisa lulus test!" ujarku sambil memeluk kakak kesayanganku.

"Congratulation Ve..! Semoga bisa cepet lulus yah!" kata pemilik suara merdu disampingku.

"Ah kak Kevin, baru juga tadi diterima jadi mahasiswinya udah mau lulus aja! Tapi thanks ya kak, ini juga berkat dorongan dari kakak" kataku kepada sosok pria yang sangat ku kagumi.

"Iya. Sama-sama Ve.." jawabnya.

***





Heiheihei... Readers.. 😁
Gimana? Ternyata Kevin sama Ve masih berhubungan baik ni di Jakarta.. Malah makin deket aja kelihatannya.. Readers seneng dong kalau mereka happy-happy ajaa..

Eits! Tapi jangan salah.. Ini belum last part.. Masih ada part-part berikutnya yang pasti lebih seruu..
Stay terus yah ke next part 😉

Thanks yang masih setia baca sampe part ini 🙏
Jangan lupa vote and comment yah!
😘

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang