Part 31

157 6 0
                                        

"Sudah pernah dikatakan bukan, segala sesuatu tak harus sama seperti apa yang kau lihat dan kau bayangkan... Jika kenyataannya datang di saat segalanya telah terlambat bagaimana? Penyesalan!! Ya kau akan merasakan yang namanya penyesalan! karena penyesalan akan selalu datang terlambat"
-Author

~~~~~~~~~~~~~

Kevin pov :

Sial! Kejadian kemarin benar-benar membuatku frustasi. Di satu sisi aku ingin sekali mempercayai kata-katanya tapi di sisi yang berbeda telah memperlihatkan kenyataannya tak sesuai dengan apa yang di katakannya, hal itu membuatku bingung dan rasanya kepalaku mau pecah membayangkan hal itu.

Malam kemarin aku tidak pulang hingga tengah malam, bermaksud menghindarinya. Namun bodohnya aku, aku tetap pulang dan saat itu aku dalam kondisi mabuk.

Beruntungnya aku masih bisa selamat sampai di rumah dalam kondisi mabuk seperti itu sambil mengendarai mobilku, untung juga papa dan mama sedang berada diluar kota.

Sebenarnya aku bukan orang yang suka minum seperti itu, hanya saja jika ada masalah aku selalu lari pada minuman beralkohol itu.

Walau aku mabuk aku masih ingat dengan kejadian tadi malam walaupun tak begitu jelas, ternyata Veerisha pun malam itu masih sempat menemuiku dan mendapat kan aku dalam kondisi mabuk seperti itu.

Aku tidak tahu kejadian apa lagi yang terjadi setelah itu karena aku kehilangan kesadaranku, aku berharap aku tak melukainya.

"Aarrrggghhhh Shittt!!!" geramku frustasi, entahlah sudah berapa kali aku mengacak-acak rambutku ini.

Kejadian tadi pagi membuatkubenar-benar emosi, melihatnya pergi dengan pria yang di belanya kemarin itu membuat hatiku sakit dan sesak karena secara tak langsung membuat kejadian kemarin menjadi semakin jelas adanya.

Flashback!...

Pagi itu aku terbangun dengan kepala yang terasa berat, mungkin ini efek minuman kemarin yang masih belum hilang sepenuhnya tapi aku harus tetap bangun karena aku masih harus tetap bekerja, aku masih punya tanggung jawab sebagai dokter.

Notice ponselku menghentikan langkahku ketika ingin membuka hendel pintu depan.

Line!

VeerishaRoygi pagi kak, gimana keadaan kakak? Jangan lupa sarapannya. Ve harap kakak mau mampir kerumah Ve, kita bisa berangkat bareng hari ini..

Jujur sebenarnya hatiku tak bisa melihatnya seperti itu, hal ini sangat menyiksaku tapi jika mengingat kejadian kemarin rasanya egoku memberontak terhadap hatiku.

Aku tidak membalas pc nya Ve, maafin kakak Ve. Aku kembali membuka pintu depan dan sedikit membanting, entah setan apa yang merasukiku saat itu membuat emosiku naik seketika itu pula.

Ketika aku sudah dalam perjalanan kuputuskan untuk mampir kerumah Veerisha, ku pikir tidak ada salahnya mengantarnya ke kampus tapi aku belum mau berbicara dengannya.

Namun ketika dari jauh aku melihat motor ninja terparkir di depan rumah Veerisha membuatku menghentikan laju mobilku di persimpangan kompleks.

Setelah menunggu beberapa saat aku melihat motor itu melaju di depan mobilku dan aku melihatnya. Melihat Veerisha di bonceng oleh pria itu menggunakan motor ninjanya. Pria yang di belanya saat kejadian waktu itu yang membuat hatiku hancur.

"Siall!" geramku, mencengkram stir mobil kuat-kuat menahan emosiku hingga terlihat buku-buku jariku memutih karenanya.

Flashback off!..

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang