"Sekuat dan serapat apapun kau menutupi pintu rahasia itu, jika waktu dari kebenaran itu telah datang dengan membawa kunci yang sesuai dengan pintu itu. Maka semua takkan ada yang bisa menghentikan pintu itu untuk terbuka... Yang harus perlu kau tahu adalah, siapkah dirimu untuk menerima kenyataan itu???"
-Author
<<<<<<<<>>>>>>>>>
Author pov :
"Kamu lihat sendiri kan Widya, kalau Veerisha menolak mentah-mentah perjodohan itu..." ucap seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan di usianya yang hampir menginjak 45 tahunan itu.
"Tapi Yah... aku juga gak bisa membiarkan Veerisha mengetahui rahasia itu. Jika Veerisha menolak Fadel, pria itu pasti akan memberi tahu rahasia itu pada Ve. Aku tidak ingin kehilangan anakku Yah..." ujar sang istri yang tengah duduk di sofa ruang kerja suaminya itu.
"Dengan cara mengorbankannya?!" tanya sang suami sedikit kesal.
"Maafkan aku.. Aku memang egois tapi aku benar-benar takut jika harus kehilangan Veerisha, aku takut dia akan meninggalkan aku jika dia tahu" lirih sang istri terlihat bening keristal itu mulai menetes satu persatu dari sudut matanya.
"Cepat atau lambat Ve akan tahu kebenarannya Widya, apa kamu tidak kasihan pada anak itu?" sang suami hanya bisa menatap lirih pada perempuan yang sangat di cintainya itu.
"Karena rahasia itu kamu telah melukainya belakangan ini Widya. Apa kamu tidak berpikir dengan tindakan mu membela Fadel belakangan ini saja sudah membuatnya tersakiti dan membuat dirinya merasa seperti anak tiri apalagi ketika kamu menamparnya, aku yakin hatinya pasti tersakiti. Mungkin jauh lebih sakit dari pada mengetahui rahasia itu. Lihatlah kondisi anak mu itu, mungkin kejadian kemarinlah yang membuatnya terbaring seperti itu sekarang..." terang sang suami membuat istrinya itu semakin terisak, mengetahui bahwa dirinya telah membuat anak yang sangat di cintainya itu terluka seperti itu.
"Maafkan bunda nak..." isak sang istri di dalam pelukan suaminya itu. Terdengar suara ribut dari ruang keluarga, sepertinya ada orang yang sedang bersitegang di ruang itu, membuat pasangan suami istri itu saling pandang dan mempertanyakan hal yang sama.
"Suara ribut apa itu?" tanya sang istri sambil mengusap sisa air mata di sudut matanya.
"Entahlah kita lihat..." ucap sang suami bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri suara-suara ribut tersebut di ikuti sang istri yang mengikutinya dari belakang.
***
Dengan menahan emosi Kevin berjalan memasuki rumah Veerisha, mencari-cari sosok yang telah menyulut api emosinya itu. Setelah pertemuannya dengan Azka di Cafe Jingga tadi sore Kevin langsung menuju rumah Veerisha, pria itu ingin membuat perhitungan dengan pria yang selama ini telah menjadi dalang dari semua kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.
Ketika Kevin menemukan sosok yang di carinya itu sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton acara televisi, dengan sigap Kevin menghampirinya dan.....
Buughh!!...
Sebuah pukulan mendarat di tulang pipi pria itu yang menyebabkan cairan merah keluar dari pipinya.
Sontak Fadel terkejut dengan apa yang di lakukan Kevin tadi, pria itu melihat sorot kemarahan di mata laki-laki yang di bencinya itu.
"Ada apa huh?" tanya Fadel terkejut akan kelakuan Kevin padanya, sambil menyekat darah yang ada dipipi kanannya.
Dengan geram Kevin mengeluarkan selembar foto dan meletakannya di atas meja, foto yang tadi di berikan Azka padanya. "Jelaskan!" geram Kevin menatap pria itu dengan sorot kebencian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
