"Jangan pernah takut untuk mengungkapkan sesuatu yang menurutmu benar, walaupun tak ada satu orangpun yang akan mempercayaimu. Tetaplah pegang teguh pada apa yang sudah kau anggap benar..." -Author
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Veerisha pov :
Hari ini aku dan Azka akan pergi kerumah Vira untuk menjenguknya, tadi pagi Vira pulang duluan dijemput sopirnya karena kepalanya terasa pusing tadi.
Setelah kelas berakhir aku dan Azka langsung on the way kerumah Vira yang lumayan jauh dari kampus.
"Pagi bik, kami mau jenguk Vira.." ucapku pada bik Warni pembantu Vira yang telah merawatnya sejak kecil. Vira jauh lebih dekat dengan Bik Warni dibanding mama nya yang jarang sekali berada dirumah.
"Oh maaf non, Non Vira nya udah dibawak sama mang Opi kerumah sakit untuk periksa. Tadi bibik yang maksain non Vira untuk cek up, habis bibik liat wajahnya pucat banget!" terang bik Warni.
"Ooh gitu? Terus bibik kok nggak ikut?" tanya Azka.
"Bibik sih mau nya ikut den, tapi non Vira ngelarang. Katanya bibik harus jagain rumah.." kata bik Warni.
"Oh yaudah deh, kalau gitu gimana kalau kita kerumah sakit sekarang aja Ka?" ajakku.
"Oke..! Vira dibawak dirumah sakit mana bik?" tanya Azka.
"Mungkin dirumah sakit Andalas, den"
"Yaudah kalau gitu kami pamit ya bik" pamitku kepada bik Warni.
"Oke non, hati-hati yah.."
"Siap bik..."
***
Sesampainya kami dirumah sakit kami langsung menuju kepusat informasi mencari nama Vira.
"Pagi sus, pasien yang namanya Vira ada dikamar mana ya?" tanya Azka kepada salah seorang suster.
"Bentar ya saya cek dulu.... Ooh, ada di kamar Delima nomor 209 mas" ucap suster tersebut.
"Makasih sus, tapi jangan pake panggil mas dong sus.. Masa ganteng-ganteng gini dipanggil mas.. Panggil aja Azka.." ucap Azka sambil senyum-senyum genit.
"Heh! Lo mah.. Pacarnya lagi sakit malah becanda gini! Udah deh ayok buruan.. Sorry ya sus.. Maklumin aja temen saya yang satu ini memang gitu orangnya.." ucapku seraya menarik tangan Azka untuk segera menemui Vira. Suster itu hanya tersenyum melihat tingkah sahabatku yang satu ini.
"Helloo Vira sayang...." ucapku saat kami telah menemui kamar Vira.
"Eh kok kalian ada disini sih?" tanya Vira saat melihat aku dan Azka.
"Ya iya laah... Kan mau jenguk orang kesayangannya akuuh..." ucap Azka sambil mengacak rambut pacar kesayangannya, yang tengah berbaring.
"Iih Azka apaan sih! Nggak enak tau ada Ve.." ucap Vira.
"Tau tuh Azka! Bikin aku iri aja.." ucapku sambil tersenyum.
"Heheh.. Sorry Ve.."
"Iya-iya santai aja kali. Oiya Ra, gimana kata dokternya?" tanyaku.
"Dokternya belum dateng Ve, tadi gue masih diperiksa sama susternya. Katanya dokternya masih otw.. Susternya sih bilang gue nggak kenapa-napa cuma kurang istirahat sama banyak pikiran gitu..." terang Vira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
