Veerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York.
Namun perjalanan cinta...
Veerisha merasa hidupnya sudah kembali baik seperti dulu saat bertemu kembali dengan kekasihnya, Kevin.
Namun tanpa ia sadari, sebuah tombak telah menunggunya untuk menghancurkan hidupnya..
Semua akan terjadi seiring berjalannya waktu..
Pagi ini Veerisha menjalani aktivitas seperti biasanya, jam masih menunjukkan pukul 07.18 wib. Tapi gadis itu terlihat begitu semangat untuk berangkat ke kampus pagi-pagi seperti ini.
Terlihat di meja makan Rayn sedang sarapan bersama Ayah dan Bundanya. Sementara sampai saat ini belum terlihat tanda-tanda bahwa pria bernama Fadel telah bangun dari tidurnya.
"Pagi Yah, pagi Bun, pagi Kak..." sapa gadis itu seraya memberikan moorning kiss kepada tiga orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
"Pagi dek.." jawab Rayn yang sedang menyantap roti selainya.
"Kok tumben pagi-pagi gini anak gadis Ayah sudah rapi?" ujar pria paruh baya itu saat melihat putrinya yang sudah rapi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hari ini Vee mau jemput Vira dulu Yah, terus mau mampir ke toko buku" jelas gadis itu.
Wanita paruh baya yang duduk disamping lelaki paruh baya itu hanya diam mendengarkan pembicaraan orang-orang disekitar nya. Terlihat raut penyesalan diwajahnya.
Wanita itu terlihat begitu merasa menyesal atas apa yang telah ia lakukan kepada anak gadis nya. Namun saat ini sudah tidak ada lagi raut kesedihan diwajah anak gadisnya itu.
Tentu saja sudah tidak ada lagi raut kesedihan, karena pria yang selama ini ia rindukan telah kembali bersamanya. Gadis itu yakin dengan kembalinya pria yang ia cintai, sudah tidak ada lagi alasan Bundanya untuk menjodohkannya dengan pria yang sama sekali tidak pernah ia cintai.
"Bun... " panggil gadis itu kepada Bundanya.
"Eh, iya Vee.." ucap wanita itu gugup.
"Bunda kenapa sih, Vee udah lupain masalah yang kemaren kok, Bun. Jadi Bunda tenang aja, Bunda nggak salah kok tapi Vee yang salah.. " jelas gadis itu.
"Bunda minta maaf ya, Vee. Bunda nyesal.." "Iyaa Bunda.. " ujarnya seraya memeluk wanita yang sangat ia sayangi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yaudah, Vee berangkat duluan ya.. Bye semua.. " "Vee mau kakak anter?" "Nggak usah kak, Vee bawak mobil sendiri aja" "Yaudah hati-hati yah.. " "Siap kak..!! " ujarnya seraya berlalu keluar rumah.
***
Veerisha pov
Maaf Bun, Yah, Kak. Ve harus bohong dengan mengatakan Ve berangkat sepagi ini untuk jemput Vira. Kenyataannya Ve bukan ingin menjemput Vira, tapi Ve ingin kerumah Kak Kevin untuk menemui nya dan juga tante Ratna serta Om Ridwan. Ve ingin mencari jawaban dari kak Kevin kemana mereka selama ini.
Aku sengaja tidak mengatakan kepulangan kak Kevin kepada Bunda dan yang lainnya. Kak Kevin yang menginginkan untuk tidak mengatakannya.
Kak Kevin tadi malam telah memberikan alamat apartemennya kepadaku. Kini aku telah berada di dalam apartemennya.
Toktoktok!!... Toktoktok!!...
Ku ketuk pintu apartemennya yang berada dilantai tiga tepatnya dikamar 407.
Belum ada jawaban dari ketukanku. Hinggak tiba-tiba.
Cklek!!
Terdengar knop pintu bergerak kebawah.
"Veerisha" panggil kak Kevin dari balik pintu.
"Kakak kok lama banget sih bukainnya!" cetusku.
"Yaelah baru juga dateng langsung marah-marah aja! Iya-iya maaf, kakak tadi lagi sarapan. Yaudah ayok masuk" ujarnya seraya menggandeng tangganku untuk masuk.
"Kak, tante sama om mana?" tanyaku saat kami sudah berada di meja makan.
"Mereka udah kekantor, ayok sarapan dulu pasti Ve belum sarapan kan"
"Heheh.. Kok tau sih.." "Taulah, apasih yang nggak kakak tau dari Ve.." goda kak Kevin.
"Semua tentang Ve memang sudah kakak ketahui, tapi tentang kakak masih banyak yang belum Ve ketahui" terangku pada kak Kevin. Terlihat raut wajah kak Kevin berubah.
Aku memang sengaja menyindirnya agar ia cerita kemana sebenarnya ia selama ini.
"Ekhem, iya-iya! Kakak bakalan cerita semuanya sama Ve kok."
"Yaudah cerita dong!!" ujarku sambil memanyunkan bibirku.
"Tapi abis sarapan yah! Kasian ni makanan di kacangin"
"Iya, oke!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.