Author Pov :
Sore hari mulai menjelang dan sinar senja mulai menampakkan cahayanya dari balik awan mendung.
Terlihat tanah yang masih basah karena air hujan, udara pun terasa semakin segar karena hujan yang memang sempat datang tadi siang saat rombongan muda-mudi itu baru saja sampai di villa.
Villa itu terletak di sekitar perkebunan teh, yang menyuguhkan pemandangan indah di mana sekelilingnya seperti hamparan permadani hijau yang begitu luas.
Terlihat Rayn dan Azka sedang membangun tenda bagi mereka para cowok, sedangkan Veerisha, Vira, dan Sekar membangun tenda bagi mereka sendiri walaupun harus dibantu oleh Kevin.
Dan setelah dengan susah payah akhirnya tenda mereka pun berdiri juga.
Ya, liburan yang mereka ciptakan sendiri adalah berkemah di luar villa. Memang sebelumnya telah direncanakan liburan kali ini mereka menginginkan untuk berkemah di luar villa.
"Oke, sudah selesai!" seru Kevin setelah selesai memasang keempat pasak pada sisi tenda yang dipasangnya, sambil menepuk-nepukkan kedua tangannya yang kotor akibat tanah yang sedikit basah karena hujan tadi.
"Terima kasih ..." ucap Sekar.
"Iya, untung ada pak Dokter!" sambung Vira.
"Ya, sama-sama, tapi nggak usah dipanggil bapak juga kali!" seru Kevin memasang senyum termanisnya.
Terlihat Veerisha yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang, gadis itu mencebikkan bibirnya kesal ke arah Kevin.
Sebenarnya gadis itu kesal ketika tadi dia ingin memasang pasak pada tendanya itu tiba-tiba saja Kevin mengejutkannya dari belakang dan membuat jari telunjuknya terpukul martil yang ingin dia pukulkan ke pasak tersebut.
Dan kini Kevin harus menuruti keinginan Veerisha untuk membangunkan tendanya.
"Sudah selesai, Tuan Putri!" seru Kevin sambil mengacak-acak rambut Veerisha dengan tangannya yang masih kotor.
"Kakak!!! Tanganmu kotor tahu!" teriak Veerisha pada Kevin saat mengetahui tangan Kevin yang mengacak-acak rambutnya masih kotor dan belum dicuci.
"Biar . . . wekk, itu balasan karena kamu tadi udah nyubit kakak," ujarnya seraya beranjak ke arah Rayn dan Azka yang masih berkutat dengan tendanya, membuat Veerisha mencebikkan bibirnya kesal.
"Loh kenapa Kevin elo cubit, Ve?" tanya Vira yang tadi mendengar pertengkaran Veerisha dan Kevin.
"Itu tadi pas dia mau nyium ak- ups!" Veerisha keceplosan dan dengan refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya membuat Vira memicingkan sebelah alisnya.
"Hah! Serius lo???" tanya Vira heboh.
"Ehh.. E-nggak, bu-kan..ehh ... maksudnya salah ngomong! Iya, aku salah ngomong," terang Veerisha salah tingkah membuat Vira semakin penasaran.
"Nggak mungkin salah ngomong," ujar Vira tak percaya.
"Udah ahh, kasian tuh kak Sekar. Aku bantu dia dulu, yah!" ujar Veerisha mengalihkan topik pembicaraan dan kabur dari pertanyaan-pertanyaan yang Vira suguhkan untuknya.
"Veerisha! Ceritain dulu, dong!" teriak Vira melihat Veerisha berlari ke arah Sekar.
***
Malam mulai menjelang, matahari telah bersembunyi di balik belahan bumi lainnya.
Malam ini akhirnya mereka mengadakan acara api unggun dan barbeque.
Setelah tadi mereka selesai menyiapkan barbeque dengan melewati berbagai perdebatan akibat ulah kaum cowok yang terus-terusan mengusili kaum cewek namun selesai juga akhirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
