Alhamdulillah.. Akhirnya 'Semua Karena Cinta' tamat jugaaa!!😚
Mungkin readers rada syock lihat part yang ini.. (Hehe mungkin?!😂)
Yaah.. Tapi inilah yang terjadi!!
Terima kasih untuk yang sudah mau meluangkan waktu nya untuk membaca SKC ini.. 🙏
Author disini mau ngucapin banyak-banyak terima kasih untuk para Readers SKC yang sudah pernah/selalu/mau nge-vote setiap part dari SKC bahkan komment juga yang membuatku semakin semangat!! 🙏💪
Tak lupa ucapan terima kasih ku ucapkan untuk kalian silent readers.. 🙏
Semoga karya author yang pertama ini bisa memberi kepuasan untuk para readers!!🙏 Tetep simpan kisah Veerisha dan Kevin di perpust readers yah!! 👍
Yang merasa ada kata-kata yang menarik atau bagus kalian bisa share di ig kalian dan boleh tag ke ig aku yah.. 👀 @endangslstrii_ oke!! Ditunggu looh..👌👤
Oke langsung aja otw geser kebawah yah readers untuk ikuti ending dari perjalanan kisah cinta Veerisha dan Kevin dibawah ini!!
👇
"Tidak Fadel maafkan kakak, maafkan Veerisha... kakak tidak bermaksud untuk merebut Ve dari kamu, Veerisha juga tidak bermaksud menyakiti hatimu. Kami minta maaf! Tapi kami saling mencintai, kakak juga tidak ingin kehilangannya.. Kita sama-sama pria Fadel jadi tolong cobalah berfikir jernih.. Kakak mohon maafkan Veerisha.." Fadel menitihkan air matanya. Pria itu mengendurkan cengkraman nya di tubuh Veerisha, ketika mendengar permohonan maaf dari Kevin.
Veerisha merasa blati di lehernya itu mulai mengendur, begitu pula ikatan tali di tangannya. Veerisha berusaha membuka ikatan tali di tangannya itu dengan perlahan. Saat Veerisha merasa kalungan lengan Fadel mulai mengendur, Veerisha berusaha menggigit lengan Fadel sekuat mungkin.
"Aaaaa!!!!! BRENGSEK!" jerit dan umpat Fadel saat Veerisha menggigit lengan pria itu. Fadel menghempas kan tubuh Veerisha ke dinding.
"Arghhh..." rintih Veerisha ketika di rasanya nyeri di kepalanya karena kepalanya sempat terbentur di dinding itu.
Memory-memory itu berputar di dalam kepala Veerisha, seperti kaset kusut yang mencari potongan-potongan dari film yang tepat. Membuat kepalanya terasa pusing dan berat.
Saat Fadel menghempaskan Veerisha, Kevin dengan cekatan berusaha merebut belati itu dari tangan Fadel. Kevin bergelut dengan pria itu.
"Hentikan Fadel sudah cukup!"
Kevin berusaha membuat Fadel sadar tapi sepertinya usahanya itu sia-sia. Fadel malah tertawa terbahak-bahak seperti orang gila, karena pria itu memang benar-benar sudah gila.
Fadel menatap Kevin dengan matanya yang benar-benar telah menggelap, Kevin masih berusaha untuk merebut belati itu dari tangan Fadel.
Fadel menendang perut Kevin hingga Kevin terjengkang. "Kau juga harus mati Kevin!!!" jerit Fadel. Dengan secepat kilat belati itu sudah menancap kuat di perut Kevin.
"KAK KEVIIIINN!!!!" jerit Veerisha ketika Fadel menancapkan belati itu di tubuh Kevin.
Fadel mencabut belati yang menancap di perut Kevin, belati dan tangan pria itu berlumuran darah Kevin. Tubuh Kevin ambruk di lantai.
Fadel yang melihat Kevin tergolek, tertawa terbahak-bahak. Pria itu benar-benar sudah gila! batin Veerisha.
Veerisha terkesiap ketika Fadel melirik ke arahnya, pria itu memutar haluan pada Veerisha yang masih meringkuk di lantai sambil memegangi keningnya yang berdarah karena terbentur tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
