Part 48

200 10 0
                                        

Budayakan vote
Sebelum baca 🙏

Kevin sempat syock mengetahui jika Veerisha mengalami Retrograde Amnesia. Kondisi di mana seseorang tak dapat atau tak mampu mengingat kejadian sebelum kecelakaan yang di alaminya, amnesia ini masih bisa di sembuhkan dengan cara terapi.

Kevin sempat berfikir, mengapa semua cobaan yang di hadapinya itu tak kunjung usai, ada saja masalah yang timbul silih berganti. Tapi pria itu tetap bersyukur karena ia masih bisa melihat senyuman itu kembali, melihat tawa dan suara itu lagi.

Dia masih bisa melihat dan memeluk sosok itu, sosok yang kini tengah terlelap pulas di atas ranjangnya. Terlelap untuk dapat kembali terbangun di esok pagi, bukan terlelap untuk pergi meninggalkannya lagi.

"Aku mencintaimu sayang..." ucap Kevin pelan sambil mengecup kening Veerisha dengan sayang.

Kevin membaringkan tubuh lelahnya di atas sofa di ruangan itu, malam ini ia ingin tetap menemani gadisnya itu. Sebenarnya tadi Bunda dan Ayahnya Veerisha telah melarangnya, menyuruhnya untuk pulang dan beristirahat biar Rayn yang menjaga Veerisha malam ini. Tapi Kevin tetap bersikeras untuk menemani Veerisha.

Jam menunjukan pukul 3 dini hari, ruangan itu terlihat gelap hanya cahaya dari rembulanlah yang menerangi ruangan itu melalui celah jendela yang sedikit tersingkap.

Gadis yang terbaring di ranjang itu berusaha untuk bangun dari tidurnya, ia mencoba menuruni satu persatu kakinya dari atas ranjang.

Koma selama sebulan lebih membuat sistem motorik gadis itu sedikit terhambat, gadis itu harus menjalani serangkaian terapi untuk memulihkan kondisinya itu.

"Aahhh..." rintih gadis itu saat kedua kakinya tak dapat menopang berat tubuhnya dan membuatnya terjatuh di lantai.

Kevin yang mendengar pekikan itu terbangun, dia melihat gadis itu terduduk di lantai membuatnya dengan sigap bangun dari tidurnya dan menghampiri gadis itu.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kevin.

Veerisha terkejut dengan sosok seseorang yang kini tengah ada di hadapannya sambil berjongkok itu. Entah mengapa jantung gadis itu berdetak tak menentu ketika menatap kedua manik mata pria yang berada di hadapannya itu, bahkan suaranya pun terasa tercekat di dalam tenggorokannya.

Walaupun keadaan ruangan itu cukup gelap, gadis itu masih bisa melihat wajah tampan pria itu, pria yang tadi memperkenalkan dirinya sebagai dokter yang akan selalu menjaga dan merawatnya.

Kevin pun merasakan hal yang sama dengan Veerisha ketika gadis itu menatap tepat di kedua manik matanya. Sudah lama hal ini di nantikannya, saat kedua mata cantik itu terbuka dan kembali menatapnya dengan cinta.

Dengan perlahan Kevin mengangkat tubuh Veerisha tanpa melepaskan tatapannya pada mata cantik gadis itu, begitu pun sebaliknya. Veerisha mengalungkan lengannya di leher Kevin tanpa melepaskan tatapannya juga.

Kevin mendudukan Veerisha di tepi ranjang dan ikut duduk di sebelahnya, Veerisha melepaskan tangannya dari leher Kevin. Saat Kevin menyentuh pipi kiri Veerisha dengan tangan kanannya, Veerisha merasa ada sesuatu yang berdesir di hatinya. Rasanya hangat dan nyaman.

Keduanya masih diam tak bergeming, hanya menatap satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keduanya masih diam tak bergeming, hanya menatap satu sama lain. Menatap dengan penuh kerinduan dan kenyamanan. Kevin mulai mengikis jarak antara wajahnya dengan wajah gadisnya itu. Veerisha bisa merasakan deru napas Kevin yang berhembus di sekitar wajahnya.

Jantungnya kini berpacu lebih cepat dari sebelumnya dan entah mengapa ia mulai memejamkan matanya secara perlahan, seolah mengerti akan apa yang terjadi setelah ini.

Kevin mengecup lembut permukaan kening Veerisha dan hal itu membuat Veerisha merasakan beribu kupu-kupu tengah berbanji jumping di dalam perutnya, sensasi yang sangat luar biasa itu membuat tubuhnya lemas seketika.

Tangan kanan Kevin membelai lembut pipi kiri gadis itu.

Veerisha bingung dengan dirinya sendiri, di satu sisi gadis itu tak mengenali atau mengingat siapa pria yang telah menciumnya itu, tapi di sisi lain entah mengapa ia merasa sangat merindukan sosok pria itu.

Rasanya semua sentuhan yang di berikan pria itu padanya membuatnya nyaman dan terbuai.

Terlihat semburat rona merah dari kedua pipi Veerisha dan entah mengapa ia merasa malu untuk menatap sosok yang ada di hadapannya itu.

"Apa yang ingin kamu lakukan tadi hem?" tanya Kevin. Pertanyaan Kevin membuat Veerisha mau tidak mau kembali menatap sosok itu.

"Hehh..." gumam Veerisha, gadis itu masih belum fokus dengan apa yang tadi baru saja di dengarnya.

"Tadi kamu mau apa, sampai jatuh seperti itu?" tanya Kevin ulang.
"Ahh, itu.. Tadi aku mau ke kamar mandi.." ucap Veerisha terbata sambil
tertunduk malu.

"Eehh... Dokter mau ngapain?!" seru Veerisha ketika tubuhnya kembali terangkat, dengan reflek Veerisha kembali mengalungkan lengannya di leher Kevin.

"Katanya mau ke kamar mandi" ucap Kevin menggendong tubuh gadisnya itu ala bridal style. Kevin mendudukkan tubuh Veerisha di atas closed kamar mandi.

"Mau di bantu?" tanya Kevin sambil berjongkok di depan Veerisha. Sontak membuat Veerisha bersuara.

"Tidak!" seru Veerisha membuat Kevin terkikik geli.
"Eehhng, maaksud ku, aku bisa sendiri..." ucap Veerisha tertunduk malu.

"Yakin?" ucap Kevin dengan nada menggoda. Veerisha mengangguk sambil tetap menundukan kepalanya, gadis itu tahu pasti saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

 Veerisha mengangguk sambil tetap menundukan kepalanya, gadis itu tahu pasti saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Baiklah aku tunggu di luar.." ucap Kevin sambil mengangkat dagu Veerisha dan mencium pipinya sekilas. Hal itu sukses membuat mata gadis itu mengerjap.

"Kalau sudah selesai panggil aku!" ucap Kevin lalu pergi dan menutup daun pintu kamar mandi itu dari luar. Meninggalkan Veerisha yang mematung di dalam toilet itu.

Gadis itu bingung mengapa pria yang seharusnya adalah dokternya itu memperlakukannya seperti itu, memperlakukan dirinya seperti dirinya itu adalah kekasihnya saja.

Siapa sebenarnya dia? Mengapa dia menciumku?

***

Hay Readers!! Jangan lupa mampir ke cerita aku yg kedua yak!!😉
Kali ini ceritanya lebih santai, happy, alurnya tentang geng anak sekolahan, remaja-remaja yang lagi kasmaran gitoh!!😂 Gokil deh..

Dan yang pasti bakal dibikin baper deh.. 😘😝
Cek!👇
https://www.wattpad.com/story/117731166?utm_medium=link&utm_content=share_writing&utm_source=android
'Omnia Vincit Amor'

See you 😉

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang