Part 44

234 10 0
                                        


Cintaku..

Aku sangat mencintaimu dan selamanya akan seperti itu, bagaimanapun keadaannya cintaku ini hanya untukmu. Kau harus percaya itu, sekalipun nanti keadaannya akan berbeda kau kan tetap di hatiku.

Jangan pernah ragukan itu.

Aku mencintaimu selamanya.

Selamanya...

~~~~~~~~~~~~~

Veerisha pov :

Ketika kurasakan tubuhku terhempas di saat itu pula aku tak lagi bisa merasakan apapun pada tubuhku ini, hanya indra pendengaran dan penciuman saja yang saat ini bisa kurasakan.

Aku mendengar jeritan dan teriyakan orang-orang yang aku kenal, mereka semua meneriaki namaku. Indra penciumanku merasakan bau amis yang sangat teramat menyengat dengan di temani bau karat yang sangat menusuk di indra penciumanku.

Apakah ini bau darah?

Apa ini darahku?

Aku merasakan tubuh bagian atasku terangkat saat aku membuka mataku, dia lah orang pertama yang aku lihat.

Orang yang selama ini mengisi relung hatiku, orang yang aku kasihi sepenuh jiwaku, orang yang mampu membuat hidupku berantakan jika ia berada jauh dariku, orang yang selama ini menjadi pusat di dalam kehidupanku, orang yang selalu ada di dalam pikiran dan benakku, orang yang sangat aku cintai di hidupku. . ..

Dialah Kevin... Dia kekasihku...

Aku melihat pipi kirinya yang memerah dan sudut bibirnya yang berdarah membuat aku merasa bersalah, aku tahu itu semua karena ulahku. Maafkan aku kak.

"Ka--kak__" aku merasa sulit sekali untuk berucap rasanya tenggorokan ku ini serasa di penuhi sesuatu.

"Ma--ma--af ... uhuk..." saat sesuatu itu keluar dari dalam tenggorokanku aku mulai merasakan sesak di dadaku ini, rasanya sulit sekali untuk bernapas.

"Bertahanlah! " Aku melihat air matanya mulai menetes dari sudut matanya. Jangan menangis... batinku. Aku benar-benar tak bisa berucap, rasanya suaraku ini hilang entah kemana.

Aku memang tak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi aku melihat ada sebuh titik cahaya yang aku lihat dari atas. Aku tidak tahu cahaya apa itu, cahaya itu begitu menyilaukan pandanganku.

"Uhuk..." ketika kembali aku merasakan ada yang keluar dari dalam rongga mulutku lagi aku baru tersadar jika yang aku muntahkan itu adalah darah. Ya Tuhan apa inilah akhir dari hidupku?

"Aku mohon bertahanlah!!!" aku kembali menatapnya, menatap wajah orang yang sangat aku cintai itu yang saat ini terlihat sangat panik. Apa inilah terakhir kalinya aku bisa menatap wajahnya?

Aku merasa napasku semakin sesak dan setiap tarikan dan hembusannya semakin memendek, aku merasa kematian ini begitu mudah bagiku bahkan aku tidak merasakan apapun pada tubuhku ini, hanya sesak yang aku rasakan di dadaku.

Jika memang inilah waktunya, aku menerimanya Tuhan... Walaupun hatiku ini terlalu berat untuk meninggalkannya.

Aku merasa mataku mulai berat dan aku mulai mengantuk. Aku tahu aku tak mampu lagi untuk menahan rasa kantuk ini tapi sebisa yang aku mampu aku tetap tersenyum sekali lagi untuk menatap wajah yang selama ini menghiasi hari-hariku...

Untuk terakhir kalinya aku menatap wajah itu lekat-lekat, seutas senyum ku sunggingkan baginya dan setetes keristal bening itu kurasakan mengalir dari sudut mataku.

Ini perpisahan kita kak, maafkan aku! Maafkan kekasihmu ini. Kata itu terucap dari dalam lubuk hatiku karena aku sudah tidak mampu untuk bersuara lagi.

Perlahan demi perlahan kelopak mata ku ini mulai menutupi cahaya terang yang membuat wajah itu semakin samar aku pandang.

"Jangan!!! Tetaplah sadar... aku mohon" aku masih mendengar suaranya, suara yang selalu aku rindukan di setiap hariku.

Kini wajah itu hilang dalam kegelapan...

"Veerisha bangun sayang!"

Maaf kak... Maafkan aku, aku terlalu lemah.

"VEERISHA SAYANG.. AKU MOHON BANGUN!!! JANGAN TINGGALKAN AKU SEPERTI INI!!! "

Maaf bukan maksudku untuk meninggalkan mu, aku hanya sudah tidak lagi kuat. Maafkan aku, maafkan aku kak Kevin... Aku mencintaimu selamanya...

Selamanya...

"VEERISHAAAAAAA!!!!!!!!!!"

Kini aku tidak lagi bisa mendengar suara apapun, bahkan suaranya pun sudah tak terdengar di telingaku. Yang aku rasakan sekarang hanya keheningan, kehampaan, kekosongan. Semuanya hilang... Hilang di saat aku mendengar namaku di serukannya.

Maaf jika aku tak lagi bisa menemanimu...

Maaf jika aku tak lagi bisa tersenym untukmu...

Maaf jika aku tak lagi bisa mengatakan kalau aku mencintaimu...

Maaf jika aku tak lagi bisa menatapmu...

Tapi percayalah selamanya, hatiku ini tetap ada dan hidup untukmu...

Hanya untukmu...

Waktu berputar mundur kenangan-kenangan itu tergambar jelas di kepalaku, memori-memori itu berputar seperti kaset yang direplay.

Bayangan saat mobil itu melaju kearahmu kekasihku, aku berlari mengejarmu hingga mobil itu menghempaskan tubuhku, bayangan saat aku menampar kekasihku, bayangan pertengkaran ku dengan Bunda dan Vira. Bayangan saat kak Kevin pulang dari Malaysia yang membuatku senang bukan main.

Bayangan saat liburan di vila, di mana saat itu kak Kevin membuat aku kesal, bayangan saat pertama kali kak Kevin mengajakku makan malam kerumahnya dan mengungkapkan perasaannya itu kepadaku di hadapan semua keluarga kami.

Bayangan saat pertama kali aku melihat wajahnya ketika aku menabraknya dan membuatnya jatuh dihamparan bunga-bunga di Central Park..

Semua itu seperti kaset yang di putar ulang di dalam memoryku ini dan seketika itu pula hilang tak berbekas, lenyap hingga tak menyisakan apapun di dalam memoryku ini...

Semua hilang... Hilang tak berbekas. Namun cinta ini akan selamanya abadi untuk mu, hanya untuk mu...

"AKU MENCINTAIMU SELAMANYA HINGGA SEMUA YANG ADA DI BUMI TAK LAGI BERPIJAK..."

***

Hay Readers!!

Aaahhh... Author baper.. 😭😭😪😥
Apa bener ini sad Ending??😭😭

Yang mau tau pastinya, ikutin part selanjutnya Yaaah...

Vomment!

See You! 😉

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang