"Kak.." gumam Veerisha yang saat ini tengah bersandar pada dada bidang Kevin.
"Hem..." saut Kevin yang sedang asik mengelus rambut gadisnya yang lembut itu sambil menatap lurus ke arah tv di depan mereka.
Saat ini mereka berdua tengah menonton video-video mereka bersama saat di villa bersama teman-teman yang lain, saat Veerisha tampil dibeberapa acara musik, dan vidio Veerisha saat mencover lagu bersama dengan Rayn, Azka dan Vira.
Moment-moment itu sengaja di abadikan lewat rekaman, dan tadi mereka juga sampat membuka beberapa album foto semasa Veerisha kecil hingga saat ini.
Tujuan utama mereka menonton video dan melihat album foto itu adalah untuk membantu Veerisha dalam mengingat hal-hal yang telah di lupakannya, hal ini termasuk dari bagian dari terapi pemulihat cedera otak gadis itu.
Sudah hampir dari dua minggu ini Veerisha berada di rumahnya, gadis itu telah di perbolehkan pulang setelah hampir 3 bulan berada di rumah sakit. Veerisha juga sudah bisa berjalan dengan normal kembali, bahkan gadis itu ingin segera melakukan hal-hal yang seharusnya sudah bisa di lakukannya seperti melanjutkan kuliahnya, walaupun gadis itu tak ingat ia kuliah di mana dan mengambil jurusan apa di kampusnya itu.
Veerisha ingin kembali kuliah karena Vira dan Azka sering bercerita tentang kegiatan mereka di kampusnya dulu, dan kedua sahabatnya itu juga sering sekali menyampaikan salam dari teman-teman satu jurusannya yang rindu akan kehadiran gadis itu lagi di tengah-tengah mereka.
"Kakak yakin mau menikah dengan ku?" tanya Veerisha terdengar helaan napas berat dari gadis itu.
Kevin mengerutkan keningnya saat ucapan itu keluar dari bibir kekasihnya itu.
"Aku yakin. Tapi kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu tidak yakin ingin menikah denganku?" kini Kevin lah yang bertanya dengan nada yang cukup rendah bahkan terdengar lirih, hingga mau tak mau membuat Veerisha angkat bicara. Agar pria itu tidak salah paham dengan maksud ucapannya tadi.
"Tidak bukan begitu! Veerisha yakin, Veerisha mau menikah dengan kak Kevin tapi__" seru Veerisha. Gadis itu menggantung lama ucapannya sehingga membuat Kevin bersuara akannya.
"Tapi apa?" tanya Kevin. Veerisha menegakan posisinya dan duduk berhadapan dengan Kevin.
"Tapi ingatan Veerisha kan belum bisa kembali. Apa itu tidak masalah buat kakak?" ucap Veerisha menunduk sedih.
Kevin menatap gadisnya yang tertunduk itu dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Kevin menggapai tangan kanan Veerisha dan meletakannya di dada kirinya.
Veerisha mendongak dan menatap Kevin tepat di kedua manik matanya.
"Kamu rasakan ini? Aku sudah pernah bilang bukan jika jantungku selalu berdetak kencang seperti ini di saat aku selalu berada dekat denganmu?" Veerisha mengangguk mendengar ucapan Kevin itu.
Kevin menyentuh dada kiri atas Veerisha membuat Veerisha sedikit terkesiap akan hal itu. Kevin tersenyum simpul saat Veerisha terkesiap dan sedikit menarik diri darinya.
"Aku tidak akan berbuat yang macam-macam padamu ... Janji" ucap Kevin ada geli di dalam ucapannya itu.
Kevin kembali menyentuh dada kiri atas Veerisha, kali ini gadis itu membiarkan tangan Kevin menyentuh dadanya.
"Vee... kamu bisa rasakan sendiri bukan, jika detak jantungmu itu sama ritmenya dengan jantungku. Itu artinya kita punya ikatan.." ujat Kevin.
Veerisha menatap tangan kirinya yang masih menjamah dada kiri Kevin, gadis itu memejamkan matanya dan merasakan irama degup jantung pria yang ada di hadapannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomansVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
