Kevin pov :
"Permisi Dok, ini hasil Lab pasien-pasien Dokter yang sudah selesai..." ucap seorang perawat perempuan sambil memberikan beberapa lembar amplop putih bertuliskan logo rumah sakit ini.
"Ohh... iya terimakasih. Apa masih ada pasien lain Sus?" tanyaku pada perawat yang menjadi asistenku itu.
"Tidak ada Dok, pasien yang tadi, pasien terakhir hari ini." ucap perawat itu.
"Oky kalau begitu saya balik duluan. Oh iya jangan lupa kamu kabari pasien yang hasil labnya tadi sudah keluar, kamu atur janji temunya dengan saya ya..."
"Baik Dok," ucapnya di iringi kepergian ku.
Hari ini seperti biasanya aku berada dirumah sakit menjalani tugasku sebagai dokter. Tapi tidak dirumah sakit yang dulu. Aku sudah pindah rumah sakit sejak sebulan yang lalu saat aku pamit pergi ke Malaysia kepada Ve.
Aku juga membawa Mama dan Papa di apartemen baruku tak jauh dari rumah sakit.
Hari ini aku sengaja pulang cepat karena merasa kepalaku agak pusing.
Ku percepat langkahku di koridor rumah sakit dan karena hal itu lah tanpa sengaja aku menabrak seorang gadis.
"Aahh... maaf, kamu gak papa?" tanyaku sambil menolong gadis itu untuk bangkit berdiri.
"Ahh... gak papa kok, Dokter lagi buru-buru kan? Saya paham kok, pasti ada pasien gawat darurat ya Dok?" ucap gadis itu tersenyum manis sambil memungut kantong plastik yang berisi buah-buahan itu. Aku rasa gadis ini mau besuk batinku.
Gadis di hadapan ku ini cantik, senyumannya manis sama seperti senyuman yang di miliki Veerisha.
Oh aku jadi tambah rindu pada gadis kecilku itu.
Mendengar ucapan gadis itu aku hanya tersenyum kaku. Aku memang sedang terburu-buru tapi bukan karena ada pasien gawat darurat.
Huh... Aku jadi merasa bersalah pada gadis itu.
"Dokter, Dok!" ucapnya.
"Eeh iya maaf ya, saya minta maaf saya lagi buru-buru soalnya, sampai-sampai gak lihat jalan." ucapku.
"Ya udah kalau gitu, silakan Dokter lanjut lagi, saya gak papa kok..." ucapnya tersenyum manis memberikan aku jalan.
"Kamu yakin?" tanyaku lagi.
"Iya..." ucapnya masih memasang senyuman manisnya.
"Baiklah kalau begitu, saya duluan ya. Permisi..." pamitku pada gadis itu dan gadis itu hanya tersenyum.
Gadis itu benar-benar mengingatkan ku pada Veerisha.
***
Veerisha pov :
Kulihat Bunda sedang berada didapur, Fadel belum keluar dari kamarnya. Aku mengendap-ngendap untuk bisa keluar rumah.
Seperti yang sudah aku rencanakan tadi, hari ini aku akan kerumah Kak Kevin untuk menemuinya.
***
Huh! Akhirnya aku sampe juga dirumah kak Kevin dengan perjuangan kabur dari rumah, karena kalau Bunda tahu aku pergi untuk menemui kak Kevin Bunda pasti akan melarang.
Tapi saat aku nanti membawa kak Kevin kerumah, Bunda pasti tidak bisa memaksaku untuk menikah dengan Fadel lagi. Karena ternyata omongan Bunda selama ini nggak benar yang mengatakan bahwa kak Kevin telah pergi meninggalkanku.
Kulihat pagar rumah kak Kevin tidak terkunci, tuh kan! Pasti kak Kevin beneran udah ada dirumah.
Ku percepat langkahku memasuki perkarangan rumah Kak Kevin.
Terlihat sebuah mobil terparkir disana. Tapi seperti nya tidak mobil kak Kevin, mungkin dia sudah mengganti mobil nya.
Toktoktok... Toktoktok..!!
Ku ketuk pintu rumah kak Kevin beberapa kali, namun tak ada jawaban. Hingga tiba-tiba...
Cklekk..!!
Terdengar suara knop pintu rumah nya kak Kevin terbuka. Terlihat seseorang muncul dari balik pintu.
Seorang perempuan kira-kira umurnya 30 tahun dengan penampilan yang modis terlihat semakin cantik dengan make up sederhananya.
Mungkin ia adalah saudaranya tante Ratna atau Om Ridwan.
"Pagi dek.. Mau cari siapa yah?" tanya wanita itu dengan lembut.
"Pa-pagi kak, saya mau ketemu sama Kevin ada?" tanyaku gugup kepada perempuan yang baru kulihat ini.
"Kevin? Siapa yah?" tanyanya lagi.
"Kevin anaknya Om Ridwan sama Tante Ratna pemilik rumah ini.." ucapku.
"Ooh.. Maaf dek, Mbak Ratna sudah menjual rumah ini kepada suami saya 2 minggu yang lalu.." kata perempuan itu yang membuatku mengerutkan keningku.
"A-apa? Rumah ini udah dijual?" tanyaku panik.
Kalau rumah ini sudah dijual, lalu kemana Kak Kevin dan orangtuanya pergi? 2 minggu yang lalu? Berarti kak Kevin ada diJakarta 2 minggu yang lalu untuk menjual rumah ini. Tapi mengapa ia tidak menemuiku?
"Benar dek.. "
"Mereka pindah kemana yah kak?"
"Mereka nggak bilang mau pindah kemana dek, oiya? Adek siapa yah?" tanya wanita itu.
"Sa-saya, saya temennya kak Kevin" jawabku gemetar, aku sengaja tidak bilang kalau aku pacarnya kak Kevin karena kalau aku bilang wanita itu pasti heran masak pacarnya sendiri nggak tau kalau pacarnya sudah pindah rumah.
Tapi itulah yang terjadi, aku benar-benar tidak tahu apa-apa.
"Ooh temennya, yaudah mampir dulu yuk! Sekalian kenalan sama suami saya!" ajak perempuan itu kepadaku.
"Nggak usah kak, saya masih ada urusan. Kalau gitu saya pamit ya kak! Permisi..." pamitku menunduk takut wanita itu melihat mataku yang mulai menitikkan air mata.
"Ooh, yaudah kalau gitu.. Hati-hati yah.."
Aku bergegas meninggalkan perkarangan rumah kak Kevin dengan air mata berlinang.
Hancur sudah!! Hancur harapanku untuk bertemu kak Kevin..
Kak Kevin benar-benar sudah pergi meninggalkanku. Mungkin ucapan Bunda selama ini benar, bahwa kak Kevin tidak pergi ke Malaysia untuk seminar, tapi untuk meninggalkanku..
KAMU JAHAT KAK!! KENAPA KAMU TEGA TINGGALIN AKU...
MANA JANJI KAMU UNTUK SELALU ADA DISAMPINGKU..
DULU KAMU BILANG KITA AKAN MENGHADAPI MASALAH FADEL BERSAMA-SAMA! TAPI KENAPA KAMU KABUR KAK! KENAPA!??
***
😭😭😭😭
See you 😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
