Part 9

252 8 0
                                        

"Gue berdosa nggak, kalo ngebunuh orang yang terobsesi sama pacar gue?" -Kevin
-_________________________________-

"Ve.. "
"Hem?"
"Minggu ini kita liburan yuk!"
"Serius minggu ini? Emang kakak bisa?"

"Buat kamu apa yang nggak bisa sih Ve!" ujar kak Kevin saat kami dimobil dalam perjalanan pulang dari kampusku.

"Janji yah! Awas kalo bohong" ucapku tak yakin..
"Iya-iya, kakak janji!"
"Oiya, kita liburan nya berdua aja?" kataku.

"Kalo Ve maunya kita berdua aja ya nggak papa.." ujar kak Kevin sambil mencubit pipi kananku.

"Ih kakak! Kalo kita berdua aja ya nggak asik lah. Kalo ramekan lebih seru.. "

"Ya udah kita ajak kak Rayn, Sekar, Azka, sama Vira ya!"
"Yeee.. Yaudah nanti Ve kabari mereka ya kak!"

"Iya sayang! Yaudah turun gih! Udah sampe ni.. " ucap kak Kevin dengan gaya mengusir.

"Ooh jadi sekarang udah berani main usir-usir gini. Oke fix!" ucapku seraya membuka pintu mobil kak Kevin dengan gaya ngambek.

"Elah, gitu aja ngambek! Bercanda tau. Masa mau langsung pergi aja!" ujar kak Kevin sambil menarik tanganku membuatku kembali duduk.

"Emang mau apa lagi! Kalo Ve suruh mampir juga kakak pasti nggak mau" kataku ke kak Kevin, karena akhir-akhir ini kak Kevin memang jarang untuk mau mampir kerumah. Karena sifat Bunda yang berbeda dari biasanya ke kak Kevin.

"Iya sih. Tapi kiss dulu dong!" ucap kak Kevin sambil menyodorkan wajahnya ke depan.

Aku masih terdiam dengan ucapan kak Kevin yang terakhir.
Merasa kesal dengan Ve karena tak menjawab, Kak Kevin menarik tubuhku dan mengunci dengan kedua tangannya.

"Kak Kevin apaan sih! Lepas!"

Bukannya dilepas kak Kevin malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sampai aku dapat merasakan hembusan nafasnya di pipiku.

Aku merapatkan mataku saat aku melihat kak Kevin memejamkan matanya.

Tak terjadi apa-apa.

"Kenapa merem?" tanya kak Kevin yang membuatku kaget dan langsung membuka mataku dengan wajah datar dan plus wajah memanas.

"E-nggak, Ve nggak merem kok!"
"Ngeles aja!"
Bulu kuduk ku berdiri saat kak Kevin mendekatkan wajahnya ketelingaku.
"Ve ngarep nya apa tadi? Hem?" bisik kak Kevin di telingaku.

"Ve nggak ngarep!" ucapku langsung mendorong wajah kak Kevin dengan tanganku menjauh. Aku tak tahan lagi. Wajahku memanas, bahkan seluruh tubuhku terasa panas. Aku yakin wajahku pasti konyol sekali saat ini.

Kudengar kak Kevin tertawa terbahak-bahak didalam mobil saat aku berlari keluar ketika berhasil terbebas dari kurungannya.

***

Kevin Pov:

Hari ini gue sengaja jemput Veerisha ke kampusnya, karena akhir-akhir ini gue jarang banget bisa berduaan bareng Ve. Jangankan berduaan, untuk ketemu aja susah banget.

Bukan cuma Fadel yang menyebabkan hubungan gue dan Ve jadi renggang, melainkan Bundanya Ve yang akhir-akhir ini sifatnya berubah drastis ke gue.

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang