Part 5

348 12 0
                                        

   Hari ini sebenarnya aku ingin sekali menerima ajakan kak Kevin untuk pergi jalan karena hari ini ia libur.

Tapi sekarang aku berada disini, di Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput sepupuku Fadel.

Dia akan tinggal bersama kami untuk sementara karena dia akan melanjutkan study nya di Indonesia.

Fadel Anggara adalah anak dari Om Arman, sepupu Bunda yang telah lama menetap di London.

Sebenarnya aku tak terlalu menyukai pria itu. Ketika aku dan keluarga liburan ke London, kami menginap di rumah Om Arman. Waktu itu aku masih kelas 2 SMP dan Fadel berani menciumku dan bilang kalau dia cinta sama aku.

Gila! Aku benar-benar merasa jijik dengan perlakuan dan perkataannya saat itu.

Aku menjelaskan kepadanya kalau yang ia lakukan itu tidak baik, aku dan Fadel masih terlalu kecil untuk hal itu. Tapi dia malah berkata seperti ini "Sekarang kita memang masih kecil, tapi beberapa tahun lagi kita akan menjadi orang dewasa dan saat itu tiba aku akan mengejar cinta nya Ve! Aku nggak akan menyerah!"

Aku merinding jika ingat kata-kata nya itu, Apa Fadel serius dengan ucapannya dulu? Aku nggak bisa membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi. Bagaimana dengan kak Kevin? Bagaimana kalau Fadel beneran melakukan itu sekarang, dengan dia melanjutkan studynya disini dan ingin tinggal bersama kami.

Haiss.. Sepertinya semua itu benar-benar akan terjadi.

"Veerisha!" panggilan itu membuatku mengarahkan tatapanku pada sosok yang memanggilku.

Kulihat sosok yang sedikit demi sedikit mendekat ke arahku dengan koper yang cukup besar membuatnya kesulitan untuk melangkah.

Pria cilik itu kini telah menjadi pria dewasa, melihat postur tubuhnya yang jauh lebih berisi di bandingkan dulu.

"Hai Veerisha! Senang bisa ketemu kamu lagi.. " ucapnya sambil memelukku.

"Fadel lepas! Enggak enak dilihat orang!" ucapku risih dengan pelukannya.

"Kenapa? Wajar dong, kan baru ketemu orang yang di cinta!" ujarnya yang masih memelukku.

"Apaan sih maksud lo! Lepas ugh! Atau Ve teriak!" ucapku yang mulai emosi karena ia belum juga melepaskan pelukannya.

"Maaf ya Ve! Gue terlalu seneng bisa jumpa kamu lagi" katanya sambil melepaskan pelukannya.

"Apa maksud ucapan kamu tadi? Jangan bilang kalau masih.."

"Tentu masih lah. Kan gue udah bilang kalau gue nggak bakalan nyerah untuk bisa dapetin cinta Ve gimanapun caranya!" ucapnya memotong ucapanku tadi.

"Terserah kamu aja Fadel. Tapi yang pasti kamu jangan sampai sakit hati kalau nanti Ve bawak orang yang Ve cintai kerumah!" terangku sambil beranjak ke arah mobil meninggalkan nya dibelakang.

"Maksudnya? Ve belum punya pacarkan?" tanya Fadel sambil mengejar langkahku.

"Itu bukan urasanmu!" cetusku sambil masuk kedalam mobil.

"Oh ya Tuhan, pria ini pasti nggak akan pernah menyerah untuk mendapatkan keinginannya. Semoga nggak terjadi apa-apa kedepannya dan nggak ada masalah dengan hubunganku dan kak Kevin nantinya" gumam batinku cemas.

***

"Lo kenapa sih Ve? Kok wajah kamu bete banget?" tanya Azka yang tengah mengemudi.

Hari ini aku pulang diantar Azka karena kak Kevin dan kak Rayn sama-sama sibuk dengan pekerjaannya. Dan kak Kevin juga sudah kenal baik dengan Azka, jadi Azka ataupun aku nggak merasa sungkan ke kak Kevin kalau kami sering pulang bareng.

"Vee.. Lo denger gue nggak sih!" tanya nya yang memnuatku sadar dari lamunanku tentang Fadel.

"Sorry.. Sorry, kamu nanya apa tadi!?" tanyaku balik.

"Ah, makanya jangan ngelamun mulu! Gue tanya kenapa mukak lo bete gitu" tanyanya lagi.

"Aku pernah cerita kan sama kamu, kalau sepupuku yang dari London akan ambil study disini dan mau tinggal bersama kami" jelasku.

"Nah loh! Terus kenapa lo bete? Seharusnya lo seneng dong rumah lo kan jadi rame!" ujarnya.

"Aku nggak suka sama dia Ka, dia itu suka sama aku. Aku takut dengan kehadirannya disini dapat menjadi masalah bagi hubungan aku dan kak Kevin kedepannya!" jelasku sambil meneteskan air mata.

"What! Serius dia suka sama lo? Lo tau dari mana? Ceritain dong Ve, plis lo jangan nangis gini!" ucap Azka dengan melihatkan wajah khawatirnya.

"Iya.. Dia nyatain cintanya beberapa tahun yang lalu saat kita masih kelas 2 SMP, pas aku liburan kerumahnya" ucapku sambil menyekat air mataku.

"Haah!! Dia nembak lo pas kelas 2 SMP?? Nekat juga tuh cowok. Tapi boleh laah.. " ucap Azka membuatku tersenyum kecut.

"Tapi kan itu udah lama Ve.. " ucapnya lagi.

"Iya itu udah lama Ka! Tapi kemaren pas aku jemput dia di bandara dia bilang ke aku kalau dia akan ngejar cinta aku gimana pun caranya.. Aku takut Ka.. " ucapku lirih sambil kembali meneteskan air mata.

"Ya ampun Ve, segitunya pria itu cinta ke elo ya! Sampe rela ngejer lo kesini. Tapi lo nggak usah khawatir, gue bakalan suport lo sama kak Kevin kok. Tapi sebaiknya lo ceritain semua ini ke kak Kevin Ve. Lebih cepet lebih baik, takutnya.. " ucap Azka tak melanjutkan kata-katanya, karena ia tau aku paham akan maksud nya.

"Iya Ka, aku juga berfikir seperti itu. Kamu emang sahabatku yang paling the best deh. Hahah!" ucapku sambil mencubit pipinya.

"Iya tapi nggak perlu nyubit pipi gue segala. Sakit tau!" ringisnya sambil mengusap pipinya.

"Hehe.. Sorry Azkaa..! Thanks ya tumpangannya! Bye..." sekali lagi aku cubit pipinya dan pergi secepat mungkin, kudengar teriakannya dari dalam mobil. Aku yakin Azka pasti kesal, senang bisa menggoda sahabatku itu.

***

Sudah hampir tiga minggu Fadel tinggal bersama kami, urusan pendaftaran kuliahnya pun sudah selesai diurus.

Aku dan Fadel masuk di perguruan tinggi yang sama, untungnya tidak satu fakultas. Dia ambil psikologi. Meski tak satu jurusan namun Fadel selalu mendekatiku. 

Jujur aku tidak suka dekat-dekat dengannya, karena itu akan membuat emosiku semakin bertambah saja.

Akhir-akhir ini pun aku jarang berangkat kuliah dijemput kak Kevin, itu semua sebab Ayah menyediakan mobil untuk Fadel dan pasti Fadel akan mengajakku berangkat bareng, aku juga nggak enak jika harus menolak ajakan Fadel didepan Ayah dan Bunda.

Kalau begini terus perasaanku akan kacau sepanjang hari baik dirumah maupun di kampus. Uh! Sebal rasanya.

***

Pengen hempaskan Fadel! 💨

Sorry feel nya nggak dapet!
Next part baca ya!
Tq readers!🙏
Vomment nya yah!!

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang