Epilog

391 10 0
                                        

Kevin merengkuh posesif pinggang Veerisha, pria itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gadis yang saat ini telah sah menjadi istrinya itu.

Sudah hampir lebih dari satu bulan ini mereka menjalani hidup sebagai pasangan suami istri. Setelah semua masalah dan cobaan yang menghadang kisah cinta mereka, kini kedua insan itu telah mendapatkan kebahagiaannya.

Kevin bersyukur karena kedua orang tuanya merestui cintanya pada gadisnya itu, dan mereka mendukung hubungan keduanya agar keduanya itu bisa melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan.

Veerisha sempat terkesiap saat lengan kokoh suaminya melingkar di pinggangnya.
"Kakak aku lagi masak!" ucap Veerisha. Ya, wanita itu sedang berkutat dengan kewajiban paginya guna membuatkan sarapan pagi untuk suami tercintanya itu, sebelum suaminya berangkat bekerja.

"Aku tahu... tapi aku kangen kamu, Sayang.." ucap Kevin manja.

Ya Tuhan.. Suamiku ini benar-benar manja hari ini. Batin Veerisha sambil tersenyum.

"Kak Kevin ketemu Veerisha setiap hari, apa itu tidak membuat kakak bosan? Dan sekarang kakak bilang kakak kangen sama Vee

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Kevin ketemu Veerisha setiap hari, apa itu tidak membuat kakak bosan? Dan sekarang kakak bilang kakak kangen sama Vee.." ucap Veerisha dan Kevin menggeleng.

"Aku tidak akan pernah bosan terhadapmu dan kamu pasti tahu akan hal itu bukan? Jika aku memiliki kebosanan terhadapmu mungkin cintaku ini tidak akan pernah bisa bertahan selama itu tapi buktinya lain bukan? Aku tetap mencintaimu dan tidak pernah bisa lepas darimu, karena apa? Karena aku tidak pernah bosan denganmu, kamu adalah canduku, Veerisha Tworellia..." ucapan Kevin membuat kedua pipi Veerisha bersemu merah. Suaminya benar-benar manis sekali batinnya.

Kevin membuat Veerisha kesal karena Kevin terus terus meracaunya.

"Kakak!" sergah Veerisha. Gadis itu berusaha melepaskan diri dari serangan suaminya di pagi hari ini.

"Hemmm..." gumam Kevin.

"Hentikan! Nanti Mama dan Papa lihat!" ucap Veerisha was-was, ia tidak ingin dipergoki dalam keadaan seperti ini oleh kedua orang tuanya Kevin yang kini telah menjadi mertuanya itu.

Yaa.. Setelah resmi menikah keduanya memilih tinggal bersama Ridwan dan Ratna, orangtua dari Kevin. Awalnya Widya tidak setuju dengan keinginan putri dan menantunya itu. Namun akhirnya Widya setuju dengan syarat mereka harus sering datang dan menginap dirumah Widya.

Ditambah lagi dengan keputusan Rayn dan Sekar untuk tetap tinggal dirumahnya Widya setelah keduanya resmi menikah seminggu yang lalu.
Membuat Widya tidak terlalu kesepian karena tak bisa bersama dengan putrinya itu setiap hari.

"Kalau begitu kita ke kamar.." ucap Kevin enteng.

Veerisha memukul lengan Kevin. "Aku masih masak, Kak! Lebih baik kakak mandi sana, kakak belum mandi kan?" sergah Veerisha jengkel dengan sikap Kevin yang begitu manja ke padanya.

"Tunggu sebentar lagi ya... aku masih mau bersamamu" ucap Kevin dan sekali lagi pria itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Veerisha.

"Ehemmm!" Suara itu membuat Veerisha menjengkit dan membuatnya menjadi salah tingkah. Gadis itu melihat Papanya berdiri di ambang pintu dapur sambil bersedekap dada.

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang