"Pagi Ve! Lo kenapa kok cemberut gitu? Galau yah?" tanya Vira sahabat yang baru kukenal saat kuliah di fakultas seni ini.
Vira wanita yang selalu ceria, tak pernah melihatkan kesedihannya keorang disekitarnya. Ia selalu menutupi kesedihannya dengan keceriaan yang ia miliki, ia masih bisa menghibur temannya meski ia sendiri sedang lagi ada masalah.
Kadang aku malu pada Vira, karena selalu melihatkan kesedihanku. Tapi ini lah aku, bisa dibilang wanita yang cengeng.
"Ra, maafin aku ya. Karena aku nggak bisa sekuat kamu. Kamu selalu bilang kalau kita harus jadi wanita yang kuat, nggak boleh cengeng. Tapi sekarang aku nangis lagi dihadapan kamu Ra" ucapku terisak dipelukan Vira sahabatku.
"Sabar Ve, gue tau masalah lo nggak kecil. Gue selalu tersenyum karena gue nggak pernah ngerasain apa yang lo rasain" ucap Vira menenangkanku.
"Ra, aku nggak tau harus gimana! Kak Kevin sangat marah sama Fadel. Aku takut Ra.. " ujarku lirih.
"Lo nggak usah khawatir Ve, apa yang harus lo takuti? Kak Kevin udah tau semuanya, dan ia pasti akan selalu ngelindungi lo dari Fadel brengsek itu kan!" terang Vira berusaha menenang kan ku.
"Aku mengkhawatirkan kak Kevin Ra, aku takut Fadel mencelakakan kak Kevin untuk bisa dapetin aku.. " ujarku masih dengan suara parau dan terisak.
"Hust! Lo nggak boleh ngomong gitu. Lo harus yakin kalo kak Kevin nggak bakalan kenapa-napa. Gue akan selalu ada disamping lo Ve" ucap Vira.
"Thanks ya Ra, Ve bersyukur punya sahabat sebaik kamu Ra" kataku.
***
Author pov:
Setidaknya kini Ve tidak menanggung beban itu sendiri, karena Kevin telah mengetahui kebenarannya. Ditambah lagi dengan kehadiran kedua sahabatnya Azka dan Vira yang dengan setia menemani hari-hari Ve di campus.
Lalu bagaimana dengan Fadel? Apa ia hanya berdiam diri menunggu hubungan Ve dan Kevin putus? Tentu saja tidak! Tanpa disadari ia telah mengetahui suatu rahasia besar yang akan menjadi senjata untuk mendapatkan Veerisha dengan rencana yang telah ia buat.
***
Line!
Kak Rayn :"Ve, ntar sehabis dari campus lo ke kantor Ayah yah! Langsung keruang kerja kakak aja, ada hal penting yang harus kita bicarakan".
Veerisha : "Ada apa sih kak? Kok kayaknya penting banget? Ngapa nggak dirumah aja?"
Kak Rayn : " plis! Adek kakak yang cantik kapan cerewetnya hilang? Pokoknya kamu harus dateng! Oke!"
Veerisha : "iyadeh kak, Ve nanti kesana.
Ada apa yah? Kayak nya kak Rayn ingin bicara serius.
"Ve, pulang yuk!" ucap Fadel sambil menarikku.
"Fadel lepasin! Lo nggak bisa apa nggak maksa gue gini! Gue mau balik bareng Vira. Lo duluan aja gih" ucapku kesal. Fadel selalu memaksaku.
Ayah mungkin nggak keberatan kalau aku pindah dari kampus ini, tapi itu percuma. Fadel juga pasti akan ikut pindah.
"Vira!" panggilku saat melihat Vira dari kejauhan.
"Eh Ve, ada apa? Fadel ganggu lo lagi huh?" tanya Vira saat sudah berada didekatku.
"Eh lo nggak usah ikut campur! Mending lo pulang bareng pacar lo tuh! Ve mau pulang bareng gue" ujar Fadel saat melihat Azka mendekat kearah kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
