Veerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York.
Namun perjalanan cinta...
"Veerisha!!!" seruan itu membuat Veerisha dan Bundanya harus menutupi kedua telinga mereka.
"Ya Tuhan Vira, jangan berteriak seperti itu! Kamu bisa ganggu pasien yang lain.." ucap Widya.
"Hehe... Maaf tante, Vira terlalu gembira karena Veerisha udah sadar" ucap Vira sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal sama sekali.
"Kamu ini kebiasaan ya! Dasar toa!" ucap seorang pria yang berdiri tepat di belakang Vira sambil mengacak rambut gadis itu gemas. Vira meringis pada pria yang adalah kekasihnya itu.
"Veerisha gue kangen sama elo.." ucap Vira memeluk sahabatnya itu. "Gue minta maaf ya soal kejadian waktu itu, seharusnya gue percaya sama elo... Semua itu gara-gara Fadel, awas aja kalau dia ketangkep!"
"Nggh, maaf ya ... Tapi sebelumnya__" ujar Veerisha melepaskan rangkulan Vira secara perlahan. "Kalian ini siapa?" pertanyaan Veerisha membuat Vira dan Azka tercengang.
Widya yang ada di sana akhirnya menjelaskan pada kedua sahabat anaknya itu jika Veerisha mengalami Amnesia, Azka dan Vira sempat terkejut mendengar kenyataan bahwa sahabat baik mereka itu kehilangan ingatannya.
Tapi setelah Widya menjelaskan jika amnesia Veerisha itu masih bisa di sembuhkan, akhirnya mereka pun mendesah lega. Paling tidak mereka tidak kehilangan sahabatnya itu.
"Maaf ya aku benar-benar gak bisa inget apapun.." ucap Veerisha tertunduk lesu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vira menghampiri Veerisha dan memeluk gadis itu kembali. "Gak papa nanti juga lo pasti ingat lagi, elo tenang aja gue sama Azka bakalan selalu ada buat elo..." ucap Vira. Veerisha balik memeluk Vira erat, Azka dan Widya tersenyum senang melihat Veerisha dan Vira kembali akur.
"Eeeh iya, tante Widya sejak kapan disini?" tanya Azka. "Oh, barusan aja sampe Ka.." ucap wanita paruh baya itu.
"Veerisha sayang, gimana kabarmu? Apa yang sakit?" tanya wanita paruh baya itu. "Tante siapa?" tanya Veerisha.
"Sayang, ini Bunda nak. Bunda memang bukan ibu kandung kamu, tapi Bunda yang merawat kamu dari kecil sejak orangtua mu meninggal" Jelas wanita itu. Wanita itu memeluk tubuh putrinya dan terisak di dalam dekapan putri semata wayangnya itu.
"Bunda..." gumam Veerisha.
"Maafin Bunda nak karena Bunda sudah membuatmu sedih selama ini, Maaf..." ucap Widya terisak.
Vira dan Azka yang melihat hal itu tersenyum penuh haru. Veerisha melepaskan pelukannya dan menatap tepat di kedua manik mata Widya.
"Veerisha minta maaf karena Veerisha tidak ingat siapa Bunda, tapi apapun kesalahan Bunda pada Ve, semua itu sudah Ve maafkan.." ucapan Veerisha membuat Widya merasa lega, wanita paruh baya itu menangis dan mendekap erat putrinya itu dan Veerisha pun membalas pelukan ibu yang telah merawatnya selama ini meskipun bukan ibu kandungnya.