"Ketika hati itu tersakiti, hanya akan ada air mata di sana.... Ketika hati itu hancur, apakah ada obat yang mampu mebuatnya utuh kembali? Jika memang ada mungkin tak akan kembali seperti sedia kala..."
-Author
+++++++++++++++++++++
Author pov :
Darah segar bercampur cairan infus itu menetes dari tangan kanan gadis yang kini menatap tajam pada ke empat orang yang berada di ruangan itu, selang infus yang tadinya terpasang di pembulu darah vena tangan gadis itu terlepas dari jarum Abochatnya ketika tak sengaja terinjak olehnya di saat dia bangkit berdiri tadi.
Widya yang melihat keadaan Veerisha itu hanya bisa menitihkan air matanya sambil membungkam mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya, wanita paruh baya itu tak menyangka rahasia itu kini terbongkar.
Rahasia yang selama ini di tutup-tutupinya dari anak gadisnya itu kini di ketahui anak gadisnya itu dari mulutnya sendiri.
Dafa hanya bisa menatap kejadian yang memang sudah lama di prediksikannya itu akan segera terjadi, dengan tatapan lirih dia melihat orang yang di cintainya terpuruk satu persatu.
Kevin yang di tatap oleh Veerisha dengan tatapan kepedihannya itu merasa frustasi karena gadisnya itu tak berucap sepetah katapun, gadis itu hanya menatapnya nyalang.
Veerisha melepaskan tangan Kevin yang memegang bahunya dengan perlahan tanpa ada sedikitpun suara dari bibirnya, gadis itu menyerahkan jarum infus itu ke tangan Kevin membuat tangan lelaki itu pun terkena bercak darah gadis itu.
Kevin menatap tangannya yang memegang jarum yang bersimbah darah gadisnya itu dengan hati yang hancur, entahlah mengapa Kevin merasa seperti di campakan oleh gadisnya itu. Jarum itu seperti menggambarkan hatinya yang telah ia berikan pada gadis itu namun kini di kembalikan ke padanya lagi.
Veerisha berjalan meninggalkan Kevin yang terpaku di tempatnya dan menghampiri bundanya yang kini telah berdiri tepat di hadapannya.
"Bunda..." ucap Veerisha lirih memanggil bundanya. Akhirnya suara gadis itu pun terdengar, Widya memeluk Veerisha ketika gadis itu bersuara.
"Bunda apa itu benar, apa semua yang Ve dengar itu benar?" tanya gadis itu setenang mungkin di dalam pelukan wanita paruh baya yang dia anggap selama ini adalah ibu kandungnya.
Tubuh Widya bergetar ketika mendengar ucapan putrinya, Veerisha yang merasa bundanya itu menangis di dalam pelukannya mencoba melepaskan pelukan bundanya itu.
"Jawab Ve bunda! Veerisha anak kandung bunda atau bukan?" tanya gadis itu sekali lagi sambil melepas paksa pelukan bundanya itu. Veerisha mulai mencengkram bahu perempuan paruh baya itu dengan kedua tangannya.
Widya yang di pertanyakan seperti itu hanya bisa tertunduk sambil membekap mulutnya dan terisak tanpa bisa menjawab pertanyaan anak gadisnya itu.
"Ooh.. Ve tau bun, Bunda diam karena itu benar kan? Jadi benar, semua itu benar..." ucap Veerisha terisak kini gadis itu benar-benar kehilangan kontrol emosinya.
"Kenapa, kenapa bunda membohongi ku!!!" jerit Veerisha mulai frustasi menerima kenyataan itu.
Bening keristal itu membanjiri kedua pipinya, dengan perlahan gadis itu berjalan mundur. Hal itu membuat Widya angkat bicara.
"Bunda bisa jelaskan nak," ucap Widya menghampiri Veerisha namun gadis itu menepis uluran tangan Bundanya itu dengan kasar.
"Tidak!" ucap Veerisha lirih.
"Veerisha dengarkan penjelasan Bundamu dulu, Nak.." ucap Dafa membantu sang istri.
"Tidak kalian sama saja, kalian semua pembohong!!! Aaaaaa!!!" jerit Veerisha frustasi sambil menutup kedua telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
Storie d'amoreVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
