Part 41

183 9 0
                                        

Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote sebelum baca & comment setelah baca!! 🙏

Saat ini ketiga pemuda yang sedari tadi mencari keberadaan Veerisha kini tengah duduk di sofa ruang tamu di kediaman kekasih dari salah satu pemuda itu.

"Sekar, Ve beneran ada disini kan?" tanya Rayn kepada kekasihnya itu. Sekar tersenyum melihat kekawatiran pemuda yang berada di hadapannya itu.

"Kamu gak usah kawatir Ve nggak kabur lagi kok.." Rayn yang mendengar ucapan Sekar hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal sama sekali itu.
"Sekarang Ve mana Kar?" tanya Kevin.

"Ve sedang istirahat di atas, kasihan gadis itu semalaman tidurnya tidak tenang. Dia selalu mengigau. Sepertinya dia juga demam mungkin karena kehujanan tadi malam, tapi tadi setelah makan dan minum obat dia tertidur lagi mungkin karena efek obat yang di minumnya tadi. Lebih baik kalian menunggunya sampai dia terbangun, kalian juga pasti lelah kan karena mencarinya semalaman lebih baik kalian istirahat dulu di sini..." terang Sekar.

Rayn, Kevin dan Azka hanya menurut dengan ucapan gadis itu.

"Gue akan buatkan kalian minum hangat!" ucap Sekar akan beranjak dari duduknya.

"Sekar... boleh nggak gue melihat Veerisha sebentar, gue nggak akan membangunkannya?" tanya Kevin sebelum sempat Sekar melangkah ke arah dapur.

"Ya... Elo naik saja dia ada di lantai atas kamar paling kiri..." setelah memberi tahu Kevin, Sekar lalu pergi ke arah dapur membuatkan minuman hangat untuk ketiga pemuda itu.

Perlahan Kevin membuka pintu kamar itu, matanya menangkap sosok seorang gadis yang sedang terlelap di dalam selimut hangatnya.

Kevin duduk di tepi ranjang itu sambil menyelipkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah cantik gadisnya itu, Kevin melihat mata cantik gadisnya itu sembab dia tahu bahwa peri kecilnya itu pasti menangis semalaman hingga membuat mata cantiknya bengkak seperti itu.

Kevin duduk di tepi ranjang itu sambil menyelipkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah cantik gadisnya itu, Kevin melihat mata cantik gadisnya itu sembab dia tahu bahwa peri kecilnya itu pasti menangis semalaman hingga membuat mata cantiknya ...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kevin mengecup perlahan kedua mata yang terpejam itu, setetes keristal berhasil terlepas dari sudut mata Kevin ketika menatap wajah perempuan yang di cintainya itu. "Maafkan kakak..." gumam Kevin lirih.

"Syukurlah kamu baik-baik saja, kakak sangat menghawatirkan keadaanmu, kakak hampir gila karena mencarimu semalaman, kakak takut terjadi sesuatu padamu" ucap Kevin seraya mengecup kening gadis itu dan membetulkan selimutnya sebelum pergi dari kamar itu.

Azka melihat Kevin turun dari lantai atas dan kembali menghampirinya. "Bagai mana?" tanya Azka.

"Dia baik-baik saja, dia sedang tertidur.." jelas Kevin membuat Azka bernapas lega.

"Syukurlah..." gumam Azka.

"Veerisha!!!" suara itu mengejutkan ketiga pria itu membuat mereka mengedikan bahu ke arah sosok yang kini telah berdiri di depan pintu.

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang