Part 34

3.5K 179 15
                                        

Tuhan izinkanlah aku tetap sadar dan tak terpejam lagi.
Manda.

##

Author's PoV

"Tolong jagain Manda Za"

Reza menatap tangan Lucky yang berada di bahunya. Ia lalu menampiknya.

"Jadi cowok jangan gampang nyerah dong Luc. Loe ga bisa ninggalin Manda gitu aja.Apalagi dengan kondisinya seperti ini"

"Ini satu satunya jalan keluar Za"

Reza berdecak kesal"Bodoh loe Luc.Selalu ada pilihan. Tapi pilihan loe kali ini untuk melepaskan Manda sungguh salah besar.Gue cuma berharap loe bisa berubah fikiran"

Lucky memijit kepalanya"Gue ga tau lagi harus ngelakuin apa Za.Hanya ini yang bisa gue lakukan sekarang"

Lucky kemudian meninggalkan Reza dan memberanikan diri mengetuk pintu kamar kedua orangtua nya yang terletak di lantai atas. Laura segera membuka pintunya.

"Bisa bicara sebentar Ma"

"Ada apa Luc?"tanya Sam dibelakang Laura. Lucky pun segera masuk ke dalam.

Lucky terlihat agak ragu"Em..Ini mengenai Manda"

"Apa dia sudah sadar?"ucap Laura senang. Ia beranjak keluar.

"Bukan Ma. Tapi Lucky akan menceraikan Manda"Sontak langkah kaki Laura terhenti.Sam langsung memutar tubuh Lucky dengan kasar.

"Apa maksudmu Luc?Kamu jangan main main!"

Lucky tak berani menatap mata papanya.

"Luc..apa yang mama denger tadi salah kan? Kamu ga mungkin menceraikan Manda kan?"

"Lucky jawab!"sentak Sam.

Lucky pun menatap kedua orangtuanya.

"Lucky ga bisa kaya gini terus pa, ma. Lucky capek. Dia masih belum sadar juga dan Lucky tidak bisa menunggunya lebih lama lagi. Manda hanya menjadi beban untuk Lucky.Dia hanya merepotkan Lucky setiap hari"

Plaaakkk ...

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lucky hingga ujung bibirnya berdarah.Lucky hanya bisa meringis. Perkataan nya tadi memang disengaja.Ia tak lelah menjaga Manda hanya saja ia merasa kehadiran nya disamping Manda malah membuat wanita itu menderita.

"Papa! "pekik Laura kaget.Tak menyangka Sam akan memukul putra satu satunya itu.

Sam menarik kerah baju Lucky hingga Lucky kesulitan bernafas.

"Papa hentikan Pa"jerit Laura sembari mencoba melepaskan tangan Sam dari leher Lucky.

"Tega teganya kamu mengatakan seperti itu Ky. Apa ini balasan kamu atas semua yang sudah dilakukan Manda?Manda sudah berkorban untuk menjadi istri kamu menggantikan Susan!Dia koma juga karena menyelamatkan kamu Ky.Bagaimana kamu bisa berfikir untuk meninggalkan Manda!! "Sam melepaskan tarikannya dengan mendorong Lucky.

"Lucky tau Pa. Tapi Lucky tidak bisa bertahan tanpa kepastian seperti ini. Sampai kapan Lucky harus menunggu Manda? Aku ingin kebebasan Pa"Lucky berdiri setelah dirinya jatuh kelantai karena dorongan Sam tadi. Ia memang telah siap dengan kemarahan Papanya. Bahkan jika Sam membunuhnya ia rela.

"Bebas?Baiklah kamu boleh pergi sekarang!Pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi!"bentak Sam.Wajahnya memerah dan seluruh tubuhnya seakan tengah dibakar api. Tampak jelas raut kekecewaan dan kemarahan nya yang besar.

Laura terkejut bukan main.

"Pa..kita bicarakan ini baik baik. Ky mama mohon pertimbangkan lagi keputusan kamu. Bagaimana dengan Arsyila?Apa kamu juga tega meninggalkan nya?"Laura menghampiri Lucky sambil terisak.

Are You My Destiny? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang