Part 26

1.4K 49 0
                                        

Kalau saja rindu ada obatnya, pasti kubeli semua obat itu.

**
"

Guee pacaran sama.."

"..."

"..."

Ceklek.

"Kamu lagi ngapain, Rel?" Tanya Mamahnya.

"Ih kok Mamah masuk gak ketok pintu dulu sih?" Gerutuh Ferrel.

"Tumben banget skype sama Bang Alex. Haloo abaanggg? Gimana nak kabarnya? Sehat kann? Maaf ya, Mamah belum bisa kesana" Ucap Mamahnya sambil melambaikan tangannya ke arah layar laptop.

"Yaampun ini, Mamah? Cantik banget sih, sampe kalah selena goes." Ucap Alex membuat Mamahnya mengerucutkan bibirnya.

"Selena Gomez, Lex. Ish kamu mau muji atau ngatain sih?" Gerutuh Mamahnya.

"Ooohiyaa, masa tadi Ferrel nanya-nanyain kamu Lex." Ucap Mamahnya membuat Ferrel mendorong pelan Mamahnya keluar kamar.

"Udah ya Mamah sayangg bobo udah malem, besok kan harus bikin sarapan buat anak gantengnya." Ucap Ferrel langsung menutup pintunya.

Setelah menutup pintunya, Ferrel langsung duduk diatas kasurnya dan menatap layar laptopnya lagi untuk melanjuti komunikasinya dengan Alex.

"Mamah ribet, sorry-sorry" Ucap Ferrel.

"Gue jadi pengen tinggal disana lagi, kangen." Balas Alex.

"Lo mau tinggal disini lagi emangnya udah moveon sama mantan?" Tanya Ferrel frontal.

"Lo tau alasan gue pindah ke Kanada?" Tanya Alex.

"Tau."

"Bang?" Panggil Ferrel.

"Hm."

"Gue pacaran sama mantan lo tapi pengen gue putusin." Ucap Ferrel lantang membuat Alex terdiam sejenak.

"Siapa?" Tanya Alex.

"Menurut lo?" Tanya Ferrel.

"Siapa?" Tanya Alex lagi dengan tatapan tajam.

"Fella." Jawab Ferrel membuat Alex terdiam ia syok bahwa mantan kekasihnya sekarang telah berpacaran dengan adik kandungnya.

"Ekhmmm, Bagus. Jangan lo sakitin." Ucap Alex.

"Gue mau putusin, gue gak mau pacaran sama mantan kekasih abang kandung gue sendiri." Balas Ferrel sambil mengacak rambutnya.

"Jangan. Fella hanya masa lalu gue dan gue udah selesai sama dia." Ucapnya dengan tajam.

"Ini keputusan gue, lo gak berhak larang."

"Lo jangan brengsek seperti gue. Pokoknya lo harus jaga dia, jangan memikirkan gue disini. Karena, gue juga udah ada pengganti. Kalau lo putusin Fella, kasian dia nanti gak ada pasangan." Jelas Alex.

"Lo aja yang pacaran sama Fella lagi." Ucap Ferrel menyepelekan

"Gue sama dia udah ibarat kayak kaca retak, kertas diremas, nasi jadi bubur, dan lo pasti tau itu gak bakal bisa balik seperti semula." Jelas Alex.

"Gue gak tau. Bingung harus gimana?"

"Yaudah sih tinggal pacaran ribet banget lo, apa hubungannya juga kalau Fella mantan gue?" Tanya Alex.

"Gue gak enak, masa bekas pacar lo gue pacarin." Tutur Ferrel.

"Bekas palalo! Pernah make juga nggak!" Jawab Alex.

"Tapi sempet kan?" Tanya Ferrel meledek sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Bangsat nggakk!" Sergah Alex.

"Gue perlu bukti." Ucap Ferrel.

"Bukti apaan?" Tanya Alex

"Buktiin kalau lo punya cewek karena itu menandakan bahwa lo udah moveon dari Fella." Ucap Ferrel.

"Sialaan jadi lo gak percaya? Liat besokk gue bakal skype bareng cewek gue." Jawab Alex.

"Okeee kita buktikan." Ucap Ferrel.

"Dan yang pastinya, cewek gue lebih cantik daripada Fella hahahaha" Ucap Alex meledek.

"Sialan. Lo belum ketemu Fella udah 3 tahun, dia sekarang tampil cantik dan anggun tapi blak-blakkan ngeselin." Ucap Ferrel.

"Yaudah besok lo skype bareng Fella, gue ingin lo membuktikkan omongan lo tadi." Ucap Alex.

"GAK. itumah keinginan lo pengen lihat Fella." Balas Ferrel.

"Hahaha sialan tau aja!"

tbc.

PhilophobiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang