"Eh tapi gara-gara si Yogi ngomong gitu, geger lho semua orang di lantai satu asrama," ujar Radinka
"Malemnya gue gak bisa tidur man teman," jawab Salsa memutar bola matanya malas
"Pasti kebayang-kebayang aja yaa? Sama kek gue anjiir," ujar Demartha
"Mampus kalian, mana empat hari ini kita pulang malem terus lagi," ujar Radinka
"Eh tapi gak ada apa-apa tau, si Yogi cuma bercandain kita waktu itu," jawab Fadia ikut bergabung
"Gak ada apa-apa sih emang, tapi namanya juga udah mau tengah malem, ya pasti parno lah," ujar Risa tertawa kecil
"Eh eh hari ini kita jaga perbatasan timur?" tanya Nadine
"Iyaaaa."
"Anjiir gue patroli helikopter duuuh," ujar Risa menepuk jidatnya
"Gue pasti jaga perbatasan laut niih," ujar Demartha
"Ya iyalah lo jaga perbatasan laut, lo kan angkatan laut demar," jawab Chintya memutar bola matanya malas
"Tha, kurang tha nooh," ujar Demartha tertawa kecil
"Serah l."
🔫🔫🔫
Setelah dua hari terlewati, semuanya tetap aman, berjalan seperti biasanya. Mereka juga tetap sekolah seperti biasanya.
Tetapi ada satu orang prajurit yang merasa ada sesuatu yang janggal. Siapa lagi kalau bukan Radinka.
"Kaa."
"Napee?"
"Kok gue ngerasa ada sesuatu yang aneh yaa?"
"Aneh apanya?"
"Tumben beberapa hari ini sama sekali gak ada penyerangan apapun?"
"Ya alhamdulillah lah Radinka Maladewi."
"Tapi feeling gue gak enak."
"Okee nanti pulang sekolah, kita omongin sama yang lainnya."
Meskipun Raka berkata seolah mensyukuri. Tetapi, dalam hatinya dia setuju dengan perkataan Radinka. Maka dari itu, dia bilang bahwa dia harus mengumpulkan yang lainnya.
Tak terasa waktu pun berjalan dengan cepat, bel pulang sekolah berbunyi. Siswa-siswa pun berjalan meninggalkan kelas mereka masing-masing.
Hanya Radinka dan yang lainnya, yang masih berada di kelas mereka. Tentu saja dia dan Raka akan membahas persoalan yang mereka bahas saat istirahat tadi.
"Ada apa niih, kita dikumpulin?" tanya Abyan bertanya-tanya
"Gue mau ngebahas soal beberapa hari ini," jawab Radinka
"Beberapa hari ini, emang ada apa?" tanya Nadine mengangkat alisnya
"Lo pada ngerasa aneh gak sih? Beberapa hari ini gak ada penyerangan apa-apa, semuanya tuh bener bener kaya ditelan bumi, tau gak gak," jawab Radinka serius
"Bukannya alhamdulillah yaa," ujar Chintya, Demartha dan Salsa
"Kayanya gue setuju sama Radin deh," ujar Fadia mengangkat kepalanya
"Gue juga," ujar Nindia mengangguk
"Iya juga siih, masa penyerangan itu bener-bener ilang gitu," ujar Risa berfikir-fikir
"Tiba-tiba gue keinget kertas yang ada didalem botol yang jatuh dari langit itu," ujar Raka mengingat-ingat
{Kalo lupa, kejadian itu ada dipart 15-16}
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit! [END]
Science-Fiction─────── Part 1 - Tomorrow Never Dies Part 2 - Legends Never Die ─────── Menyerahkah kamu? Menyerahkah kamu pada situasi ini? Masa yang kian berubah Masa yang terus berkembang Kian canggih akan teknologi Yang mungkin akan menjadi penghancur Ayah. Ib...
![Bangkit! [END]](https://img.wattpad.com/cover/81318421-64-k873463.jpg)