[17] : Mysteriuous Air Base

100 10 0
                                        

"Tadi helikopter DF, ngejatuhin botol kaca yang didalemnya ada kertas bertuliskan enjoy it before you can not enjoy it anymore," ujar Raka

"Yang artinya bersenang-senanglah sebelum kamu tak bisa bersenang- senang lagi, kurang lebih gitulah," tambah Radinka

"Aduh merinding gue," ujar Risa menepuk-nepuk tangannya

Ya allah semoga gak terjadi apa-apa. Batin Radinka terus berdoa

"Bukannya dari kata-kata itu kita bisa  menyimpulkan, mereka bakal ngelakuin sesuatu ke kita, cepat atau lambat," ujar Radinka hati-hati

Mereka semua berpandang-pandangan satu sama lain.

🔫🔫🔫

Jakarta Pusat, 10 Agustus 3024
@Asrama Kemiliteran . . .
Pukul 06.05 WIB.

Tap tap tap

Suara derap sepatu Radinka dan kawan-kawannya beradu dengan lantai.

Radinka memunculkan hologram Eye One-nya untuk memastikan jadwal pelajaran hari ini.

1. Teknologi Komputer
2. Biologi
- Istirahat -
3. Sejarah
4. Pendidikan Kewarganegaraan

Setelah melihat jadwal pelajaran hari ini, dia segera menghilangkan hologram Eye One-nya.

"Gue pengen sarapan soto," ujar Nadine

"Soto mah enaknya buat makan siang, somplak," jawab Chintya menggelengkan kepalanya

"Gue pengen itu loh, Roti Isi selai coklat," ujar Nindia

"Nah samaa, gue juga pengen itu," jawab Radinka setuju dengan ucapan Nindia

Saat mereka berempat tiba di kantin asrama, semua bangku sudah terisi oleh para tentara remaja. Sampai akhirnya Radinka tidak sengaja melihat ke arah Raka, dan Raka pun tak sengaja melihatnya, dia tersenyum manis dan menyuruh Radinka dan kawan kawannya untuk duduk di sebelahnya dan yang lainnya, lewat gerakan tangannya.

"Tuh Raka nyuruh kita kesana," ujar Radinka meninggalkan teman temannya, dan berjalan menuju ke arah Raka

"Kebiasaan yaa, seneng banget sih Radinka ninggalin kita," ujar Chintya

"Udaah ayoo cepet, laper gue," jawab Nindia segera menyusul Radinka, lalu diikuti oleh Nadine dan Chintya

"Yes roti isi coklat," ujar Radinka, lalu duduk di sebelah Raka

"Kebiasaan lo ninggalin kita," jawab Chintya kemudian duduk di sebelah Abyan

"Biar."

🔫🔫🔫

Sesudah menyelesaikan sarapan, mereka segera menuju ke ruang komputer, karena pelajaran pertama merupakan teknologi komputer.

Seluruh siswa duduk dibangkunya masing-masing, dengan komputer transparan di depan mereka. Radinka duduk di samping Raka.

"Selamat pagi anak-anak," ujar Pak Toto selaku guru teknologi komputer

"Pagii pak."Seluruh murid menjawab dengan serempak

"Hari ini kita akan belajar mengirim sandi pengubung ke sebuah lembaga atau pangkalan."

"Di depan kalian sudah tersedia komputer transparan yang akan kalian pakai, kalian paham?"

"Siap, paham."

"Sekarang kalian lacak, pangkalan udara Halim Perdana Kusuma."

Berbeda dengan Radinka yang sudah melacak pangkalan udara Halim Perdana Kusuma, Raka malah menemukan pangkalan lain yang jaraknya lumayan dekat dengan pangkalan udara Halim Perdana Kusuma.

Bangkit! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang