[23] : Yogi Makes Us Paranoid

97 11 0
                                        

"Sekarang yang saya bahas adalah, beberapa komandan melapor kepada saya, bahwa para prajurit terbaik memang dikumpulkan di asrama lantai dua dan tiga."

"Ini membuktikan bahwa seseorang berhodie itu memang sengaja, menampakannya di depan para prajurit-prajurit terbaik dilantai dua."

"Secara tidak langsung, mereka menekan para prajurit terbaik."

Kenapa gue baru nyadar, kalo kita yang di tempatin di lantai dua dan tiga itu para prajurit terbaik. Batin Radinka

"Apalagi beberapa hari lagi adalah hut kemerdekaan RI."

"Saya sangat menghimbau kepada seluruh prajurit tentara remaja untuk tidak memikirkan hal tersebut secara berlarut-larut."

"Siaaap.

Rapat pun akhirnya selesai, setelah dua jam berjalan. Jam sudah menunjukan pukul 22.15 WIB.

Para prajurit tentara remaja mulai meninggalkan ruangan rapat untuk kembali ke kamar asrama mereka masing-masing.

"Astagfirullah pegel bangeet anjiir duduk mulu," ujar Chintya

"Samaa, pegel bangeet anjiiir," jawab Nindia melemaskan badannya

"Gue mah gak masalah sama pegelnya, gue malah ngantuk tau gak," ujar Radinka dengan wajah lesu

"Pen cepet-cepet nyampe kamar," ujar Nadine histeris

"Kenapa anjiir, gak usah histeris gitu kek," jawab Fadia tertawa terbahak-bahak

"Tau lo, napa siih," ujar Risa ikut tertawa

"Ah bodo anjiir, gue kebelet pipis. Chintya cepetaaan," ujar Nadine menarik tangan Chintya

Sontak Radinka dan kawan-kawan tak bisa menahan gelak tawa mereka.

"Anjiir gue masih kepikiran sama kata-kata tadi tau gak," ujar Nindia, membuat teman-temannya menyipitkan mata mereka

"Kata-kata yang mana?" tanya mereka semua bersamaan

"Anjiir pake bareng segala udah kaya backing vokal," jawab Abyan tertawa kecil

"Soal seorang yang pake hodie yang munculnya di depan kita semua," ujar Nindia

Deg!

Ah elah dibahas lagi males banget gue. Batin Radinka

"Lo jan ngomong gitu laah, takut lagi gue nantinya," ujar Demartha

"Pada tau gak?" tanya Raka melihat ke arah teman temannya, mereka membalas gelengan kepada Raka

"Si Radin lagi paranoid noh," jawab Raka melihat ke arah Radinka

"Najiis, siapa yang lagi paranoid coba," ujar Radinka mendorong keras Raka, membuat Raka tertawa terbahak-bahak

"Weeey sekarang udah malem, pamali tau, ketawa ketawa," ujar Azka

"Kemasukan baru tau rasa lo," lanjut Azka

"Lo jan ngomong gitu bisa gak?" tanya Nindia dan Risa bersamaan

"Mampus gue takut ke atas, tanggung jawab lo pada," ujar Demartha

"Ntar kita-kita anterin nyampe depan kamar asrama kaliaan," jawab Demitris

Plak!
Daffa memukul pelan pundak Demitris

"Putra kan gak boleh ke asrama putri bangsit!" ujar Daffa menatap tajam Demitris

"Yeee gue kan kembarannya martha ogeb," jawab Demitris

"Anjiir kok lo berdua jadi berantem sih!" ujar Raka menatap tajam Daffa dan Demitris

"Syuuut," ujar Yogi dengan jari telunjuk didepan bibirnya

"Napa lo Gi?" tanya mereka semua bersamaan

"Itu apa putih-putih di pohon?" tanya Yogi langsung masuk ke gedung asrama

"EMAAAK!"

"Ish si Yogi bercandanya gak bener."

"Merinding gue."

🔫🔫🔫

Jakarta Pusat, 12 Agustus 3024

Hari ini semuanya berjalan dengan mulus tanpa hambatan, latihan juga berjalan seperti biasanya.

Mereka medapat perintah untuk melakukan penjagaan di sejumlah titik di DKI Jakarta mulai tanggal 13 sampai tanggal 15 Agustus ini, dalam rangka mensterilkan wilayah ibukota untuk upacara bendera hut kemerdekaan RI yang ke 1079.

Pada tanggal 13 Agustus, mereka diperintahkan untuk menjaga titik perbatasan timur.

Pada tanggal 14 Agustus, mereka diperintahkan untuk menjaga titik perbatasan barat.

Pada tanggal 15 Agustus, mereka diperintahkan untuk menjaga para paskibraka yang tengah berlatih di istana negara/kepresidenan.

Pada tanggal 16 Agustus, mereka berlatih baris-baris untuk pelaksanaan upacara bendera hut kemerdekaan RI.

Pukul 18.00 WIB.
Para prajurit berbondong-bondong pergi ke masjid kemiliteran, untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Intinya hari ini berjalan tanpa hambatan dan gangguan.

🔫🔫🔫

Jakarta Pusat, 13 Agustus 3024

"Duuh buset empat hari ini jadwal kita padet bangeet," ujar Nadine mengipas-ngipas dengan buku

"Gue jadi takut pulang malem-malem tau gak," ujar Chintya kesal

"Hahaha, pasti gara gara si Yogi waktu itu yaa," jawab Nindia tertawa terbahak-bahak

"Eh tapi gara-gara si Yogi ngomong gitu, geger lho semua orang di lantai satu asrama," ujar Radinka

"Malemnya gue gak bisa tidur man teman," jawab Salsa memutar bola matanya malas

"Pasti kebayang-kebayang aja yaa? Sama kek gue anjiir," ujar Demartha

"Mampus kalian, mana empat hari ini kita pulang malem terus lagi," ujar Radinka

"Eh tapi gak ada apa-apa tau, si Yogi cuma bercandain kita waktu itu," jawab Fadia ikut bergabung

"Gak ada apa-apa sih emang, tapi namanya juga udah mau tengah malem, ya pasti parno lah," ujar Risa tertawa kecil

"Eh eh hari ini kita jaga perbatasan timur?" tanya Nadine

"Iyaaaa."

"Anjiir gue patroli helikopter duuuh," ujar Risa menepuk jidatnya

"Gue pasti jaga perbatasan laut niih," ujar Demartha

"Ya iyalah lo jaga perbatasan laut, lo kan angkatan laut demar," jawab Chintya memutar bola matanya malas

"Tha, kurang tha nooh," ujar Demartha tertawa kecil

"Serah l."

◾◾◾

Haaiii gue bawa updatean baruu, gue minta maaf yaa minggu kemarin gak ada updatean:(
Biasalah yaa tugas merajalela.

Oh iyaaa gue bawa kabar gembiraaa niih, jadi gue tau banget kalo part ini tuuh pendeeek sekali, gak pendek banget siih, pendek aja.
Jadi besok gue update lagiiii💃💃

Kalo part ini sih lebih ke part bonus atau part pengganti, anggaplah kalo ini part yang harusnya itu di update minggu kemarin, jadi untuk minggu sekarangnya itu di update besok:v

Btw updatean bsk panjang loh ceritanya, dan lebih dekat ke konflik puncak *spoiler*

Pokoknya tungguin aja okeeee
Makasii udah baca dan kasih vomment intuk part ini..

-Sabtu, 18 November 2017-

Bangkit! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang