[25] : Radinka Feelings

86 10 0
                                        

"Kami yang hadir saat ini, Kamis 17 Agustus 3024 pukul 00.00 WIB pada upacara mengenang arwah dan jasa pahlawan nusa bangsa yang telah bersemayam di makam ini," ujar sang presiden

"Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridhoan dan keikhlasan para pejuang."

"Perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami juga dan jalan yang ditempuh oleh para pahlawan adalah jalan kami juga," lanjut sang presiden

Barisan para tentara remaja memang berada di sisi kanan, Radinka menengok ke arah sekitar.

Kok gue barasa, ada yang lagi ngeliatin yaa? Batin Radinka

Raka yang berada di samping Radinka merasa kebingungan,"Lo kenapa?"

"Gue barasa kaya ada yang ngeliatin," jawab Radinka

"Itu cuma perasaan lo doang deeh, tenang disini banyak banget orang," ujar Raka

Mungkin itu cuma perasaan gue doang. Batin Radinka

🔫🔫🔫

Jakarta Pusat, 17 Agustus 3024
Pukul 04.30 WIB

Para prajurit tentara remaja telah bangun dari tidur nyenyak mereka, alarm memang tadi berbunyi di seluruh penjuru asrama.

"Wooy bangun-bangun," ujar Radinka dan Nindia membangunkan Chintya dan Nadine

"Lima menit lagi Din," jawab Nadine lalu menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya

"Lima menit lagi, adzan inii. Lagi pula bentar lagi kak Cindy dateng mau ngedandanin," ujar Radinka menarik selimut Nadine

"Mandi-mandi cepeeet, masih beruntung kita anak cewe gak usah ikut sholat berjamaah," lanjut Radinka menarik tangan Nadine

"Cepetan Nadine bangun, tinggal lo doang yang belum bangun nih. Gue banjur nih lama-lama," ujar Radinka

"Bangun nih gue, liat bangun nih guee," jawab Nadine segera bangun dari tidurnya meskipun keduanya matanya sipit

"Iyaaa gue tau lo bangun, mandi sana," ujar Radinka tertawa terbahak-bahak

"Gue bilang juga apa, Radinka kan orangnya gak bisa dibantah," ujar Chintya tertawa kecil

"Seterah anda."

Beberapa menit kemudian, mereka segera bersiap-siap menggunakan pakaian seragam, dengan kemeja dan rok berwarna hijau gelap, kaus kaki dan sepatu hitam. Rambut yang dikepang dan siap mengenakan topi pasukan angkatan darat.

"Mohon maaf Radinka, ada seseorang di depan kamar asrama ini," ujar suara sistem robot, yang memang sudah dipasang disetiap kamar

"Terima kasih stella," jawab Radinka, memang nama robot itu stella

Radinka segera melihat dengan kamera yang dipasang di atas pintu kamar setiap asrama.

"Kak Cindy dateeeng,"Radinka segera menekan tombol 'open' lalu pintu pun terbuka

"Selamat pagi kak Cindy," ujar Radinka dengan senyum manisnya

"Pagi Radinka," jawab Cindy membalas senyuman Radinka

"Udah pada siap semua?" tanya Cindy

"Tinggal ngerapihin doank kak," jawab Nindia tersenyum

"Nanti biar kakak yang ngerapihin," ujar Cindy tersenyum

"Siapa yang mau duluan di make up?" tanya Cindy pada Radinka dan yang lainnya

"Radinka dulu aja," jawab Nindia, Chintya dan Nadine bersamaan

Bangkit! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang