Beberapa menit kemudian, beberapa orang mentri pun hadir, lalu disusul dengan presiden yang memasuki ruang rapat dengan postur tegasnya.
Seluruh aparat dan instansi serempak berdiri, untuk memberi hormat. Beberapa detik kemudian, mereka duduk kembali.
"Dapat rapat malam ini, saya mengumpulkan semuanya, untuk membahas penyerangan robot tadi siang."
"Penyerangan yang dilakukan oleh lembaga bernama Dangerious Fire, yang memang sudah dikenal oleh seluruh negara di dunia, karena tindakan pencurian data yang dilakukan oleh mereka."
"Saya mendapat beberapa laporan dari komandan pasukan garuda muda, bahwa beberapa hari yang lalu, para pasukan garuda muda diserang oleh robot, pada pukul 23.00 WIB. Dalam kegiatan patroli malam."
"Dan juga pengintaian robot di markas pasukan garuda muda, pada waktu siangnya."
"Dan menurut laporan hasil rapat komandan beberapa hari yang lalu, bahwa pasukan garuda muda adalah pasukan yang cukup berpengaruh dalam tentara remaja angkatan darat. Dan kemungkinan motif Dangerious Fire mengintai pasukan garuda muda adalah, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan para prajurit garuda muda."
"Dan yang melihat pertama kali drone robot camera tadi siang adalah ketua pasukan garuda muda putri yaitu Radinka Maladewi Pratami."
Sontak semua orang yang berada di ruang rapat itu, langsung melihat ke arah Radinka, dan bertepuk tangan.
Sedangkan Radinka? Dia hanya menundukkan kepalanya dan menatap ke arah Raka seolah tatapannya mengatakan 'Raka, gue harus apa?' Raka hanya tersenyum ke arah Radinka.
"Jadi untuk seluruh aparat tentara, mohon berjaga di setiap perbatasan. Dan untuk aparat polri, mohon perketat penjagaan di setiap perumahan."
"Untuk para tentara remaja, kalian utamakan belajar dan berlatih."
Rapat terus berjalan hingga pukul 20.30 WIB, mebahas tentang penyerangan lembaga misterius itu, dan juga rencana pertahanan untuk hari-hari berikutnya.
Sebagian prajurit garuda yang memang duduk dibelakang, sudah sibuk dengan kegiatan mereka sendiri. Sementara Radinka dan Raka? Mereka duduk di barisan depan, dan tentu titik pusat mereka, hanya terpaku pada rapat tersebut.
Dan diakhir rapat seluruh tentara yang tadi terlibat dalam pertahanan melawan robot camera siang tadi, mereka dihadiahi sebuah pin garuda, yang akan dipasang diseragam mereka.
Dan untuk para tentara remaja, mereka diberi nilai plus dalam bidang pendidikan.
🔫🔫🔫
Setelah rapat selesai, mereka dikumpulkan dulu di ruang rapat tadi, karena Radinka dan Raka, adalah orang yang pertama kali melihat robot camera tersebut.
"Apakah kalian melihat robot camera itu muncul dari sebelah mana?"Tanya pak Hardian selaku mentri pertahanan
"Dari sebelah timur pak,"Jawab Radinka sambil mengangkat tangannya
"Mereka berpencar atau bergerombol?"Tanyanya kembali
"Berpencar pak,"Jawab Raka melihat ke arah Radinka yang mengangguk
"Terima kasih sudah menjawab dan memberi kesaksian Raka dan Radinka,"Ujar Pak Hardian, Radinka dan Raka pun mengangguk
Raka dan Radinka pun keluar dari ruang rapat, mereka bergegas menuju parkiran untuk pulang ke Asrama.
"Raka! Radinka!"Panggil seseorang, sontak Radinka dan Raka menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang
"Ada yang mau bertemu dengan kalian berdua,"Ujar prajurit angkatan darat itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit! [END]
Ficção Científica─────── Part 1 - Tomorrow Never Dies Part 2 - Legends Never Die ─────── Menyerahkah kamu? Menyerahkah kamu pada situasi ini? Masa yang kian berubah Masa yang terus berkembang Kian canggih akan teknologi Yang mungkin akan menjadi penghancur Ayah. Ib...
![Bangkit! [END]](https://img.wattpad.com/cover/81318421-64-k873463.jpg)