[29] : It Turns Out Next Door

96 10 0
                                        

Radinka memarkirkan motornya, lalu masuk ke dalam rumahnya. Radinka belum melihat mobil yang sering dipakai ayahnya, itu artinya ayahnya memang belum pulang.

Radinka membuka pintu rumahnya,"Assalamualaikum."

"Waalaikum salam," jawab sang ibu dan adiknya Hafifah

"Akhirnya kamu pulang Radin," ujar sang ibu lalu memeluk Radinka

"Radinka emang diizinin pulang bun, tapi cuma sampe jam setengah empat," jawab Radinka

"Kakak gak bakal nginep? Yaah," ujar Hafifah menampakkan ekspresi sedih

"Gak Fah, soalnya nanti mau ada rapat strategi, negara kita kan lagi gak aman," jawab Radinka mengelus rambut sang adik

"Oh iya juga sih," ujar Hafifah menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal

"Yaudah sekarang bunda mau siapin makan siang dulu yaa, yaudah siapa tau kaka mau ke kamar karena kangen, sanaa," ujar sang bunda

Radinka pun menaiki anak tangga rumahnya, sesampainya di lantai atas dia segera memasuki kamarnya.

Kamarnya rapih dan tetap bersih, sepertinya kamarnya memang selalu di bersihkan.

"Kenapa gue baru sadar kalo rumahnya Raka tuh di sebelah," ujar Radinka membuka gorden kamarnya

Tok tok tok!

"Masuuk!" teriak Radinka

"Ditunggu di bawah sama bunda."Radinka pun menggangguk, mereka berdua pun berjalan menuju lantai satu

"Radinka bantuin apa nih nda?" tanya Radinka saat sang bunda sedang menyusun piring

"udah selesai kok, kita tinggal nunggu ayah pulang," jawab sang bunda tersenyum

"Assalamualaikum."Seorang lelaki membuka pintu dan mengucap salam

"Waalaikum salam," jawab bunda, Radinka dan Hafifah

"Tuh ayah dateng," lanjut sang bunda tersenyum

Radinka dan Hafifah mencium tangan sang ayah, mereka kemudian duduk di kursi makan, bersiap untuk menikmati makan siang.

"Nyampe jam berapa din?" tanya sang ayah

"jam setengah satuan tadi yah," jawab Radinka tersenyum

"Tadi kamu berani banget ngomong ke musuh kita," ujar sang ayah tersenyum

"Gak tau nih yaah sebel banget aku sama mereka," jawab Radinka menampilkan ekspresi kesal

"Udaah mending sekarang kita makan dulu," ujar sang bunda, mereka pun menyantap makan siang bersama

Beberapa menit kemudian, Radinka pun selesai menyantap makan siangnya,"Radinka udah selesai makannya, Radin ke kamar yaa. Mau sholat."

🔫🔫🔫

"Assalamualaikum warrahmatullah."

"Assalamualaikum warrahmatullah."

"Ya allah lindungilah kami semua ya allah."

"Perlancarlah segala halnya."

"Amiin."

Radinka melepas mukenanya lalu mukena tersebut dilipat dan disimpan di laci mejanya.

Radinka pun memutuskan untuk bersantai di depan halaman rumahnya. Radinka pun melihat pintu disamping kanan halaman rumahnya.

"Ini pintu apa?" tanya Radinka mengerutkan keningnya

Bangkit! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang