Pengibaran sang merah putih selesai, acara demi acara pun di lewati. Sampai akhirnya, upacara pun selesai, dan dilanjutkan oleh acara hiburan.
Saat acara hiburan sedang berlangsung, Radinka melihat pesawat tempur melayang di langit, seolah sedang menunjukan atraksinya.
Hah? Pesawat tempur atraksi? Kok Risa gak ngasih tau gue yaa? Batin Radinka bertanya-tanya
Lain dengan Risa dan Gibran yang masih melihat ke arah langit.
Gimana ceritanya TNI AU ngadain atraksti, kenapa kita bagian dari tentara AU gak dikasih tau? Batin Risa
Akhirnya karena rasa penasaran Risa sudah tinggi, akhirnya dia menyentuh lengan kiri Gibran, Sontak Gibran menengok ke arahnya. Risa tidak berbicara, dia hanya menunjuk ke atas.
Pandangan Gibran langsung mengarab ke langit. Benar saja, Gibran melihat beberapa pesawat tempur berada di langit.
"Tentara AU tampil? Kok lo gak ngasih tau gue," ujar Risa tanpa suara
"Gue bener-bener gak tau. Setau gue, gak ada tentara yang nampilin pertunjukan," jawab Gibran tanpa suara
"Terus mereka siapa?" tanya Risa bingung, Gibran hanya mengidikan bahunya tanda ia tidak tahu
Kembali ke posisi Radinka dan kawan-kawan, Radinka sama sekali tak bisa mengalihkan pandangannya. Pandangannya seolah mengawasi pesawat-pesawat tempur itu.
Karena setaunya, dari masing-masing kesatuan militer, sama sekali tak ada perintah untuk menampilkan atraksi atau pertunjukan.
Raka mulai menengok ke arah sekitar, saat dia menengok ke arah kanan, dia melihat Radinka sedang melihat ke arah langit. Karena merasa bingung, Raka menyentuh lengan kanan Radinka. Radinka langsung melihat ke Raka yang menatapnya dengan bingung.
"Coba lo liat ke langit," ujar Radinka tanpa suara, dengan gerakan cepat Raka menoleh ke arah langit
Mereka siapa? Batin Raka, diam diam mengaktifkan penglihatan tajamnya
Tertera lambang di bagian samping pesawat tempur tersebut. Sontak Raka menampilkan ekspresi terkejutnya.
"Raad penglihatan tajam lo aktifin," ujar Raka tanpa suara, Radinka menampilkan ekspresi bingungnya
Dia lalu mengaktifkan penglihatan tajamnya, kaget? Tentu saja dia kaget, pesawat tempur ini berlambang api. Sudah jelas mereka itu bagian dari Dangerious Fire.
Radinka menampilkan ekspresi panik dan takutnya, Raka berusaha menenangkan Radinka meskipun itu sama sekali tidak berhasil. Dengan cepat dia mengirim pesan suara lewat eye onenya, kepada Risa.
Posisi Risa. Dia masih saja memandangi pesawat tempur itu. Dia betul-betul penasaran.
Kalo itu bukan bagian dari kita? Terus mereka siapa? Batin Risa terus bertanya-tanya
Tiba-tiba terdengar suara dari eye onenya, dia sangat-sangat tahu, suara siapa ini,"Ris, mereka bagian dari dangerious fire Ris."
Risa terkejut, dunianya seperti mendadak berhenti, bak tersambar petir. Dia juga panik-panik bukan main.
Dia menyentuh lengan Gibran,"Mereka dangerious fire Gib."
Dengan cepat Gibran, mengambil peluru darurat berwarna ungu miliknya, lalu dia menembaknya ke arah langit, mengartikan keadaan darurat.
Sontak seluruh peserta upacara menoleh ke arah langit.
"Mohon kepada semuanya, ini keadaan darurat. Segeralah menyelamatkan diri."
"Pasukan tentara junior tolong pandu para tamu menuju tempat yang aman."
Dengar segera pasukan tentara AU,AD, dan AL langsung berlari memandu para tamu menuju tempat yang aman.
Kini giliran para pasukan tentara muda untuk menyelesaikannya, bersama tentara senior yang lainnya.
Pasukan garuda muda mengeluarkan senjatanya, bertempur menggunakan rok? Bahkan itu saka sekali tidak disangka-sangka oleh para prajurit garuda muda putri.
"Kita harus memancing mereka dulu untuk keluar dari area istana."
Mereka berlari keluar dari istana, memancing pasukan dangerious fire itu supaya keluar dari area istana merdeka.
Radinka dan Raka menembakan peluru ke pesawat tempur itu.
Dor!
Radinka dan Raka melihat peluru darurat berwarna hijau yang ditembakkan oleh salah satu prajurit garuda pemula.
"Sebagian ikut gue sama Raka kesana, kita beresin yang disitu dulu." Akhirnya Raka, Radinka dan sebagian prajurit garuda muda, berlari menuju mobil dan bis yang di dalamnya terdapat tamu-tamu peserta upacara kemerdekaan ini
Mereka menembaki prajurit yang mencoba membawa tamu-tamu itu, kini mereka bertindak sangat liar.
"Jangan kamu ganggu dia!" teriak Radinka lalu menembak prajurit tersebut
"Cepat kamu masuk ke dalam mobil itu," ujar Radinka pada seorang anak yang hampir dibawa oleh prajurit itu
"Terima kasih kak," jawab anak itu, lalu dengan cepat masuk ke dalam mobil
Mobil dan bis mobil berjalan dijaga oleh pasukan garuda pemula dan yang lainnya.
"Sekarang kita urus yang ini," ujar Raka tersenyum miring
◾◾◾
Maaf kalo feelnya kurang dapet, maaf juga kalo pendek:(
Tapi karena gua lagi liburan, keknya gue bakal sering-sering update💃💃
Soo terus pantengin cerita inii yaaaa
Makasii udah baca part kali ini, btw bintangnya jan lupaaa😆😆
-Minggu, 17 Desember 2017-
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit! [END]
Ciencia Ficción─────── Part 1 - Tomorrow Never Dies Part 2 - Legends Never Die ─────── Menyerahkah kamu? Menyerahkah kamu pada situasi ini? Masa yang kian berubah Masa yang terus berkembang Kian canggih akan teknologi Yang mungkin akan menjadi penghancur Ayah. Ib...
![Bangkit! [END]](https://img.wattpad.com/cover/81318421-64-k873463.jpg)