Part 17, Sakit

1.2K 74 3
                                        


Bel pulang sudah berbunyi 5 menit yang lalu.

Senja melangkah ke kelas gadis nya, Seperti yang sudah di sepakati bahwa mereka akan pulang bersama hari ini. Senja pun langsung keluar kelas tadi karena tidak ingin Jingga menunggu terlalu lama, maklum saja orang yang baru jadian masih ada manis-manis nya gitu.

Senja berdiri di dekat pintu kelas 11 IPA 2, dilihat nya masih ada beberapa anak yang belum pulang. Dia melongok lebih dalam dan mendapati Dafi yang sedang membereskan buku-buku nya. Dia pun berjalan lebih dekat karena dia tidak mendapati Jingga di dalam kelas.

"Daf, Jingga mana?" Tanya Senja.

Dafira yang sedari tadi sedang fokus jadi terlonjak kaget saat ada seseorang yang bertanya padanya.

"Hah?" Ucap nya reflek

"Jingga mana? Kok engga ada, padahal gue sama dia udah janjian pulang bareng." Ulang Senja.

"Oh Jingga udah pulang pas jam pelajaran keempat kak. Dia sakit perut." Jelas Dafira.

"Sakit perut? Kok bisa?" Tanya Senja panik,  "Apa gara-gara makan nasi goreng dari gue?"

Dafi melirik tampang panik bercampur khawatir di wajah Senja, sedetik kemudian dia terkikik.

"Yakali Jingga sakit karena makan bekal dari pacarnya" Goda Dafi.

"Dia sakit perut karena jadwal nya tamu bulanan. Jingga emang gitu kalau hari pertama." Jawabnya kemudian.

Senja sedikit berpikir tapi kemudian dia mengerti apa yang di maksud Dafi.

"Terus dia pulang sama siapa tadi?" Tanya Senja lagi.

"Di jemput Kakak nya. Soalnya begitu dia ngerasa engga tahan lagi, dia langsung nelpon Kakak nya suruh jemput."

"Oh gitu, yaudah kalau gitu makasih ya, Daf."

Dafira mengangguk dan Senja langsung berjalan keluar kelas dan menuju parkiran untuk mengambil motornya.

Langkah nya tergesa, terlihat dari bagaimana buru-buru nya dia mengendarai motor keluar dari halaman sekolah.

Ada rasa khawatir dalam dirinya saat mendengar Jingga sakit. Dan pikiran nya berputar-putar menyajikan beberapa kebingungan, apa Jingga sesakit itu sampai dia tidak sempat mengabari Senja kalau dia sakit dan harus pulang lebih awal? Apa Jingga tidak tahu bahwa Senja akan sangat khawatir saat tidak menemukan nya di kelas saat jam pulang sekolah? Aah Senja sedikit kalut, yang ada di pikiran nya adalah ingin memastikan bahwa gadis nya baik-baik saja. Dia pun mengarahkan motornya ke arah rumah Jingga dengan cepat.

****

Senja mematung di depan pagar bercat hitam di hadapan nya. Dia ragu, apa tidak apa-apa jika dia datang di saat Jingga sedang sakit. Terlebih kata Dafira yang menjemput Jingga tadi adalah Kakaknya, jadi sudah pasti Kakak nya juga ada di dalam.

Ah bodo amat

Senja menekan bel dengan pasti. Tekad nya sudah bulat untuk melihat keadaan Jingga.

Beberapa saat kemudian muncul seorang Pria Tinggi dengan rambut sedikit basah berjalan ke arah gerbang dan membuka nya.

"Selamat Sore" Sapa Senja sopan.

Pria di hadapan nya memandangi nya sesaat dan membaca badge nama sekolah yang ada di kemeja Senja.

"Sore..  Temennya Jingga ya?" Tanya nya kemudian.

Senja mengangguk. Dia mengangsurkan tangannya ke arah pria itu.

"Iya Kak, saya temannya Jingga. Apa Jingga nya ada?"

SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang