Extra Part 1

1.3K 58 6
                                        


Jingga melenguh, matanya mengerjap beberapa kali. Sedetik kemudian dia hampir saja memekik kaget saat mendapati sebuah tangan besar menindihi perutnya.

Untung saja dia cepat menyadari, bahwa kemarin dia sudah tidak tidur sendiri lagi. Melainkan tidur berdua dengan suaminya, Senja.

Memikirkan kata suami membuat nya tersipu dan tersenyum malu. Apalagi jika mengingat kejadian semalam, dimana dia dan Senja benar-benar sudah menjadi satu. Dia sudah menyerahkan apa yang selama ini dia jaga kepada suaminya itu.

Jingga bergerak dengan perlahan melepaskan tangan Senja dari perutnya, dia turun dari ranjang dan menuju kamar mandi dengan langkah yang sedikit tertatih karena merasakan perih di bagian kewanitaannya. Efek kerja kerasnya semalam.

****

Senja langsung terduduk di kasur saat mendapati Jingga tidak ada di sampingnya. Dia jadi berpikir bahwa apa yang terjadi kemarin adalah mimpi dan merasa bahwa saat ini dia masih di USA bukan di Indonesia.

Tapi kemudian dia menjadi yakin bahwa apa yang terjadi kemarin itu nyata setelah melihat bercak darah di sprei tempat tidurnya. Senja tersenyum mengingat apa yang dia  lakukan bersama Jingga semalam, Jingga benar-benar menjadi milik Senja seutuhnya.

Tak berselang lama, terdengar pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Jingga yang sudah memakai pakaian rumahannya dengan rambut yang di gelung handuk kecil. Jingga tersipu saat bersitatap dengan Senja lalu berjalan menunduk ke meja riasnya.

Senja mengernyit melihat Jingga berjalan dengan sangat aneh, lalu dia turun dari kasur dan berdiri di belakang tubuh Jingga. Senja memegangi bahu Jingga lalu mengecup puncak kepalanya lembut.

"Masih sakit ya?" Tanya Senja.

Jingga menaikkan alisnya, "Sakit apa kak?"

Senja tersenyum, lalu membantu Jingga mengeringkan rambutnya.

"Punya kamu masih sakit, Sayang?" ulang Senja.

Jingga yang mengerti pertanyaan Senja langsung merona lalu mengangguk pelan.

"Masih perih sedikit." Katanya lebih terdengar seperti gumaman.

Senja menatap Jingga dari cermin lalu beralih memutar tubuh Jingga menghadapnya.

"Maaf ya sayang kalau aku sedikit kasar, tapi itu akan cepet sembuh kok." Ucap Senja terang-terangan.

Jingga semakin menunduk malu, dia belum terbiasa membahas masalah seperti itu.

"Iya kak." Hanya itu yang keluar dari mulut Jingga.

Senja tersenyum lalu mengecup kening Jingga sedikit lebih lama.

"Kalau gitu aku mandi dulu ya, resepsi kita di adakan hari ini kan?"

Jingga mengangguk, "Iya jam 9 kak. Sebentar lagi penata riasnya datang."

Senja mengangguk dan pamit untuk membersikan tubuhnya.

Jingga menatapi punggung Senja yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Hatinya begitu berdebar mendengar Senja membahas tentang apa yang terjadi semalam, dia masih tidak percaya bahwa saat ini dia bahkan bukan lagi perawan. Dan dia mengakui bahwa ucapan semua orang yang mengatakan bercinta bagai surga dunia itu benar. Kini Jingga merasakannya sendiri, secara halal dengan suaminya.

*****

Resepsi pernikahan Senja dan Jingga berjalan lancar. Semua orang yang datang turut berbahagia menyaksikan Senja dan Jingga yang akhirnya bisa bersatu. Walaupun ada sebagian orang yang merasa bingung karena yang tertulis di undangan adalah nama Bintang, bukan nama Senja. Tapi semua itu tidak menjadi masalah setelah mereka mengetahui kejadian sebenarnya.

SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang