Part 33, Syelon's Feel

930 55 2
                                        


"Jinggaaaaaaa!! "

Teriakan itu sontak membuat seisi kelas menoleh ke arah gadis cantik dengan rambut coklat panjang yang berjalan cepat dengan nafas yang tersengal sengal.

"Lo kenapa?" Tanya Jingga bingung di angguki teman-temannya yang lain.

"Gue-gue minta nomer abang lo."

Mata Jingga membulat. Apa dia tidak salah dengar?

"Hah? Nomer abang gue? Buat apa sih Syel?"

Baik Jingga, Dafira, Tia maupun Rena sama bingung nya melihat Syelon yang tiba-tiba datang dan langsung menodong Jingga meminta nomer Jemmy.

Syelon tidak menjawab dan memilih duduk lalu meminum air mineral yang ada di hadapan Tia.

"Punya gue tuh!" Protes Tia yang tidak di hiraukan oleh Syelon.

Mereka membiarkan Syelon mengatur nafas nya terlebih dulu sebelum melanjutkan pertanyaan mereka.

"Buat apa lo minta nomer abang gue, gue tanya?" Ulang Jingga.

"Gue suka sama abang lo." Jawab nya santai.

"WHHAAATT?"

Dengan kompak Jingga, Tia, Rena dan Dafira berteriak tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Pasalnya mereka semua tau, Syelon bukanlah remaja labil yang haus kasih sayang seorang pacar. Syelon selama ini tidak begitu memperdulikan masa remaja nya yang terbuang percuma karena tidak memiliki pacar seperti sahabat-sahabat nya yang lain.

Fyi, selain Dafira dan Jingga, Tia dan Rena juga telah taken. Tia dan pacarnya-Derren sudah berpacaran sejak mereka kelas 3 SMP tapi bersekolah di SMA yang berbeda. Sedangkan Rena bertemu dengan pacarnya-Rean di tempat bimbel nya. Sedangkan Syelon hanya asik mendengar setiap cerita dari sahabat-sahabatnya.

Jadi wajar jika ekspresi ketiga sahabat nya terkesan berlebih.

"Lo habis mimpi apa sih semalem Syel?" Tanya Dafira dengan tampang lugu nya.

"Ck, kalian ini kenapa sih? Gue kan cuma bilang kalau gue suka sama Kak Jemmy. Kalau gue bilang gue suka nya sama Tia atau Rena baru kalian bisa teriak lebay kaya gitu." protes Syelon.

Jingga yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar melongo dengan mulut terbuka lebar.

"Jingga ayo dong gue minta nomer abang lo." rengek Syelon menggoyang goyangkan lengan Jingga.

"Syel, kok lo tiba-tiba bilang suka sama abang gue sih? Secara kita temenan udah lama dan lo juga sering main ke rumah gue, tapi kenapa baru sekarang lo bilang lo suka sama abang gue?"

Syelon tampak menghela nafas pelan lalu menyandarkan punggung ke kursi,

"Gue engga tau, Ngga, kemarin gue engga sengaja ketemu abang lo di mall pas gue di tabrak sama bocah terus jatoh. Nah yang nolongin itu abang lo, dia sampe bela-belain lari-larian nyari obat buat ngobatin luka gue. Terus dia telaten banget ngobatin siku gue yang berdarah. Selama ini engga ada yang bersikap semanis dan sebaik itu sama gue."

Hening. Jingga, Dafira, Tia dan Rena enggan menjawab. Mereka tersentuh mendengar Syelon pertama kali nya menceritakan ketertarikan nya pada seorang pria. Terlihat jelas sekali bahwa Syelon memang sedang jatuh cinta, dan kebetulan jatuh nya tepat pada Jemmy, kakak Jingga.

"Gue engga tau harus ngomong apa Syel, gue seneng sih lo akhirnya bisa ngerasain suka yang lebih ke cowok. Dan gue juga tenang karena lo suka nya sama abang gue, secara gue tau abang gue itu cowok baik yang engga akan mainin cewek. Tapi gue takut, kalau misal abang gue nantinya ngecawain lo. Lo sahabat gue, dan dia abang gue. Gue engga mau ada yang sakit di antara kalian, masalah utama nya ya umur kalian." Jingga bicara dengan sangat hati-hati.

SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang