Part 39, Tokoh Lama Muncul Kembali

843 48 0
                                        

Manusia adalah Ciptaan Tuhan dengan berbagai perasaan yang unik. Manusia juga makhluk dengan sejuta macam ekspresi.
Namun ada satu rasa yang sangat di agungkan karena didalam nya mencakup berbagai rasa yang lainnya.

Rasa yang sering manusia sebut sebagai Cinta.

Satu rasa yang mencangkup berbagai rasa lain di dalamnya. Rasa berdebar, senang, kesal, sedih, cemburu, marah, dan yang sering di rasa adalah Rindu.

Sama hal nya dengan yang di rasakan makhluk manis yang kini sibuk mengetuk-ngetukan bolpoin nya di atas meja. Pandangan nya kosong dan tidak menghiraukan riuh di sekitarnya.

"WOOYY!"

Teriakan itu berhasil menbuatnya mendongak cepat sambil mengelus dada nya dramatis.

"Ih suara lo ya Daf parah banget." Gerutu nya kesal.

"Abisan lo, semua orang pada ngobrol kesana kemari sampe ada yang koprol juga lo engga peduli. Ngapain sih lo? Mikirin kak Senja lagi?"

Jingga menghela nafas pelan dan bersandar di bangkunya.

"Gue kangen sama Kak Senja." Katanya lirih.

Dafira, Tia, Rena, dan Syelon saling pandang dan mendengus bersamaan.

"Udah sebulan lo LDRan sama Kak Senja dan setiap harinya lebih dari sepuluh kali lo bilang kangen. Lo bisa bayangin kan gimana bosennya kita kita denger kata yang sama setiap hari?" Kata Syelon yang ikutan kesal.

Jingga mengerucutkan bibirnya. Teman-temannya tidak mengerti perasaannya.

"Jomblo kaya lo mana ngerti perasaan gue." Kata Jingga tak kalah kesal.

Syelon melotot ke arah Jingga dengan tatapan semakin berang.

"Duh nih anak mulutnya ya, untung gue demen sama abang lo. Kalau engga, udah gue mutilasi lo terus gue paketin ke abang lo biar dia shock!"

Jingga terkekeh, begitupun juga teman yang lainnya. Mereka semua tau bagaimana gigihnya Syelon melakukan pendekatan pada Jemmy yang justru sampai sekarang tidak peka atau mungkin hanya pura-pura tidak peka?

"Gue saranin lo ke dukun Syel, minta jampe-jampe supaya si Kak Jemmy peka dan luluh sama lo." saran Tia asal.

"Ududu ini juga mulutnya engga kalah gila sama Jingga. Gue cuma mau Jemmy mencintai gue dengan tulus." Kata Syelon sok dramatis.

Rena berdecak, sedang yang lain mendengus. "Nunggu Kak Jemmy peka mah keburu Jingga sama Kak Senja punya anak kembar deh."

Ucapan Rena membuat semua temannya tertawa, sedang Syelon hanya menatap kesal.

"Jingga, ada yang nyari lo." Kata Davin, teman sekelas Jingga dari arah depan.

Jingga menaikan alisnya lalu menatap ke arah Teman-temannya bergantian, tapi dia hanya mendapati Teman-temannya mengedikan bahi tidak tahu.

Jingga pun beranjak dari duduknya dan keluar kelas. Dia mendapati seorang pria jangkung bersandar di tembok sambil memainkan ponselnya.

"Abi?" Ucap Jingga dengan nada yang lebih seperti bertanya bukan menyapa.

Abi menoleh ke arah Jingga dan tersenyum manis.

"Hai.. " Sapanya

Jingga balas tersenyum. "Ada apa Bi?"

"Kamu pulang sekolah ada acara engga?"

Jingga tampak berpikir sebentar lalu menggeleng, "Engga ada sih kayaknya. Soalnya bimbel hari ini libur."

SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang