Part 27, Bertahan Dengan Luka

882 75 0
                                        

"Pembohong!"

Ucapan Jingga membuat Jemmy dan Aryo menoleh ke arahnya.

Jemmy bisa melihat bahwa adiknya sangat terluka. Pasalnya selama ini apa yang mereka tau berbanding terbalik dengan apa yang kini di ceritakan Papa nya.

Aryo pun menyadari sorot terluka yang di tunjukkan Jingga. Dia merasakan sakit yang tak kalah hebatnya karena harus berpisah bertahun-tahun dengan kedua anak yang sangat di cintai nya.

Aryo bangkit dan hendak berjalan mendekat ke arah Jingga, tapi Jingga justru memundurkan langkahnya.

"Bertahun-tahun menghilang dan sekarang kembali dengan membawa cerita bohong? Anda ini berubah profesi jadi penulis cerita fiksi?" Jingga tersenyum sinis menatap Aryo.

"Secuilpun, saya engga percaya dengan apa yang anda bicarakan. Jadi sekarang juga, silahkan anda keluar dari rumah kami."

"Jingga!" Seru Jemmy berusaha menyadarkan Jingga bahwa sikapnya sama sekali tidak benar.

"Kenapa kak? Kakak mau maafin orang ini setelah apa yang dia lakuin? Karena dia Mama pergi kak, karena dia kita harus hidup cuma berdua bertahun-tahun. Karena dia juga aku bahkan benci sama nama ku sendiri karena dia yang ngasih aku nama ini. Dan sekarang dengan mudah nya dia dateng dan ngancurin pertahanan yang kita buat selama ini. Kita bisa bertahan hidup cuma berdua kan, kak? Jadi kita sama sekali engga butuh dia di hidup kita. Sampe kapan pun!" Teriak Jingga histeris.

Jingga berlari ke arah kamar nya tanpa perduli raut terluka dari Aryo yang kesakitan mendengar semua ucapan nya. Jingga juga menulikan telinga nya saat kakak nya berusaha memanggil nya dan menghentikan langkahnya. Yang saat ini dia butuhkan hanya berdiam diri dan tidak bertemu siapapun.

Jingga mengunci pintunya rapat-rapat. Tubuhnya langsung merosot ke lantai karena tidak sanggup lagi menerima beban yang datang bertubi-tubi. Baru saja dia terluka karena Senja yang berubah sikap padanya, sekarang dia harus menerima kenyataan bahwa orang yang paling mempunyai andil besar dalam kehancuran hidupnya kembali datang dan mengharap maaf darinya. Tidak akan.

Jingga terisak dengan sangat memilukan. Bahkan suaranya nyaris tidak terdengar karena dadanya yang sesak dan kepalanya yang mendadak sakit. Berulang kali dia memukul dadanya berharap sakit yang dia rasakan bisa berkurang sedikit saja. Tapi percuma, karena sakit nya terus bertambah tanpa berkurang sedikit pun.

"Kak Senja.. Aku butuh kakak.. " Ucap Jingga lirih di tengah isak tangis yang semakin pecah.

Dia tau sekalipun Senja tau apa yang di alami nya sekarang, tidak lantas membuat pria itu datang dan menghibur nya seperti yang sudah-sudah. Jingga sangat sadar, bahwa Senja nya telah berubah tidak peduli padanya. Terbukti dari Senja yang tidak datang saat Jingga pingsan dan menunggu nya di UKS. Senja justru menghilang. Tidak, tapi sengaja menghilang dan menghindar.

Jingga bangkit dan berjalan untuk mengambil ponselnya. Dia mencari satu nama, dan langsung men-dial nya.

"Ha-halo.. "

*****

Jingga berjalan sambil sesekali merapikan rambutnya yang berantakan tertiup angin. Hari sudah sangat malam, dan dia masih nekad keluar rumah demi mencari ketenangan.

Jingga semakin mempercepat langkahnya saat melihat orang yang tadi di telepon nya sudah menunggu di bangku taman.

"Daf.. " Panggil Jingga dengan suara serak.

Dafira menoleh dan langsung bergegas menghampiri Jingga. Dia melihat wajah Jingga yang sangat kacau dengan mata sembab dan memerah. Hidungnya juga tidak kalah merah dengan matanya.

SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang