Part 19, Senja Punya Gue

1.1K 56 0
                                        

"Mau mampir dulu kak?" Tanya Jingga saat mereka berada tepat di depan rumah Jingga.

Senja melongok sebentar ke arah dalam rumah Jingga.

"Kok sepi? Kakak lo kemana?"

"Kak Jemmy belum pulang, tadi sms katanya baru bisa pulang habis maghrib kak."

Senja mengangguk mengerti, "Yaudah kalau gitu gue temenin sampe kakak lo pulang. Tapi kita di teras aja ya."

"Kenapa?" Tanya Jingga bingung.

"Engga enakan berduaan di dalam rumah, Jingga. Masa gitu aja lo engga ngerti. Lo mau gue khilaf?" Goda Senja.

Jingga hanya tersenyum malu malu. "Yaudah ayok kak masukin aja motor nya."

Jingga membukakan gerbang dan Senja segera memasukan motor nya ke halaman rumah Jingga.

"Mau di bikinin minum apa?" Tanya Jingga

"Apa aja yang penting buatan lo."

"Dasar genit." Sungut Jingga pura-pura sebal.

Senja terkekeh melihat tingkah Jingga yang sok cuek tapi tidak bisa menyembunyikan semburat merah di pipi nya.

Jingga pun masuk meninggalkan Senja yang sibuk meneliti setiap detail rumah Jingga. Cukup rapi untuk ukuran rumah yang di tinggali dua remaja tanpa ada orang dewasa yang mendampingi. Mengingat itu, Senja merasa kasihan membayangkan Jingga selama ini hanya hidup dengan kakak nya. Pasti dia tidak punya teman berbagi cerita, pikir Senja. Jauh di dalam hatinya, dia semakin bertekad untuk selalu ada di samping gadis itu.

"Hayo loh bengong"

Senja tersentak. Dia tidak menyadari bahwa Jingga sudah duduk di kursi samping nya yang hanya di batasi meja kecil. Jingga sudah mengganti seragam nya dengan kaos oblong putih dan celana rumahan sepaha.

"Ngelamunin apa, kak?" Tanya Jingga kemudian.

"Ngelamunin lo."

Jingga mencibir dan mencubit lengan Senja cukup keras.

"Sakit ih." Adu Senja.

"Abisan dari tadi ngegombal terus."

Senja pura-pura meringis dan mengusap-usap lengannya.

"Engga gombal kok gue. Emang beneran lagi mikirin lo." Katanya tidak berbohong.

"Iyain aja deh." Kata Jingga cuek.

"Cie salting ya?" Goda Senja dengan senyum jahil.

Jingga mendengus tapi senyum kecil terbit di bibirnya.

"Jingga" Panggil Senja. Intonasinya berubah serius.

"Hm?"

"Gue sayang sama lo." Kata Senja lugas.

Membuat Jingga terkejut dan secepat kilat mengarahkan padangan nya menatap lurus ke manik mata Senja. Dia bingung kenapa tiba-tiba Senja bilang seperti itu.

"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Jingga bingung.

Senja mengangkat bahunya acuh, "Engga apa-apa. Lagi pengen aja." Katanya.

"Oh." Jawab Jingga seadanya. Kakinya dia goyang-goyangkan bak anak kecil. Dia hanya bingung harus bereaksi seperti apa.

"Jangan pernah raguin gue lagi. Gue cuma sayang sama lo." Ujar Senja lagi.

Jingga menatap Senja yang juga sedang menatapnya. Ada senyum yang dia tampilkan dengan sangat cantik.

"Iya kak. Aku juga sayang sama Kakak. Dan aku percaya." Ucapnya.

SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang