"Udah sampe Ngga." Ucap Senja
Mereka sudah berada di dalam tenda kesehatan setelah tadi mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di area perkemahan. Bagaimana tidak, mereka datang dengan Senja yang menggendong Jingga yang penuh dengan luka di beberapa bagian tubuh nya.
Tidak ada jawaban dari Jingga. Senja pun melirik ke belakang dan ternyata gadis di gendongan nya itu dengan lelap nya tidur dan menyandarkan kepala nya di leher Senja.
"hah pantes aja engga jawab"
Dengan hati-hati Senja membaringkan Jingga di atas bangkar.
"Kak Senja, Jingga kenapa?"
Ke empat sahabat Jingga masuk kedalam tenda kesehatan dengan wajah panik dan khawatir.
"Engga kenapa-kenapa kok, dia jatuh pas di hutan." Jawab Senja bohong
"Terus itu dia pingsan kak?" Tanya Syelon
"Itu dia tidur pas gue gendong kesini." Ucap Senja datar
Ke empat sahabat Jingga saling tatap.
"GENDONG??? " Tanya mereka bersamaan
Senja kaget mendapatkan respon seperti itu dari keempat gadis di hadapan nya.
Ya keempat sahabat Jingga belum sampai di tenda saat Senja datang dengan menggendong Jingga lalu membuat orang-orang berbisik bisik di belakang nya.
"Iya lutut Jingga luka jadi dia kesusahan jalan."
Keempat nya hanya mengangguk dengan jawaban Senja.
"Yaudah nanti kalian aja yang ngobatin Jingga ya. Gue musti nemuin anak osis lain. Dan satu lagi, kaya nya dia belum makan."
Setelah mengucapkan itu, Senja keluar dari tenda meninggalkan kelima sahabat itu.
"Kalian percaya kalau Jingga cuma jatoh?" Tanya Dafi
"Gue juga engga yakin, karena setau gue Jingga bukan orang yang ceroboh." Sahut Tia
"Terus apa yang bikin Jingga luka-luka gini?" Rena angkat bicara
"Nanti aja kita tanya Jingga langsung pas dia bangun." Usul Syelon
"Ck sebegitu nyaman nya kah di gendong Senja sampe dia tidur sepules ini?" Gerutu Dafi
Yang lain hanya cekikikan mendengar nya.
****
Senja duduk di depan tenda nya. Suasana sudah ramai karena hampir semua orang sudah kembali dari hutan.
Pikiran nya masih setia memikirkan perkataan Jingga yang sangat lirih dan nyaris tidak terdengar oleh nya. Namun Tuhan seakan ingin menunjukkan sesuatu sehingga Senja masih bisa mendengar ucapan Jingga yang lebih mirip seperti gumaman.
Apa maksudnya Jingga ngmong gitu?
"Woy broo.. Dari kapan lo udah balik?" Tanya Fajar yang sudah duduk di sampingnya.
Senja melirik sekilas lalu mengarahkan pandangan nya kembali ke depan.
"Baru sampe kok gue."
"Kata Bimo lo tadi engga ada di pos bayangan? Kemana lo?"
Senja diam sejenak. Dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada sahabatnya yang selalu ekspresif ini.
"Ada urusan tadi." Jawabannya kemudian
Fajar hanya manggut manggut mendengar nya.
Seketika hening, Fajar juga tidak bicara lagi.
"Jar"
KAMU SEDANG MEMBACA
SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)
Fiksi RemajaJika jatuh cinta adalah sebuah pilihan, maka Jingga memutuskan untuk memilih jatuh kepada Senja. Karena dia yakin Senja akan menangkapnya, tidak akan membiarkan dia terjatuh sendirian. Semburat orange yang muncul di penghujung sore, datang sekilas n...
