Langit Senja menelisik melalui jendela yang bertengger di sisi ruangan caffe, membuat pencahayaan alami itu terasa begitu menenangkan. Terlebih untuk Jingga yang sedang sibuk merindu karena harus tidak bertemu dengan Senja-nya.
Senja tengah di sibukan dengan try out sebelum akhirnya menghadapi Ujian Nasional nanti. Dan karena tidak mau mengganggu, Jingga memutuskan agar mereka berkomunikasi sekadarnya saja. Bertemu saat di sekolah dan selebihnya berkirim kabar lewat pesan saat Jingga harus di liburkan, seperti saat ini.
Jingga menyibukkan dirinya dengan berjalan jalan bersama keempat sahabatnya saat ini dan terdampar di sebuah caffe karena lapar.
"Sumpah engga kuat gue engga ketemu sama Kak Fajar." Rengek Dafira. Berkali-kali dia menatap ponselnya yang padam sedari tadi.
"Sabar lah Daf, lo juga harus ngerti kalau sekarang tuh waktu tenang buat mereka yang kelas 12." Saran Syelon.
"Iya tuh liat Jingga, dia aja sabar banget ngasih waktu belajar penuh buat Kak Senja." Tia menyahuti sambil melirik ke arah Jingga.
Jingga memandang mereka dengan sebelah alis terangkat.
"Manusiawi lah kalau kangen Daf, gue juga sama. Malah Kak Senja beberapa kali maksa buat dateng ke rumah gue pas liburan kaya gini karena kan engga bisa ketemu di sekolah, tapi gue ngelarang karena takut konsentrasi nya ke ganggu." Jelas Jingga. Tangannya mengaduk orange jucie di depannya.
"Wih couple goals banget lo sama Senja, Ngga." Kata Rena dengan senyum jahil.
Jingga hanya mendengkus tapi tak urung senyum kecil terbit di bibirnya.
"Jingga"
Sontak panggilan itu membuat keempat nya menoleh.
"Kak Bintang?"
Bintang mengayuh kursi roda nya mendekat ke arah Jingga.
"Kamu disini juga, kebetulan banget ya." Kata Bintang dengan tersenyum lebar.
Jingga hanya tersenyum kikuk dan menoleh ke arah empat sahabat nya yang melongo tidak mengerti.
"Ehm kenalin kak, ini temen-temen aku. Dan kalian kenalin, ini Kak Bintang."
Selanjutnya mereka saling bersalaman.
"Kakak sendirian?" Tanya Jingga.
"Engga kok, aku sama Bunda. Tuh.. " Jawab Bintang sambil menunjuk wanita paruh baya yang sedang membayar pesanan nya di kasir.
Kemudian orang yang di panggil Bunda oleh Bintang itu berjalan ke arah mereka. Parasnya masih sangat cantik walau . ada dimana-mana.
Jingga dan teman-temannya memandangi penuh minat pada wanita ayu yang tengah berjalan ke arah mereka.
"Bintang, Bunda udah selesai nih." Katanya sambil menyentuh kursi roda Bintang.
Bintang tersenyum ke arah Bunda nya lalu kemudian menoleh kembali ke arah Jingga dan teman-temannya. "Iya Bunda, kenalin dulu ini Jingga temen Bintang. Dan mereka ini--"Tunjuk Bintang pada Jingga dan keempat temannya, "Teman-teman Jingga." Lanjutnya.
Bundanya tersenyum lalu berjalan lebih dekat ke arah meja Jingga dkk.
Jingga menyalami dengan sopan sosok di hadapan nya. " Jingga tante." Katanya lalu di ikuti oleh teman-temannta yang lain.
"Cantik-cantik sekali kalilian, Mana yang pacarnya Bintang?" Tanya Bunda nya menggoda.
Jingga dan teman-temannya hanya bisa saling pandang dan tersenyum canggung.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENJA DAN JINGGA (COMPLETE)
TienerfictieJika jatuh cinta adalah sebuah pilihan, maka Jingga memutuskan untuk memilih jatuh kepada Senja. Karena dia yakin Senja akan menangkapnya, tidak akan membiarkan dia terjatuh sendirian. Semburat orange yang muncul di penghujung sore, datang sekilas n...
