13. Antara Apes Dan Rejeki

2K 368 114
                                        

Makasih buat yang sudah baca dan ninggalin jejak berupa vote apalagi beserta komentar menarik. Happy reading...
_

_________________________________

_________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- SAM -

***Setengah Normal***

"Jadi lo mau pulang duluan?"

"Iya, Riel. Papa udah nungguin gue di depan gerbang utama." Maya menyatukan kedua telapak tangan di depan dada dengan wajah menyesal. "Salam aja ya buat Giga. Sampai besok!"

Ariel cuma melihat kepergian teman baiknya sambil melepas napas ringan. Diliriknya jam di ponsel. Lima menit telah berlalu sejak bel pulang terdengar. Tumben Giga belum menampakkan muka. Biasanya cowok itu akan muncul begitu Ariel keluar kelas. Semenjak Giga sendiri yang meminta pulang bersama tentu tak mungkin ia lupa akan janjinya.

Tak mau menunggu lebih lama, akhirnya Ariel mendatangi 10 IPS 1. Dari depan kelas itu sudah tampak sepi. Ragu-ragu Ariel melongok pintu kelasnya yang terbuka. Ternyata cowok itu masih di dalam, sedang mengerjakan sesuatu bersama tiga temannya.

"Giga!" Ariel memanggil dari dekat daun pintu. "Jadi pulang bareng nggak?" serunya.

Tak cuma pemilik nama yang disebut, suara Ariel juga membuat orang-orang di sekitarnya ikut menoleh.

"Oh, Riel!" Giga langsung membalas. "Bentar. Gue masih ngerjain tugas."

"Tugas?" kata Ariel heran.

"Tadi gue ketiduran waktu pelajaran Sejarah. Pas siuman tahu-tahu ada tugas yang harus dikumpulin." Cowok itu menjelaskan.

"Pasti lama," Ariel menebak. "Gue balik duluan deh."

"Eh, bentar! Jangan pulang duluan, Riel! Tungguin gue!" Giga meneriakinya. "Hampir selesai, kok. Kurang satu soal doang. Tanya teman-teman gue nih, kalau nggak percaya."

"Ga, jangan lupa. Lo yang kebagian bawa buku tugas anak sekelas ke kantor guru, lho." Teman Giga yang memakai topi mengingatkan. Ia dan dua lainnya tampak sudah selesai lebih dulu mengerjakan tugas mereka.

"Elah, kampret lo pada. Nggak tahu apa gue udah ditungguin Ariel?" Giga mendengus pada mereka.

"Sori, Ga. Gue juga ada urusan habis ini," kata anak tadi.

"Gue juga. Duluan ya, Ga!"

Ketiganya pun beringsut pergi. Mereka tersenyum saat melewati Ariel. Sedang yang disenyumi hanya balik menatap dengan muka yang tak berbeda dari sebelumnya.

"Buruan. Gue ngantuk. Pengen cepat pulang," kata Ariel seraya menghampiri Giga di bangkunya. "Beneran hampir selesai, kan?"

"Iya, ini udah selesai, kok." Giga berdiri lalu memasukkan peralatan tulisnya ke dalam ransel. "Lo bisa bantu gue bawain sebagian, kan?" Ia menunjuk tumpukan buku tugas anak satu kelas di meja paling depan.

Setengah NormalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang