34. Seseorang Di Lapangan Taman Bebas

1.3K 301 53
                                        

***Setengah Normal***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***Setengah Normal***

"Ariel, kok sendirian aja? Nggak bareng Giga sama Maya?" sapa Rubby. Ia bertemu Ariel di tengah-tengah tangga waktu anak-anak berebut jalan agar bisa menuruni gedung lebih dulu. Jam-jam pulang memang biasa seperti itu.

"Nggak," jawab Ariel. "Mungkin mereka udah pulang duluan. Gue ada urusan di taman bebas soalnya."

"Wah, jangan-jangan lo mau ketemuan sama cowok, nih!"

Ariel cuma sedikit menarik sudut bibirnya. Itupun tak membuat wajahnya tersenyum.

"Ketemu siapa hayo? Kak Yovie, ya?" goda Rubby sambil mengangkat alisnya dua kali.

"Bukan," Ariel menjawab sepotong kata. Rasanya ia tak bisa berhadapan dengan Rubby lama-lama mengingat ia adalah cewek yang fotonya dipajang di ponsel Giga. Ariel tidak membenci Rubby tentu saja, tapi daripada menimbulkan perasaan tak mengenakkan sebaiknya ia agak menghindarinya.

"Gue duluan deh, By. Nggak mau bikin orang nunggu lama soalnya," kata Ariel akhirnya.

"Oke. Sukses buat ketemuannya!" Rubby tersenyum ramah lalu melambaikan satu tangan.

Rubby orang yang tulus dan baik, ucap Ariel dalam hati. Sepertinya ia akan setuju-setuju saja jika nanti Giga bilang akan jadian dengannya. Kemudian mungkin setelah itu ia akan menjaga jarak dari mereka selamanya.

Ariel baru berjalan keluar sedikit dari gerbang SMA Harapan waktu tak sengaja bersenggolan dengan Maya. Cewek itu sedang berjalan bergerombol dengan anak-anak Bahasa. Sepertinya mereka akan pergi ke mall atau sejenisnya.

"Mau ke mana?" Sama sekali tak diduga, Maya menegur Ariel lebih dulu.

"Taman bebas," jawab Ariel pendek, dan waspada. Selama ini Maya selalu diam saja meski ia sudah memanggilnya, jadi hal ini terasa aneh tentunya.

"Ngapain?" Cewek itu bertanya lagi.

"Ada sesuatu yang mau gue lakuin di sana."

Kening Maya berkerut. "Kok lo nggak sama Giga? Lo sengaja ninggalin dia, ya?"

"Gue pikir dia mau pulang sama lo," Ariel membalas tatapan menuduhnya. "Giga tahu gue bakal ada urusan begitu pulang, jadi emang sengaja gue pergi sendirian."

"May, buruan!" seru dua dari anak Bahasa yang tadi berada di sebelah Maya. Rupanya mereka sudah berjalan sampai jauh di depan.

"Kalian duluan aja. Tunggu gue di gerbang utama!" balas Maya, setengah berteriak. Ia lalu menatap Ariel lagi sebelum menyeretnya menuju pinggir jalan yang tak dilalui banyak orang.

"Lo kenapa sama Giga?" introgasinya langsung saja. "Katanya sejak acara ulang tahun Rubby, sikap lo jadi berubah ke dia."

"Giga nyuruh lo buat nanya?" Ariel justru balik menyelidik. Pikirnya cukup aneh melihat Maya yang selalu ceria jadi seserius ini.

Setengah NormalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang