(SELESAI)
Karena selalu memusuhi cowok-cowok yang menyukainya dan mencatat nama mereka dalam buku daftar hitam, Ashariel Josephine sering dianggap kurang normal oleh teman-teman sekolahnya. Orangnya pelit, cueknya kelewatan, mukanya hampir selalu da...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- Giga - Setiap ganti gaya rambut, mukanya keliatan beda
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- Ariel - imut tapi cool, gitu ceritanya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- Rubby - Teman sekelas Giga, dulu sekelas sama Ariel
***Setengah Normal***
Ariel cepat-cepat bangkit dan pergi meninggalkan Ellan. Ia merutuki dirinya yang lalai. Bisa-bisanya ia berkeluh kesah di depan cowok itu, seolah-olah tak ada orang lain yang bisa ia ajak bertukar pikiran. Yah, mungkin memang tidak ada orang lain yang bisa mengertinya seperti Yovie, pikirnya getir. Yovie yang tahu perihal traumanya, Yovie yang mampu memberinya solusi agar ia tak lagi rendah diri.
Ariel menghentikan langkah di belakang samping gedung UKS untuk mencuci tangan. Ia sampai tak sadar kakinya sudah melangkah sampai mana. Ia hidupkan kran yang biasa dipakai tukang kebun untuk menyiram tanaman di sekitar, yang juga pernah dipakai Yovie untuk membasuh badan kala itu. Tak terasa sudah lama juga sejak pertama kali mereka saling mengenal, batinnya sambil merasakan segarnya air yang mengalir.
"DOR!!!"
Suara itu mengejutkan Ariel hingga ia hampir terjungkal kalau saja tangannya tak sigap memegangi leher kran. Adegan tersebut tentu saja membuat sosok pengejut yang tak lain adalah Giga tertawa terbahak-bahak.