Sembilanbelas

1.1K 92 0
                                        

Law menghela napas panjang, kemidian mengembuskannya perlahan.

Oke, abaikan Jinan. Hari ini Law sedang berbahagia, Ia sedang tidak mood untuk marah-marah kepada Jinan, Ia baru saja mendapatkan kejutan yang lebih berharga dari Sembilan kali kemenangannya di meja judi bola.

Law melangkah lagi untuk mendekati Jinan, hingga napasnya begitu dekat dengan gadis tersebut.

"Selamat tinggal, gadis hantu .." gumam Law seraya menyeringai.

Jinan tertawa, Ia mundur dan ...

"Satu Dua Tiga ..."

DRRTTTT DDDRRRTTTT

Ponsel Law berdering. Jinan, mengangkat dagu ke arah ponsel Law yang tergeletak di tempat tidur, dibibirnya yang tipis, senyum tersungging.

Law bergerak mundur, dengan mata masih menatap tajam mata kelam itu, yang selalu dengan teduh menatap wajah Law.

Law meraih ponselnya, dengan mata tak bergeming.

Ia khawatir jika hantu itu melakukan trik sulap, sihir atau sejenisnya, untuk itulah kedua mata Law tak bergerak meninggalkan mata kelam milik Jinan.

An Angel Of DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang