Malam belum terlalu larut, ketika Mentari tengah menyesap secangkir Kopi di bawah naungan langit bertaburan Bintang.
Mentari tidak pernah menyangka, jika hidup dan pengabdiannya akan berakhir ditangan Billy Joe, seorang Pengusaha muda nan sukses berasal dari London.
Pada awalnya, Mama hanya mengatakan jika dirinya bekerja untuk Billy, dengan gaji yang sangat besar untuk ukuran seorang Mentari. Ia sempat menolaknya, atas perintah Law.
Karena pada saat itu, Law, Adik laki-laki Satu-Satunya itu mencurigai suatu hal. Sebab, Law pernah mendengar jika Mama berbicara berdua saja dengan Billy, suatu malam.
Law yang tidak sengaja mendengar percakapan Mereka, timbullah kecurigaan, ketika keesokan harinya, Ia mendapat kabar jika Mentari akan bekerja untuk Billy.
Mentari berontak, namun Mama, selalu mempunyai Satu senjata untuk mengancam Anak-Anaknya.
Ia akan menghabisi nyawanya, jika Anak-Anak yang Ia lahirkan ternyata tak berguna, tak berbakti, dan seakan-akan, sebuah sebutan Anak durhaka akan pula diberikan untuk Mereka, jika Mereka tidak mau menuruti keinginan Mama.
Mentari tak punya pilihan, Ia memang tidak diberi pilihan apapun. Ia hanya harus menjalani apa yang sudah diperintahkan oleh Mama.
*
"Mau kemana lagi?!" tanya Mentari Siang tadi, sembari mengikuti langkah kaki Billy Joe yang bergegas menuruni anak tangga.
"Aku ada urusan. Kau tidak perlu menungguku karena Aku tidak tahu entah kapan Aku kembali," jawab Billy seraya meninggalkan Mentari.
"Aku harus tahu, Billy! Kau itu Suamiku!" teriak Mentari dari ambang pintu.
Billy menghentikan langkah, kemudian berbalik dan menghampiri Perempuan yang dinikahi secara resmi tersebut.
Matanya berkilat, Pria tampan itu tersenyum sinis.
"Suamimu? Ingat, Mentari! Ibumu hanya menukarmu dengan Uang, bukan benar - benar menjadikan dirimu sebagai Istriku!"
DAMN ...
Ucapan Billy seakan mengguncangkan pertahanan Mentari. Padahal, setelah resmi dirinya menjadi Istri Billy, Mentari selalu melakukan seluruh kewajibannya sebagai seorang Istri terhadap Suami.
Semenjak itu, Mentari tidak lagi mempunyai keberanian untuk meminta apapun kepada Billy. Mentari yang lemah, Ia hanya sanggup menerima apapun perlakuan buruk Billy terhadapnya, Ia terlalu menyadari siapa dirinya. Yang tak lebih dari seorang budak yang dapat dibeli dengan Uang.
Juga, ketika malam itu semuanya terjadi ...
*
Lolongan Anjing terdengar entah berasal dari mana, Mentari buru - buru menutup rapat gorden rumahnya. Ia masih dengan hati yang cemas, menunggu Billy datang.
Ketika sayup terdengar olehnya, sebuah erangan dari kamar yang tak pernah boleh Ia masuki.
Mentari melangkah pelan, mencoba mendekati pintu kamar tersebut, meski dengan dada yang berdebar - debar.
Suara tadi semakin terdengar jelas, sebelumnya, Mentari tidak pernah mendengar suara apapun dari kamar itu, namun semenjak tragedi itu, entah mengapa Mentari seakan menjadi lebih peka, terhadap hal - hal yang terjadi disekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
An Angel Of Darkness
Misterio / SuspensoBerawal dari kehadiran seorang Jinan, Makhluk Astral yang entah datang dari belahan Bumi yang mana, kehidupan Law mulai berubah. Putera Mahkota, adalah sebutan yang kerap Ia dengar dari mulut Jinan. Lalu bagaimana hubungannya dengan Felicia? Gadis c...
