Duapuluhdua

1.1K 89 0
                                        

"Ayolah, tenang saja. Kau akan berhasil, oh tidak, Kita maksudku!" ujar Jinan, seraya memasang kancing kemeja yang dikenakan Law pagi itu.

"Aku tidak tahu kekonyolan macam apa, ini, Jinan!" seru Law seraya melenguh.

Jinan tersenyum, wajahnya begitu dekat dengan Law. Law menepiskan perasaan yang... Tiba-tiba saja muncul seperti jentik-jentik nyamuk dalam genangan air ;di dalam dadanya.

"Come on! Dan ingat, pada saat Kau melakukan test, Kau sudah mengingat betul bukan, hal apa saja yang harus Kau lakukan?" ulang Jinan, kali ini, tangannya sibuk membetulkan kerah kemeja Law.

Law mengangguk pelan.
Ia merinding sendiri, bagaimana seandainya orang-orang tahu, jika Ia sedang dalam tawanan seorang hantu cantik, saat ini?

Oh Tuhan, sungguh memalukan!

Ya, pada akhirnya Law memilih untuk menyetujui usul Jinan. Sesungguhnya ia ragu, dan berniat menghubungi terlebih dulu sahabat-sahabatnya. Tapi pada kenyataannya mereka memang tidak menganggap Law, hingga akhirnya Law terpaksa menyetujui usulan hantu itu.

*

Law berjalan ragu, menemui sebuah restaurant dengan sosok Jinan sebagai penunjuk arah. Hantu cantik itu tersenyum sambil berdendang, lagu yang dinyanyikan olehnya, rasa-rasanya pernah didengar oleh Law, tapi entah dimana...

*

Sebuah Restaurant besar, dengan pemandangan Gunung dan memiliki banyak Gazebo itu kini berdiri dihadapan Law. Pria tersebut diam sejenak, mengatur napas, dan hanya menurut ketika Jinan menyeret lengan pria itu.

Hingga jika dilihat dengan mata awam, Law terlihat seperti sedang berlari dengan wajah masam.
Begitulah mungkin, yang terlihat oleh para manusia lainnya, yang tak melihat keberadaan Jinan disana.

Seorang pria bertubuh tambun menghampiri Law. Ia menanyakan maksud dan tujuan Law berada disana. Law menjawab sejujurnya, bahwa ia sedang mencari pekerjaan sebagai koki.

Pria tambun yang mengenakan seragam koki itu mengangguk-anggukkan kepala, lalu,

"Pernah bekerja dimana?" tanyanya.

Pertanyaan yang dikhawatirkan oleh Law akhirnya meluncur juga dari mulut pria itu. Law sedikit gugup, kemudian berdeham

"Sesungguhnya saya belum pernah bekerja dimanapun sebagai koki, tapi... Tapi saya bisa membuktikan jika saya bisa, dan pantas!" tegasnya. Kemudian berdeham sekali lagi.

Koki tersebut mengangguk kembali. Ia melanjutkan menanyai Law dengan berbagai macam hal. Law sedikit gugup, namun berkali-kali Jinan meyakinkan Law, jika semua akan baik-baik saja.

"Anda harus mengikuti test selama Satu Minggu. Jika berhasil membuat menu sesuai dengan ketentuan Kami, maka Kau sudah resmi menjadi Cheff disini," ujar Roberto, Pria blasteran yang berusia hampir sebaya Papa Law sambil tersenyum.

Law mengembuskan napas lega, ia tak menyangka jika Roberto akan dengan mudah memberinya kesempatan.

Beberapa saat kemudian mereka bersalaman, dan Law mengucapkan terimakasih, kemudian pamit pergi meninggalkan Resto tersebut. Dan berjanji bahwa besok ia akan kembali sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

An Angel Of DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang