"Selamat pagi semua!", seru rektor kampus memulai acaranya.
" selamat pagi, sir!", balas seluruh peserta.
"Aku sungguh bangga melihat betapa meriahnya acara tahunan kali ini. Aku ucapkan terima kasih kepada seluruh staff dan kalian semua, karena tanpa kalian acara ini takkan sukses~",
Tepuk tangan bergemuruh menyambut kata-kata rektor mereka.
" ~dan aku persilahkan ketua panitia untuk menyampaikan~",
"Acara sudah mulai!", seru Theo memberi tahu.
Ia dan keempat temannya mulai mendekat ke depan panggung kecil itu, membaur dengan mahasiswa lainnya.
"Gadis-gadis disini lumayan cantik, ya", monolog Dean sambil tebar pesona pada segerombolan gadis di salah satu stan.
" yeah!", sahut Draco malas.
Blaise melirik sahabatnya itu heran. Ia pun mendekat dan merangkul bahu Draco dan berkata,
"Jangan seperti itu, Drake! Lihat gadis yang baru menaiki podium itu~", tunjuk Blaise.
" bukankah ia sangat menawan, mate?!", lanjutnya.
Pandangan Draco pun menuruti Blaise melihat ke arah podium. Terlihat Hermione tersenyum dan akan memulai pidato pembukaan.
"Hay, semua! Aku selaku ketua panitia dalam acara kali ini, mengucapkan banyak terima kasih pada Profesor Dumbledore dan staff kampus lainnya karena telah mempercayaiku memandu acara hari ini. Acara ini ~", Hermione memulai.
" siapa dia?", tanya Draco penasaran.
"Kenapa? Apa kau mulai tertarik padanya, mate?!", balas Blaise.
" aku hanya bertanya, Blaise", sungut Draco.
"Dia Hermione Granger! Dia mahasiswi tingkat akhir fakultas bahasa", sahut Seamus dari belakang.
Blaise dan Draco berbalik menatap pria itu, terperangah.
" apa kau begitu mengenalnya?", heran Blaise.
"Kenapa memangnya? Dia satu angkatan denganku. Wajar aku sangat mengenalnya", aku Seamus.
"Tolong kau kenalkan dia pada sahabat kita yang satu ini", goda Dean seraya menyenggol bahu Draco.
" apa-apaan kau, Dean! Aku tak berminat", kesal Draco.
Ia muak dengan perlakuan semua sahabatnya yang selalu saja menggodanya.
"~aku harap kalian menikmati acaranya dan ada beberapa stan makanan minuman untuk kita semua. Selamat pagi", ucap Hermione menutup pidatonya.
Seluruh pengunjung bertepuk tangan dengan meriah. Termasuk Draco dan para sahabatnya.
Mereka memandang mengikuti Hermione melangkah menuju stan panitia. Tampak disana, gadis itu tertawa riang bersama teman-temannya.
Dan pemandangan itu sedikit membius Draco. Ia terlihat ikut tersenyum samar. Dan hal itu terlihat oleh Theo. Ia pun kembali menggoda Draco.
" lihatlah, kawan-kawan! Sepertinya ada yang sudah mulai jatuh cinta di sini", sindir Theo.
Draco pun tersadar dan memukul ringan bahu Theo.
"Ini waktunya kau melanjutkan hidup, Drake! Dekati dia kalau kau menyukainya", kata Blaise memberi saran.
Draco hanya bisa balas menatap Blaise dalam diam. Ia pikir apa yang dikatakan Blaise memang ada benarnya.
***
2 jam telah berlalu sejak acara bakti sosial kampus Hermione berakhir. Hanya tinggal beberapa orang peserta yang masih berkemas dan panitia yang membereskan sisa acara.
Hermione sendiri sedang merekap hasil dari acara bakti sosial di laptopnya. Ia sedang sendirian di meja taman kampus.
Dari kejauhan Blaise dan lainnya sedang memaksa Draco untuk mendekati Hermione. Walau diawal Draco terlihat tak mau, tapi nyatanya ia juga mau melakukan permintaan para sahabatnya.
Draco dengan tiba-tiba meletakkan se-cup kopi hangat di sisi sebelah laptop gadis itu. Tak ayal hal itu sukses membuat Hermione terkejut.
"Astaga!", seru gadis itu pelan.
"Upps, maaf! Aku tak bermaksud mengagetkanmu", sesal nya.
" uhm, tak apa! Aku baik-baik saja. Kau si.... Putra Mahkota?!", ujar Hermione akhirnya saat melihat Draco.
"Ehm, hai! Panggil Draco saja", pintanya.
Draco dan Hermione terlihat kikuk satu sama lain. Sesekali Draco melirik kearah teman-temannya, dan malah dibalas senyuman bodoh oleh mereka.
" ehm, oke! Ngomong-ngomong... Ada yang bisa kubantu, hem?", tanya Hermione.
"Ohya, silahkan duduk!", kata Hermione saat tersadar bahwa Draco sedari tadi masih berdiri.
" terima kasih", balasnya.
"Lalu? Apa yang bisa ku bantu, Draco?", ulang gadis itu.
Sesaat pria itu kesulitan untuk memulai obrolan, tapi demi harga diri sebagai seorang Pangeran di pertaruhkan, akhirnya ia harus memulainya juga.
" bolehkah aku berkenalan denganmu, Miss.....",
"Granger, Hermione Granger!", sahut Hermione.
" baik, Hermione! Bolehkah?", pinta Draco.
"Tentu!", balas Hermione dengan senyuman manisnya.
Entah dari kapan ia menyukai senyuman itu. Tapi ia yakin untuk selamanya ia akan tetap suka. Ia memastikan akan menuruti semua saran teman-temannya untuk membuka lembaran baru.
" terima kasih, Hermione", ucap Draco.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bagai Sebuah Dongeng
RomanceDiadaptasi dari kehidupan The Royal Family.... jalan cerita tak selalu sama tapi memiliki makna yang serupa
