Part 11 bagian 2

653 75 13
                                        

Draco's POV

Aku sudah tiba di taman kampus 10 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Aku merasa sungguh sangat bahagia ketika Hermione mau menghubungiku kembali.

Ya, walaupun hanya 2 hari, tapi bagiku itu seperti 2 tahun. Aku jadi malu sendiri mengingat sikapku yang terlalu berlebihan mengenai hal itu.

"Hufht, kenapa dia lama sekali ya?!", gumamku sambil celingak-celinguk.

Tapi tak berapa lama, tampak wanita yang kutunggu-tunggu melangkah mendekatiku.

Wajahnya yang cantik sangat menghipnotisku walaupun hanya memakai make up tipis. Dari kejauhan, aku bisa melihat kalau dia tersenyum tipis padaku.

 Dari kejauhan, aku bisa melihat kalau dia tersenyum tipis padaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" hai, Draco!", sapanya setelah tiba di depanku.

Entah sihir apa yang ia gunakan padaku, bukannya aku menyapa dirinya balik malah aku diam membisu sambil menatapnya.

Entah sihir apa yang ia gunakan padaku, bukannya aku menyapa dirinya balik malah aku diam membisu sambil menatapnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Draco?!", seru Hermione sambil melambaikan tangan.

" oh-ehm, hai!", balasku akhirnya.

"Maaf, aku terlambat! Aku tadi masih ada urusan dengan Profesor Binns", ujarnya.

" tak apa, aku yang terlalu bersemangat untuk datang. Duduklah", ucapku.

Ia hanya mengangguk dan duduk di sebelahku. Ia berdeham sebentar dan kemudian berkata,

"Ehm, Draco! Aku ingin minta maaf padamu atas sikapku kemarin. Aku merasa sikapku sangat kekanakan sekali", ucapnya pelan.

" seharusnya aku yang minta maaf, Hermione! Karena aku tak jujur dari semula, kau menjadi salah paham atas perasaanku", sanggah Draco.

"Tidak, Draco! Itu kebodohanku. Seharusnya aku tak mempermasalahkan itu semua, karena itu hanyalah masa lalumu", ucap Hermione lagi.

" benarkah?".

"Iya, benar! Aku tahu kau agak playboy tapi entah kenapa aku merasa kau orang yang baik. Dan siapapun mantan kekasihmu dulu dan kenapa sampai kau berpisah, aku tidak peduli", lanjutnya.

Bagai Sebuah DongengCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang