14. Seperti Kembang Api

165 24 22
                                        

_______❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤_______

Jangan lupa voment dan doanya, ya..
Kalau ada typo bertebaran tolong mention.
Ditunggu kritik dan sarannya :)

Happy reading!
🌹

Langit mulai kelabu, bahkan menghitam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit mulai kelabu, bahkan menghitam. Angin semakin berembus kencang seiring dengan tetesan air suci dari langit tertinggi, yang sejak tadi belum puas menumpahkan seluruh perasaannya kepada bumi.

Dua orang gadis tengah duduk santai di atas sofa yang empuk. Sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tetapi di samping itu mereka tetap asik mengobrol.

"Lo seneng?" tanya Icha tiba-tiba. Tangannya masih asyik menekan tombol-tombol yang ada di stick Play Station.

"Apa?"

"Gue tanya, lo seneng?"

Sasa yang sedang sibuk mengerjakan PR, mendecak sebal. "Gue gak minta lo buat ngulangin, Chut. Maksud gue, seneng karena apa dulu?"

Icha mengalihkan matanya dari arah televisi yang ada di depannya, mem-pause permainannya agar dia tidak dikalahkan oleh lawannya. "Abis hujan-hujanan sama Marv di tengah lapangan, bikin lo mendadak jadi oneng, ya?" katanya heran.

Kalimat tersebut sukses membuat tangan Sasa yang bergerak menuliskan angka berhenti mendadak. Selama beberapa saat dia belum merespon. "Lo mau sekalian gue ambilin minum gak? Gue mau ke dapur," balasnya beralasan.

Icha tertawa keras. "Lo malu," tebaknya telak.

Sasa menyanggahnya dengan cepat. "Enggak."

Tawa masih terdengar dari mulut Icha. "Gue tau, lo malu."

Sasa akhirnya memilih mengangkat tangan tanda menyerah, mengakui dengan gengsi.

"Gue jarang banget nonton film romance, tapi tadi tanpa sengaja gue nonton. Live lagi, ajib gak tuh," ujar Icha memberitahu dengan nada menggoda.

Sasa mendengar dengan antusias, tetapi dia kembali cemberut. "Di mana? Kok lo baru bilang ke gue sekarang, sih?"

"Di tengah lapangan. Di bawah hujan. Ngapain gue bilang, orang pemainnya aja kayaknya pada gak sadar kalo lagi ditonton."

Sasa merasa tersindir. Dia yakin saat ini wajahnya bersemu. "Oh ...." responnya, berusaha terlihat cuek.

"Adegan itu gue kasih judul ...," Icha berpikir sejenak. "Permintaan Maaf yang Mengejutkan di tengah Lautan Putih yang juga Tidak Kalah Mengejutkan," putusnya dengan wajah senang.

Tetapi tidak dengan Sasa. Dia malah berwajah masam dengan mata mendelik. Tidak berniat merespon.

Icha kembali tertawa karena berhasil menggoda Sasa. "Jujur aja," katanya di sela-sela tawanya. Dan dengan tulus mengakui sesuatu yang dia pendam sejak tadi. "Itu adegan romantis yang pernah gue liat."

Bittersweet MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang