20. Melanggar Janji

136 22 14
                                        

_______❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤_______

Jangan lupa voment dan doanya, ya..
Kalau ada typo bertebaran tolong mention.
Ditunggu kritik dan sarannya :)

Happy reading!
🌹

Mentari bersinar ceria, cahayanya menembus kaca, mengusik seorang laki-laki tampan yang masih memejamkan mata indahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mentari bersinar ceria, cahayanya menembus kaca, mengusik seorang laki-laki tampan yang masih memejamkan mata indahnya.

Marv mengerjapkan matanya untuk membiasakan penglihatannya yang sedikit silau akibat sinar matahari pagi yang memantul dari kaca jendela kamarnya. Masih di atas kasur yang terlihat berantakan, dia duduk dan menatap lurus ke bawah seraya menyentuh bibirnya sendiri dengan jemarinya yang ditekuk.

Marv kembali memikirkan kata-kata yang kemarin diucapkan oleh Gilang. Dan dia belum paham betul mengapa sahabatnya itu tiba-tiba mengatakan padanya bahwa Gilang bertemu dengan seseorang yang begitu mirip dengan Marv.

Bahwa Sasa dihadang di pinggir jalan saat menuju halte bus dan orang yang menghadang gadis itu adalah seseorang yang mirip dengan dirinya.

Ketika mendengar informasi tersebut, jantung Marv langsung berdebar tidak karuan karena cemas sekaligus kesal. Kesal karena lebih memilih untuk menyerah di saat dirinya begitu ingin mengantar Sasa pulang. Lebih memilih menuruti gadis itu yang menolak diantar pulang, dibandingkan keinginan kuatnya yang bisa dibilang sebuah firasat tidak enak untuk pulang bersama.

Sejak mengetahui Sasa berada di danau seorang diri, dia sudah dibuat kalang kabut.

Sasa tidak tahu kalau tempat tersebut cukup berbahaya dan bodohnya dirinyalah yang secara tidak sengaja memberitahukan tempat itu pada Sasa. Jelas saja hal itu membuatnya bukan main cemasnya dan kecemasannya itu membuatnya membentak Sasa tanpa bisa berpikir ulang.

Dan mengetahui Sasa dihadang oleh orang asing saat pulang sekolah ..., entah mengapa Marv merasa marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga gadis itu. Karena merasa lagi-lagi dia kecolongan.

Akhir-akhir ini Marv mendapati dirinya terus memikirkan gadis ceria dan percaya diri itu. Untuk menjernihkan kembali pikirannya yang sedikit kusut sejak semalam, Marv memilih untuk beranjak dari kasurnya dan menuju kamar mandi, membersihkan diri.

Berharap bahwa dengan setiap tetesan air dari shower yang mengenai tubuhnya mampu mengurai kembali pikirannya yang kusut.


✳️✳️

✳️✳️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bittersweet MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang