22. Paket Misterius

123 22 12
                                        

_______❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤_______

Happy reading!

🌹

Marv terus memikirkan ucapan Sasa saat di kantin tadi. Kalimat itu terulang-ulang dalam benaknya bagaikan kaset yang rusak. Bahkan ketika dirinya tengah memimpin rapat OSIS, dia tidak bisa berkonsentrasi sepenuhnya. Pikirannya bercabang antara memikirkan rencana OSIS kedepannya yang mana adalah tanggung jawabnya dan juga seseorang yang menguntit Sasa yang dikatakan mirip dengannya. Sudah dua orang yang mengatakan kalau penguntit tersebut mirip dengannya, bukan suatu kebetulan.

"... gimana, Marv?" suara itu terlontar dari seorang siswi berambut panjang dan berkulit kuning langsat yang menjadi sekretaris OSIS.

Karena merasa seseorang menyebut namanya, Marv dengan cepat mengangkat wajahnya setelah sebelumnya menunduk menatap meja kayu jati berukiran indah yang ada di depannya. Dia berkata apa tadi? "Ya, bagus," celetuknya asal.

"Beberapa sponsor dan alumni anggota OSIS minta kita ngundang Justin Bieber di ulang tahun sekolah nanti lo bilang bagus?" tanya Icha terkejut.

Marv menyembunyikan keterkejutannya dengan kembali berkata, "kalau kita bisa ngundang dia kenapa enggak?"

"Masalahnya ... gak segampang itu. Dia itu penyanyi terkenal di dunia, penggemarnya banyak. Dia juga orangnya cukup rumit dan belom lagi bayarannya mahal banget," ujar Icha bersungut-sungut ketika mengucapkannya.

Bendahara OSIS membenarkan ucapan Icha. "Bener," kemudian menambahkan lagi, "ngundang penyanyi kelas Hollywood jangan dikira segampang itu. Mereka punya persyaratan yang banyak dan super repot, harus bener-bener terpenuhi. Asal kalian tau, butuh dana sepuluh sampe tigabelas miliar buat ngundang JB di privat party selama empat puluh sampe enam puluh menit."

Hampir seluruh orang yang berada di ruang OSIS terkesiap ketika mendengar nominal yang harus digelontorkan demi mengundang seorang Justin Bieber. Meskipun demikian, kebanyakan dari mereka - terutama para gadis - diam-diam menyambut dengan sukacita apabila penyanyi asal Kanada itu benar-benar bisa mengisi acara di ulang tahun yang ke-52 SMA Lovely Darling nanti. Beberapa dari mereka bahkan berdoa di dalam hati semoga rencana tersebut terwujud agar nantinya mereka dapat bertemu dengan sang idola dunia. Secara gratis, itulah poin yang paling menarik dan menggiurkan.

Icha tidak terlalu menyukai Justin Bieber, tetapi dia tahu bahwa semua siswi SMA LD pastilah berbunga mendengar gagasan untuk mengundang penyanyi muda kontroversial itu. Terutama Sasa, yang dia tahu betul kalau sahabatnya itu adalah penggemar berat seorang Justin Bieber.

"Jastin kita lupain dulu." Marv akhirnya berkata setelah memilih untuk membisu beberapa saat. "Siapa penyanyi yang kira-kira yang gak kalah populer dibanding dia, yang orangnya gak begitu susah dan bayarannya nggak semahal dia?" tanyanya meminta usul seluruh anggotanya.

"Shawn Mendes," komentar salah satu anggota yang duduk di sebelah Icha.

Anggota lainnya mencoba memberikan pendapat mereka. "BTS."

"Blackpink," celetukan yang terdengar sedikit malu-malu itu berasal dari arah kursi paling pinggir. Dan sungguh mengejutkan ketika mengetahui suara itu ternyata berasal dari seorang laki-laki yang saat ini melemparkan pandangan jengah ke semua mata yang tengah memandang ke arahnya.

Bittersweet MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang