[ON GOING, Baby]
"Ketika kita mencintai seseorang dan apa yang kita rasakan di awal fase mencintai itu adalah rasa sakit dan kepahitan, percayalah, bahwa di akhir nanti rasa manislah yang akan kita cecap sebagai penyembuhnya."
Tetapi apakah benar se...
SEMOGA CERITA INI BISA MENEMANI KESENDIRIAN KALIAN MALAM INI
mh!
.
Happy reading!
🌹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Genap tujuh hari sejak kepindahan Sasa ke rumah baru-nya ketika tiba-tiba saja dia mendapatkan pertanyaan, yang sudah dia takutkan sejak hari pertama tinggal di rumah Amanda, dari papanya melalui telepon.
"Kamu pindah dari hotel?" tanya papanya dengan suara yang terdengar ditahan.-tahan
Sasa yang sedang menikmati es krim cokelatnya langsung terdiam dengan rasa takut yang menggelayuti pikirannya. Bayangan dirinya yang mungkin akan diminta oleh papanya kembali ke hotel, atau lebih buruk lagi kembali ke Jakarta, muncul ke permukaan.
Dia harus bagaimana sekarang? Rasa bersalah karena tidak jujur selama seminggu penuh pada papanya semakin terasa dan tak ayal membuat Sasa ingin menangis saat itu juga.
"Hai, Pa," sapa Sasa, berusaha ceria seperti biasa.
"Papa udah nunggu dari kemarin. Nunggu kapan kamu akan berterus terang ke papa."
Sasa bergerak gelisah. "Pa..."
"Hati papa sakit rasanya."
"Papa maafin Sasa," isakan Sasa yang sejak tadi ditahan-tahan mulai terdengar. Anak mana yang tahan mendengar kalimat tersebut keluar dari bibir orangtuanya dengan suara yang menggambarkan rasa sakit yang dirasakannya?
Sementara menunggu putrinya yang terisak pilu di seberang sana, Louis berjalan ke mobilnya dan siap berangkat.
"Papa ke sana sekarang juga."
✨
"Jadi, sudah seminggu dia di sini?"
Amanda, yang duduk di hadapan Louis, mengangguk membenarkan. "Benar," katanya.
Sasa duduk ditemani Icha yang mencoba menenangkan dirinya dengan menggenggam tangannya.
Suasana di ruang keluarga yang seharusnya santai, bersahabat dan penuh cinta, seperti yang diam-diam diidamkan oleh Sasa dan Icha, benar-benar tidak terjadi saat itu.