Instagram : unianhar
"Mirah!"
"Arumkuuuuuu!"
Heboh Mirah melihat Arum berlari kearahnya diikuti Elang yang berusaha menarik Arum agar tidak berlari ditengah keramaian. Mereka telah sampai di mall, dan sebelumnya Arum menelfon Mirah untuk bertanya apa yang akan ia berikan pada Ruth karena Arum tidak tau apa-apa sama sekali. Karena kebetulan Mirah juga belum beli kado, maka Mirah meminta Arum untuk ketemu di mall xxx sekalian mereka pergi bersama mencari kado.
"Oh kenapa mukanya sembab gini?" Tanya Mirah menangkup wajah Arum
"Apa burung nyakitin dedek gemes?" Tanya Marcel juga mendekatkan wajahnya pada Arum untuk memperhatikannya jelas-jelas
"Jauhkan wajah mesummu itu bujang!" Titah Elang memcengkram rambut Marcel dan menariknya kebelakang. Marcel mengadu memegang kepalanya yang serasa berdunyut karena ulah sahabat kejamnya
"Rontok nih rambut aku!" Protes Marcel memperlihatkan beberapa lembar rambut ditangannya pada Elang
"Bukan urusanku!" Ucap Elang
"Itu abang sendiri yang mau! Makanya pake dong shampoo yang udah aku kasih, itu anti rontok tau!" Mirah memukul tangan kakaknya agar rambut-rambutnya terjatuh
"Ogah! Kamu pikir aku sejenismu apa make shampoo rasa jeruk" tolak Marcel, Seminggu yang lalu saat Mirah belanja kebutuhannya, Marcel meminta untuk dibelikan shampoo karena persediannya sudah habis. Marcel kira Shampoo yang Mirah belikan yang biasa ia pakai tapi Mirah malah membeli shampoo yang lain. Marcel tidak suka dan cuma menyimpannya sebagai pajangan dikamar mandi
"Rasa jeruk bagus bang, nyamuk nggak suka sama rasa itu"
"Jadi dedek gemes ngatain rambutku sarang nyamuk?!" Ujar Marcel tak percaya, Arum menggeleng cepat dan mengatakan jika dia tidak bilang seperti itu.
"Bukan cuma rambut abang tapi kepala mesum abang itu sarang nyamuk yang harus dimusnahkan dari muka bumi ini." Tambah Mirah "Iyakan Arum?" Lanjut Mirah yang reflek diangguki Arum
"KALIAN SUNG AAHHHHH KEPALAKU" Marcel memegang kepalanya yang berdenyut "Kenapa aku harus meladeni bocah tuyul seperti kalian?!" Lanjut Marcel yang dapat tendangan ditulang keringnya
"Siapa yang kau katai bocah tuyul, hah?"
"Bukan kamu burung! Tapi mereka!" Tunjuknya pada Arum dan Mirah
"Apa?"
"Yaelah salah! Maksudku bocah kunti itu!" Ralat Marcel menunjuk Mirah. Kenapa tadi ia menunjuk Arum ya? Elang hampir saja mencekiknya
"Kalau aku kunti berarti abang kunto dong!" Ucap Mirah menggandeng Arum meninggalkan Marcel dan Elang.
* * *
Setelah mendapatkan kado untuk Ruth. Mirah mengajak Arum kearea ice sketing, Mirah mengajak Arum mencoba bermain ice sketing namun Arum menolak karena ia tidak bisa melakukannya. Mirah terus memaksa dan mengatakan jika ia akan mengajari Arum. Kasihan dengan Mirah, Arum pun setuju dengan syarat Mirah harus mengajarinya.
"Jangan maksain diri kalau nggak bisa Arum!" Ucap Elang melihat ekspresi Arum yang tak yakin
"Katanya Mirah bakal ajarin kak"
Saat Mirah memesan tiga sepatu ice sketing, Elang tiba-tiba bersuara meminta Mirah untuk memesan 4 pasang.
"Kakak ikutan juga?" Tanya Arum yang diangguki olehnya.
Setelah memasan sepatu ice sketing mereka, Mirah dan Marcel langsung masuk kedalam area ice sketing dengan lincahnya mereka berkeliling sambil melambaikan tangan kearah Arum dan Elang.
"Wahhhhh mereka jago sekali" kagum Arum melihat mereka berbaur dengan orang lain didalam sana
KAMU SEDANG MEMBACA
Sister Complex
Novela Juvenil(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Elang Trinarenra Abraham ingin seorang adik. Bukan adik kandung tapi adik angkat, Elang tau jika mamanya sudah tidak bisa mengandung lagi makanya ia meminta adik angkat pada kedua orang tuanya. Elang tidak memikirkan sama s...
