Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

1. Ase?

7.1K 270 8
                                        

Bukannya sengaja
Tapi emang kamunya yang terlalu gemesin buat di candain..

-Gaska Gerald Agara

CUACA hari ini terlihat sangat cerah, mentari bersinar dengan terangnya dan menghangatkan seluruh murid SMA Permata yang sedang melakukan Upacara Bendera senin pagi yang dilakukan secara rutin seminggu sekali disetiap hari senin.

Terik matahari semakin lama semakin menyengat membuat siswa siswi tak sabar ingin mengakhiri upacara tersebut dan segera menuju kantin untuk membeli berbagai macam makanan dan minuman yang meyegarkan sekaligus menghilangkan haus dan rasa penat mereka.

Asela juga sama halnya dengan siswa siswi lain, ia juga sudah sangat lelah untuk berdiri dibawah teriknya matahari yang sangat menyengat dan membakar kulit. Beberapa kali ia sudah berjongkok untuk menghindari pans matahari dan kemudian berdiri tegak lagi kala ada guru pengawas yang lewat.

"Kalo gini bisa item nih kulit gue." kesal Asela membayangkan kulit putih nya akan berubah menjadi warna gelap seketika.

"Sabar Sel, bentar lagi juga selesai." ucap Desla menepuk bahu Asela pelan, menyadarkan Asela bahwa upacara akan segera selesai.

Desla adalah teman sebangku Asela sejak kelas XI, cewek ini begitu baik dan sangat pengertian dengan Asela. Setiap kali Asela membuat kehebohan dengan tingkahnya, Desla hanya bisa memaklumi saja karena Desla tau hal tersebut dilakukan hanya untuk menarik perhatian seseorang.

Dan benar saja, setelah pembacaan do'a komandan upacara yang tak lain tak bukan adalah Gaska, segera memberi laporan dan membubarkan upacara bendera tersebut bahwa upacara telah selesai.

Asela dengan cepat menarik tangan Desla menuju perpustakaan, mengapa perpustakaan bukannya kantin ?

Ya,kerena hanya ruangan itulah yang bisa digunakan untuk menemukan ketenangan dan kesejukan jiwa dan raga karena ruangan ini cukup sepi dan full AC.

"Sel, gue mau kekantin. Ngapain lu tarik gue kesini?" tanya Desla tak terima diseret keperpustakaan dan bukannya kekantin tempat ia bisa menikmati bakso malang kesukaannya.

Asela memutar bola matanya kesal, "Yaelah Des, bentaran doang. Gak setia banget lo jadi temen gue." jawab Asela malah terlihat songong.

Desla hanya berdehem menanggapi ucapan temannya ini, malas berdebat panjang dengan cewek bawel seperti Asela. Tentu saja diam-diam Desla memikirkan cara untuk mengajak Asela keluar dari ruang perpustakaan karena jika sudah masuk ruangan ini Asela akan asik sendiri dengan dunianya membaca novel.

"EH ASELA!" teriak Desla tiba-tiba membuat Asela terlonjak kaget dan hampir menjatuhkan buku yang dibacanya. Bahkan pengawas perpustakaan pun sampai memberikan peringatan kecil berupa tatapan tajam pada mereka berdua agar tidak melanggar peraturan.

Sedangkan Desla hanya menyengir tidak berdosa menyadari kelakuannya burusan, karena ia sendiripun hanya reflek berteriak saking semangatnya untuk membawa Asela pergi dari sana.

"Kantin yuk, laper nih. Gaska lagi makan dikantin loh, Sel. Gak mau ketemu?" tanya Desla memancing sebuah ketertarikan dibenak Asela.

Asela yang mendengarkan itu langsung menutup buku, menyimpannya dan beranjak dari sana dengan menarik sebelah tangan Desla untuk diajak kekantin. Bagaimana bisa dia melupakan pujaan hatinya yang sedang makan dikantin.

"Giliran Gaska aja cepet lo." kesal Desla melihat kelakuan temannya ini. Terlalu gila sampai terlihat seperti obsesi akan cinta pandangan pertama.

*****

GASKA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang